PUBLIKASI ILMIAH. Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

of 14
54 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Tambang yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013) PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai
Document Share
Document Transcript
ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Tambang yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013) PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Oleh: FANDIANSYAH ARIF PUTRANTO B PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2016 i ii iii ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Tambang yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013) ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengungkapan tanggungjawab sosial perusahaan tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan untuk memberikan bukti empiris bahwa nilai perusahaan memiliki pengaruh terhadap tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility). Populasi penelitian adalah perusahaan tambang yang telah go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonsia Tahun 2013 yaitu sejumlah 27 perusahaan. Metode analisis data menggunakan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, heteroskedastisitas. Uji hipotesis meliputi uji regresi linear sederhana, uji t dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien regresi dari variabel CSR positif sebesar 0,727. Hal tersebut berarti bahwa semakin besar alokasi dan cakupan CSR perusahaan maka akan meningkatkan nilai perusahaan. Dengan demikian peningkatan CSR bukan sesuatu yang hanya sia-sia, akan tetapi sangat bermanfaat bagi perusahaan. Semakin tinggi tanggungjawab sosial maka nilai perusahaan juga akan meningkat. Variabel CSR berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Nilai Perusahaan. Nilai R Square pada penelitian ini sebesar 0,529 artinya 52,9% variabel Nilai Perusahaan dapat dijelaskan oleh variable independen CSR. Sedangkan sisanya sebesar 47,1% dijelaskan oleh faktor-faktor yang lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Nilai Perusahaan ABSTRACT This research aims to analyze social responsibility disclosure of mining company listed on the Indonesia Stock Exchange and to provide empirical evidence that the corporate value has an influence on corporate social responsibility (CSR). The population of research was a mining company that has go public and listed on the Indonesia stock exchange in 2013 that a total of 27 companies. Methods of data analysis using classical assumption test, the test of normality, heteroscedasticity. Hypothesis testing includes simple linear regression test, t test and the coefficient of determination. The results of the research show the value of regression coefficient variable CSR is positive It means that larger allocation and scope of company 4 CSR will increase the corporate value. Thereby improving the CSR is not something that only useless, but very useful for company. More higher CSR, will also increase the corporate value. CSR variable significant positive take effect on corporate value variable. R Square value in this research is it means that 52.9% corporate value variable can be explained by the independent CSR variable. While the rest of 47.1% is explained by other factors that are not included in this research. Keywords: Corporate Social Responsibility, Corporate Value 1. PENDAHULUAN Pada umumnya, nilai perusahaan dapat dipengaruhi oleh financial factor. Faktor ini merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan (Mulianti, 2010). Faktor finansial dapat menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan memperoleh dana serta bagaimana perusahaan mengalokasikan dana tersebut, sehingga dalam penggunaan dana tersebut dapat menguntungkan bagi perusahaan. Akan tetapi dewasa ini, tidak hanya faktor finansial saja yang menjadi pertimbangan manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan (single bottom line). Melainkan sudah meliputi keuangan, sosial, dan aspek lingkungan yang biasa disebut triple bottom line. Sinergi ketiga elemen ini merupakan kunci dari pembangunan yang berkelanjutan (Siregar, 2007). Dewasa ini dalam menanggapi dampak globalisasi, kemajuan teknologi informasi, dan ketebukaan pasar, perusahaan harus secara tegas