URGENSI KECERDASAN INTERPERSONAL BAGI GURU

Please download to get full document.

View again

of 23
24 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
URGENSI KECERDASAN INTERPERSONAL BAGI GURU Fitri Oviyanti Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang Abstrak Guru merupakan komponen penting dalam pendidikan, sehingga meningkatkan
Document Share
Document Transcript
URGENSI KECERDASAN INTERPERSONAL BAGI GURU Fitri Oviyanti Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang Abstrak Guru merupakan komponen penting dalam pendidikan, sehingga meningkatkan kualitas guru merupakan suatu keniscayaan bagi kemajuan dunia pendidikan serta masa depan suatu bangsa. Setidaknya ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dalam rangka mengemban tugas mulianya sebagai pengajar sekaligus pendidik. Empat kompetensi itu adalah kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan kompetensi sosial. Selama ini, peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik guru selalu menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan kualitas guru. Sementara peningkatan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru agak terabaikan. Padahal kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial sangat dibutuhkan guru dalam proses mendidik watak serta karakter peserta didiknya. Kecerdasan interpersonal merupakan salah satu kecerdasan yang digagas oleh Howard Gardner dalam teori kecerdasan gandanya. Kecerdasan ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk menjalin hubungan sosial yang baik dengan indikatornya antara lain sikap empati, pro sosia, kesadaran diri, kemampuan pemecahan masalah efektif, serta kemampuan berkomunikasi efektif. Kecerdasan ini amat dibutuhkan guru dalam memenuhi kebutuhan akan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosialnya. Kata Kunci: Kecerdasan Interpersonal, Guru 76 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru PENDAHULUAN Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Oleh sebab itu, hampir semua negara menempatkan variabel pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utama dalam konteks pembangunan bangsa dan negara. Begitu juga Indonesia menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utama. Hal ini dapat dilihat dari isi Pembukaan UUD 1945 alenia IV yang menegaskan bahwa salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. (Kunandar, 2007: 5). Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah guru. Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang besar dan strategis. Hal ini disebabkan guru yang berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Guru yang langsung berhadapan dengan peserta didik untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendidik dengan nilai-nilai positif melalui bimbingan dan keteladanan. (Kunandar, 2007: 5). Guru juga adalah sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. (Isjoni, 2008: 29). Di era global seperti sekarang ini, banyak hal yang telah berubah. Globalisasi telah mengubah cara hidup manusia sebagai individu, sebagai warga masyarakat, dan sebagai warga bangsa. Umat manusia di era global berada di dalam suatu dunia terbuka yang seolah tanpa sekat. Di dalam dunia yang terbuka ini, telah terjadi perubahan-perubahan yang sangat cepat dalam segala aspek kehidupan manusia, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, termasuk pendidikan. Menghadapi perubahan-perubahan yang bergerak serba cepat ini, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, terampil dan handal. Untuk itu, pendidikan yang merupakan salah satu bentuk terwujudnya human capital harus didesain sedemikian rupa agar mampu mencetak SDM yang tetap kukuh keimanan dan ketakwaannya, serta siap berlaga dan sukses dalam era global yang penuh dengan kompetisi. Dalam hal ini, bukan hanya sarana dan prasarana yang harus ditingkatkan kualitasnya, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Sebab, pendidikan bermutu sangat ditentukan oleh guru bermutu. Guru bermutu akan 77 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru menghasilkan peserta didik bermutu, dan seperangkat proses pembelajaran merupakan nurturant effect. Pada hakikatnya guru adalah pengajar sekaligus pendidik. Mengajar berarti mentransfer ilmu pengetahuan, sedangkan mendidik berarti mentransfer nilainilai. Jika dikaitkan dengan kompetensi guru yang diamanahkan negara dalam Undang-undang, maka kemampuan mengajar ditandai dengan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Sementara kemampuan mendidik ditandai dengan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Kompetensi profesional dan pedagogi guru merupakan unsur utama yang selalu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas guru, tetapi kompetensi kepribadian dan sosial sering dilupakan. Padahal kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial merupakan hal yang sangat penting dalam proses pendidikan. Kedua kompetensi inilah yang dibutuhkan guru dalam tugasnya sebagai pendidik yang akan membentuk watak serta karakter peserta didiknya. Objek kerja guru adalah manusia dan proses sosial, sehingga dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai pengajar sekaligus pendidik, guru membutuhkan kemampuan untuk menjalin hubungan sosial yang baik. Dalam teori kecerdasan ganda Howard Gardner, kemampuan menjalin hubungan sosial dengan baik disebut kecerdasan interpersonal. Tulisan ini akan membahas tentang pentingnya kecerdasan interpersonal bagi guru. Pengertian Kecerdasan Interpersonal Teori kecerdasan yang saat ini menjadi acuan dalam mengembangkan potensi manusia adalah teori kecerdasan Howard Gardner. Nampaknya, berbagai pandangan yang hanya melihat kecerdasan manusia dalam ruang lingkup yang terbatas inilah yang memicu upaya keras dari Howard Gardner untuk melakukan penelitian dengan melibatkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Gardner merasa tidak puas terhadap konsep IQ yang selama ini dikenal luas oleh masyarakat. Menurutnya, semua konsep itu harus diragukan dan diganti. Gardner mengajak masyarakat untuk menjauhi tes dan kaitan diantara tes serta sebaliknya mencermati sumber yang lebih alami dari informasi tentang bagaimana manusia di seluruh dunia mengembangkan ketrampilan penting untuk cara hidupnya. (Howard Gardner, 2003: 21). Penelitian Howard Gardner telah menguak rumpun kecerdasan manusia yang lebih luas daripada kepercayaan manusia sebelumnya 78 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru serta menghasilkan definisi tentang konsep kecerdasan yang sungguh pragmatis dan menyegarkan. Garder menyatakan bahwa orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda atau disebut juga intelegensi majemuk/ ganda (multiple intelligence). Gardner berpendapat bahwa berbagai intelegensi memiliki manifestasi yang berbeda-beda dalam budaya-budaya yang berbeda. Garder menyajikan bukti untuk mendukung adanya intelegensi majemuk. Sebagai contoh, pelaut di Laut Selatan yang dapat mengenali jalan di antara ratusan atau bahkan ribuan pulau dengan mengamati gugusan bintang di angkasa, merasakan jalan yang dilewati perahu di atas air, dan memperhatikan sedikit tanda di daratan. Sebuah kata untuk kecerdasan dalam masyarakat pelaut ini mungkin akan merujuk pada jenis kemampuan navigasi itu. (Gardner: 21). Ia juga mendeskripsikan orang yang sangat terampil dalam suatu bidang, misalnya dalam membuat komposisi musik, namun agaknya memiliki kemampuan rata-rata dalam bidang-bidang lainnya. Ia juga memperlihatkan bahwa orang yang mengalami cedera otak kadangkala kehilangan kemampuan yang hanya berkaitan dengan satu intelegensi. Seseorang mungkin memperlihatkan kesulitan terutama di bidang bahasa, sementara orang lain mungkin mengalami kesulitan dalam menangani tugas-tugas yang melibatkan penalaran spasial. Seperti dikutip Christina (20013: 228), Gardner tidak memandang kecerdasan manusia berdasarkan skor tes standar semata, tetapi Gardner menjelaskan kecerdasan sebagai berikut: a. Kecerdasan adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia. b. Kecerdasan adalah kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan. c. Kecerdasan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan jasa yang akan menimbulkan penghargaan dalam budaya seseorang. Berikut ini kecerdasan ganda menurut Gardner (2003: 23-24): Jenis Intelegensi Contoh-contoh Perilaku yang Relevan Intelegensi Bahasa: Berargumentasi secara persuasif Kemampuan berbahasa secara Menulis puisi 79 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru efektif Memperhatikan nuansa-nuansa halus dalam makna kata Intelegensi Logika-Matematika: Kemampuan bernalar secara logis, khususnya dalam bidang matematikan dan sains Intelegensi Spasial: Kemampuan memperhatikan detil-detil pada hal-hal yang dilihat, membayangkan dan memanipulasi obyek-obyek visual dalam benak seseorang. Intelegensi Musik: Kemampuan menciptakan, memahami, dan menghargai musik Intelejensi Kinestetis-Ragawi: Kemampuan menggunakan tubuh secara terampil Intelegensi Interpersonal: Kemampuan memperhatikan aspek-aspek yang halus dan tidak kentara (subtle) dari perilaku orang lain. Memecahkan soal-soal matematika secara cepat Menghasilkan pembuktian matematis Merumuskan dan menguji hipotesis mengenai gejala yang diobservasi Menggabungkan bayanganbayangan mental Menggambar sebuah objek secara mirip Membuat perbedaan yang halus diantara objek-objek yang secara visual mirip Memainkan instrument musik Membuat komposisi karya musik Memiliki kesadaran yang tajam mengenai struktur yang melandasi musik Berdansa Bermain bola basket Bermain Pantomim Membaca suasana hati orang lain Mendeteksi maksud dan hasrat orang lain Menggunakan pengetahuan mengenai orang lain untuk memengaruhi pikiran dan 80 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru Intelegensi Intrapersonal: Kesadaran terhadap perasaan, motif dan hasrat sendiri Intelegensi Naturalis: Kemampuan mengenali pola-pola di alam dan perbedaan-perbedaan di antara berbagai bentuk kehidupan dan objek-objek alami perilakunya Membedakan emosi-emosi yang mirip, seperti sedih dan menyesal Mengidentifikasi motif-motif yang mengarahkan perilakunya sendiri Menggunakan pengetahuan mengenai diri agar dapat berelasi secara efektif dengan orang lain Mengidentifikasi anggotaanggota dari spesies tumbuhan atau hewan tertentu Mengklasifikasikan bentukbentuk alam (seperti batu karang, jenis-jenis gunung) Menerapkan pengetahuan yang dimiliki mengenai alam dalam aktivitas-aktivitas seperti bertani, seni bertaman, atau melatih hewan. Kecerdasan interpersonal berbeda dengen kecerdasan intelektual. Sering terjadi, orang yang cerdas secara intelektual memiliki ketrampilan komunikasi interpersonal yang rendah. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk membaca tanda dan isyarat sosial, komunikasi verbal dan non verbal, dan mampu menyesuaikan gaya komunikasi secara tepat. (Muhammad Yaumi, 2012: 143) Kecerdasan interpersonal atau bisa juga dikatakan sebagai kecerdasan sosial, diartikan sebagai kemampuan dan ketrampilan seseorang dalam menciptakan relasi, membangun relasi dan mempertahankan relasi sosialnya, sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi menang-menang atau saling menguntungkan. Dua tokoh dari psikologi intelegensi yang secara tegas 81 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru menegaskan adanya sebuah kecerdasan interpersonal ini adalah Thorndike dengan menyebutnya sebagai kecerdasan sosial dan Howard Gardner yang menyebutnya sebagai kecerdasan interpersonal. Baik kata sosial ataupun interpersonal hanya istilah penyebutannya saja, tetapi kedua tersebut menjelaskan hal yang sama, yaitu kemampuan untuk menciptakan, membangun dan mempertahankansuatu hubungan antar pribadi (sosial) yang sehat dan saling menguntungkan. (T. Safaria, 2005: 23). Menurut Gardner, kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami orang lain: apa yang memotivasi mereka, bagaimana mereka bekerja, bagaimana bekerja sama dengan mereka. (Gardner: 24). Kecerdasan interpersonal memperhatikan aspek-aspek yang halus dan tidak kentara (subtle) dari perilaku orang lain. Kecerdasan ini merupakan kecerdasan dengan