memperhatikan pertanggungjawaban sosial perusahaan (Edwin dan Nudiono, 2007). Dengan menerapkan corporate social responsibility (CSR) perusahaan diharapkan akan memperoleh legitimasi sosial dan memaksimalkan kekuatan keuangannya dalam jangka panjang (Sayekti dan Wondabio, 2007). Setiap perusahaan pasti memiliki visi untuk mencapai keuntungan yang maksimal, memaksimalkan nilai perusahaan (corporate value), serta memakmurkan pemilik perusahaan atau pemilik saham (stockholder). Nilai perusahaan mencerminkan kekayaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, sama halnya seperti saham atau surat berharga lainnya. Andri (2007) dalam Nica (2010) menyatakan 5 bahwa nilai perusahaan merupakan nilai jual bagi perusahaan. Apabila harga saham meningkat maka kesejahteraan bagi stockholder juga akan meningkat. Hal ini dapat dilihat dari harga saham perusahaan tersebut. Corporate value merupakan market value yang mampu memberikan kesejahteraan bagi pemegang saham (stockholder) jika harga sahamnya meningkat (Nurlela dan Islahuddin, 2008). Ada beberapa rasio untuk mengukur nilai pasar perusahaan, salah satunya Tobin s Q. Rasio ini dinilai bisa memberikan informasi paling baik, karena dalam Tobin s Q memasukkan semua unsur hutang dan modal saham perusahaan, tidak hanya saham biasa saja dan tidak hanya ekuitas perusahaan yang dimasukkan namun seluruh asset perusahaan. Dengan memasukkan seluruh asset perusahaan berarti perusahaan tidak hanya terfokus pada satu tipe investor saja yaitu investor dalam bentuk saham namun juga untuk kreditur karena sumber pembiayaan operasional perusahaan bukan hanya dari ekuitasnya saja tetapi juga dari pinjaman yang diberikan oleh kreditur (Sukamulja, 2004). 1.1 TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan penelitian saya adalah : 1. Menganalisis pengungkapan tanggungjawab sosial perusahaan tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. Untuk memberikan bukti empiris bahwa nilai perusahaan memiliki pengaruh terhadap tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility). 1.2 LANDASAN TEORI 1. Corporate Social Responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan wacana yang sedang mengemuka di dunia perusahaan multinasional. Wacana ini digunakan oleh perusahaan dalam rangka mengambil peran menghadapi perekonomian menuju pasar bebas. Perkembangan pasar bebas yang telah membentuk ikatan-ikatan 6 ekonomi dunia dengan terbentuknya AFTA, APEC dan sebagainya, telah mendorong perusahaan dari berbagai penjuru dunia untuk secara bersama melaksanakan aktivitasnya dalam rangka mensejahterakan masyarakat di sekitarnya (Nurlela dan Islahuddin, 2008:3). Menurut Komisi Eropa, CSR adalah bagaimana perusahaan secara sukarela memberikan kontribusi bagi terbentuknya masyarakat yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih (A.B Susanto,2009:11). Hasil penelitian Noor Hadi (2011:VII) menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan memiliki kandungan dan konsekuensi baik secara sosial (social consequences) maupun secara ekonomi (economic consequences). Sehingga perusahaan yang melakukan aktivitas tanggung jawab dengan penuh keseriusan dan didukung oleh strategi implementasi yang tepat, memiliki manfaat seperti mengurangi legitimasi masyarakat, apresiasi masyarakat, meningkatkan nilai bagi masyarakat, mengurangi complain dari masyarakat, membantu pemecahan persoalan yang dihadapi masyarakat baik di bidang sosial, ekonomi maupun kesehatan. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 40 Tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas (PT) dan UU RI Nomor 25 Tahun 2007 mengenai Penanaman Modal, CSR merupakan suatu kewajiban. Mengacu pada UU Perseroan Terbatas, bagi perseroan yang usahanya bersangkutan dengan sumber daya alam diwajibkan untuk melaksanakan CSR. Hal tersebut sejalan dengan UU Penanaman Modal yang mewajibkan penanam modal untuk menerapkan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan regulasi yang telah diatur oleh pemerintah, mau tidak mau mewajibkan setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek melaksanakan dan mempublikasikan CSR-nya. Pengungkapan CSR pada dasarnya dilandasi oleh adanya stakeholder theory dan legitimacy theory. Teori stakeholder menyatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri namun harus 7 memberikan manfaat bagi stakeholdernya. Stakeholder adalah semua pihak baik internal maupun eksternal yang memiliki hubungan baik bersifat mempengaruhi maupun dipengaruhi, bersifat langsung maupun tidak langsung oleh perusahaan. Batasan stakeholder tersebut di atas mengisyaratkan bahwa perusahaan hendaknya memperhatikan stakeholder, karena mereka adalah pihak yang mempengaruhi dan dipengaruhi baik secara langsung mapun tidak langsung atas aktivitas serta kebijakan yang diambil dan dilakukan perusahaan. Jika perusahaan tidak memperhatikan stakeholder bukan tidak mungkin akan menuai protes dan dapat mengeliminasi legitimasi stakeholder (Adam C. H, 2002 dalam Nor Hadi, 2011: 94-95). Sementara pada legitimacy theory perusahaan dikatakan memiliki kontrak dengan masyarakat untuk melakukan kegiatannya berdasarkan nilai-nilai justice. 2. Nilai Perusahaan Salah satu tujuan penting pendirian suatu perusahaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik atau pemegang saham, atau memaksimalkan kekayaan pemegang saham melalui peningkatkan nilai perusahaan. Memaksimalkan kekayaan pemegang saham dapat diartikan memaksimalkan harga saham (Brigham dan Houston, 2001: 16). Peningkatan nilai perusahaan tersebut dapat dicapai jika perusahaan mampu beroperasi dengan mencapai laba yang ditargetkan. Corporate Value dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar, karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. Semakin tinggi harga saham, maka makin tinggi kemakmuran pemegang saham. Untuk mencapai nilai perusahaan, umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para profesional. Para profesional diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris (Nurlela dan Islahuddin, 2008:7). Rasio-rasio keuangan digunakan investor untuk mengetahui nilai pasar perusahaan. Rasio tersebut dapat memberikan indikasi bagi manajemen 8 mengenai penilaian investor terhadap kinerja perusahaan dimasa lampau dan prospeknya dimasa depan. Ada beberapa rasio untuk mengukur nilai pasar perusahaan, salah satunya Tobin s Q. Rasio ini dinilai bisa memberikan informasi paling baik, karena dalam Tobin s Q memasukkan semua unsur hutang dan modal saham perusahaan, tidak hanya saham biasa saja dan tidak hanya ekuitas perusahaan yang dimasukkan namun seluruh aset perusahaan. Dengan memasukkan seluruh asset perusahaan berarti perusahaan tidak hanya terfokus pada satu tipe investor saja yaitu investor dalam bentuk saham namun juga untuk kreditur karena sumber pembiayaan operasional perusahaan bukan hanya dari ekuitasnya saja tetapi juga dari pinjaman yang diberikan oleh kreditur (Sukamulja, 2004). 2. METODE PENELITIAN Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan tambang yang terdaftar di BEI pada tahun Sampel yang digunakan sebanyak 27 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Penggunaan metode ini ditujukan untuk memperoleh sampel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Metode analisis data yang digunakan yaitu dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas dan uji heteroskedastisitas. Uji Hipotesis, meliputi: uji regresi linear sederhana, uji t dan uji koefisien determinasi. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu corporate social responsibility (CSR) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Juga untuk menganalisis pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan tambang yang terdaftar di BEI. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut berarti bahwa semakin besar alokasi dan 9 cakupan CSR perusahaan maka akan meningkatkan nilai perusahaan. 2. Perusahaan tambang yang terdaftar di BEI sudah melaksanakan pengungkapan CSR dengan baik. 4. PENUTUP 4.1 SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN 1. Perusahaan tambang yang terdaftar di BEI sudah melaksanakan dan mengungkapan CSR dengan baik, hal ini dikarenakan perusahaan tambang yang masuk kategori perusahaan high profile 2. Secara parsial, CSR berpengaruh terhadap nilai perusahaan tambang yang terdaftar di BEI pada tahun SARAN 1. Disarankan kepada perusahaan untuk selalu melakukan riset terusmenerus untuk mengetahui pengaruh dari CSR mereka terhadap nilai perusahaan mereka. 2. Hasil yang positif dan signifikan membuktikan bahwa CSR cukup berpengaruh terhadap nilai perusahaan sehingga diharapkan perusahaan mampu meningkatkan CSR di tahun mendatang. DAFTAR PUSTAKA Ghozali, Imam Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang. Hackston, D., & Milne, M. J. (1996). Some determinants of social and environmental disclosures in New Zealand companies. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 9(1), Handriyani, A.N Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderating. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STESIA). Surabaya. 10 Haniffa, R.M. and Cooke, T.E The impact of culture and governance on corporate social reporting. Journal of Accounting and Public Policy; 24, Harjito, M. d., & Agus Manajemen Keuangan edisi pertama, Jakarta: Jala Sutia. Husnan, S Manajemen Keuangan-Teori dan Penerapan (keputusan jangka panjang). BPFE: Yogyakarta. Keown Manajemen Keuangan : Prinsip-prinsip dan Aplikasi. Edisi 9, Indeks: Jakarta. Kusumadilaga, R. (2010). Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating. Skripsi FE UNDIP. Semarang. Megawati (2009). Pengaruh Corporate Governance, Leverage Dan Manajemen Laba Terhadap Nilai Perusahaan. Skripsi. Fakultas Syariah Universitas Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Nurlela, R., & Islahuddin Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Prosentase Kepemilikan Sebagai Variabel Moderating. Simposium Nasional Akuntansi XI. Pontianak. Rustiarini, & Wayan, N. (2010). Pengaruh Corporate Governance pada Hubungan Corporate Social Responsibility dan Nilai Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi XIII, Purwokerto Suharli, M Studi Empiris Mengenai Pengaruh Profitabilitas, Levergae, Dan Harga Saham Terhadap Jumlah Dividen Tunai. Jurnal Maksi, 6(2), Salvatore, Dominick Ekonomi Manajerial dalam Perekonomian Global. Salemba Empat: Jakarta. Sukamulja, S Good Corporate Governance di Sektor Keuangan: Dampak Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan ,Simposium Nasional Akuntansi, VII. Sembiring, Eddy Rismanda Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan Tanggungjawab Sosial: Study Empiris Pada Perusahaan Yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi VIII Solo, September Sekaran, Uma Metodologi Penelitian Untuk Bisnis, Salemba Empat: Jakarta. Wahyudi, U., & Pawestri, H. P Implikasi Struktur Kepemilikan Terhadap Nilai Perusahaan: Dengan Keputusan Keuangan Sebagai Variabe Intervening. Simposium Nasional Akuntansi 9, Padang. Wahidahwati Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Intitusional pada Kebijakan Hutang Peursahaan ; Sebuah Perspektif Theory Agency. Simposium Nasional Akuntansi (SNA) IV. Nor Hadi. ( 2011). Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: Graha Ilmu. Utomo, M. Praktik Pengungkapan Sosial Pada Laporan Keuangan di Indonesia: Studi Perbandingan Antara Perusahaan Perusahaan High Profile dan Low Profile. Paper presented at Simposium Nasional Akuntansi 3, Annual Report PT. Bumi Resources Tbk 2013 Annual Report PT. Adaro Energy Tbk 2013 Annual Report PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 2013 Annual Report PT. Indika Energi Tbk 2013 Annual Report PT. Vale Indonesia/ International Nickel Indonesia (INCO) Tbk 2013 Annual Report PT. Berau Coal Energy Tbk 2013 Annual Report PT. Energi Mega Persada Tbk 2013 Annual Report PT. Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk 2013 Annual Report PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk 2013 Annual Report PT. Bayan Resources Tbk 2013 Annual Report PT. Indo Tambangraya Megah Tbk 2013 Annual Report PT. Delta Dunia Makmur Tbk 2013 Annual Report PT. Harum Energy Tbk Annual Report PT. Benakat Petroleum Energy Tbk 2013 Annual Report PT. Elnusa Tbk 2013 Annual Report PT. Sugih Energy Tbk 2013 Annual Report PT. Atlas Resources Tbk 2013 Annual Report PT. Toba Bara Sejahtera Tbk 2013 Annual Report PT. Garda Tujuh Buana Tbk 2013 Annual Report PT. Central Omega Resources 2013 Annual Report PT. Samindo Resources Tbk 2013 Annual Report PT. Cakra Mineral/ Citra Kebon Raya Agri Tbk 2013 Annual Report PT. Surya Esa Perkasa Tbk 2013 Annual Report PT. Perdana Karya Perkasa Tbk 2013 Annual Report PT. Citatah Industri Marmer Tbk 2013 Annual Report PT. Golden Eagle Energy Tbk 2013 Annual Report PT. ATPK Resources Tbk
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x