indikator-indikator yang menyenangkan bagi orang lain. Sikap-sikap yang ditunjukkan oleh anak dalam kecerdasan interpersonal sangat menyejukkan dan penuh kedamaian. Thomas Amstrong (2009: 7) menuliskan sebagai berikut: Interpersonal Intelligence is the ability to perceive and make distinction in the moods, intentions, motivations, and feelings of other people. This can include sensitivity to facial expressions, voice, and gestures; the capacity for discriminating among many different kinds of interpersonal cues; and the ability to respond effevtively to those cues in some pragmatic way (e.g. to influence a group of people to follow a certain line of action. (Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan memahami dan membuat perbedaan dalam suasana hati, maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Hal ini dapat mencakup kepekaan terhadap ekspresi wajah, suara dan gerak tubuh; kapasitas untuk membedakan antara berbagai jenis isyarat antarpribadi; dan kemampuan untuk merespon isyarat mereka dalam beberapa cara pragmatis (misalnya untuk memengaruhisekelompok orang untuk mengikuti tindakan tertentu). Oleh karena itu, kecerdasan interpersonal dapat didefinisikan sebagai kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi dan keinginan orang lain, serta kemampuan memberikan respon secara tepat terhadap suasana hati, temperamen, motivasi dan keinginan orang lain. Dengan memiliki kecerdasan interpersonal seorang anak dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain, menangkap maksud dan motivasi orang lain bertindak sesuatu, serta mampu memberikan tanggapan yang tepat sehingga orang lain menjadi nyaman. 82 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru Kecerdasan interpersonal dibangun antara lain atas kemampuan inti untuk mengenali perbedaan; secara khusus, perbedaan besar dalam suasana hati, temperamen, motivasi, dan kehendak. Dalam bentuk yang lebih maju, kecerdasan ini memungkinkan orang dewasa memiliki ketrampilan membaca kehendak dan keinginan orang lain, bahkan ketika keinginan itu disembunyikan. (Gardner: 45) Komponen inti kecerdasan interpersonal adalah kemampuan mencerna dan menanggapi dengan tepat berbagai suasana hati, maksud, motivasi, perasaan, dan keinginan orang lain di samping kemampuan untuk melakukan kerja sama. Sedangkan komponen lainnya adalah kepekaan dan kemampuan menangkap perbedaan yang sangat halus terhadap maksud, motivasi, suasana hati, perasaan dan gagasan orang lain. (Muhammad Yaumi, 2012: 143). Mereka yang mempunyai kecerdasan interpersonal sangat memerhatikan orang lain, memiliki kepekaan yang tinggi terhadap ekspresi wajah, suara dan gerak isyarat. Dengan kata lain, kecerdasan interpersonal melibatkan banyak kecakapan, yaitu kemampuan berempati pada orang lain, kemampuan mengorganisasi sekelompok orang menuju suatu tujuan bersama, kemampuan memahami dan membaca pikiran orang lain, kemampuan berteman atau berinteraksi sosial. Karakteristik Kecerdasan Interpersonal Kecerdasan interpersonal berhubungan dengan konsep interaksi dengan orang lain di sekitarnya. Interaksi yang dimaksud bukan hanya sekedar berhubungan biasa saja seperti berdiskusi dan membagi suka dan duka, melainkan juga memahami pikiran, perasaan, dan kemampuan untuk memberikan empati dan respon. Biasanya orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang dominan cenderung berada pada kelompo yang ekstrovert dan sangat sensitif terhadap suasana hati dan perasaan orang lain. Mereka memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam tim dengan baik. Oleh karena itu, mereka sangat fleksibel bekerja dalam suatu kelompok karena mampu memahami watak dan karakter orang lain dengan mudah. Secara umum, kecerdasan interpersonal dapat diamati melalui kesukaan yang terwujud dalam perilaku seseorang. Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang kuat cenderung mampu beradaptasi dan bersama-sama dengan orang lain. Di samping itu, orang tersebut dapat memimpin dengan baik ketika ditunjuk menjadi seorang pemimpin. Juga, mampu memahami pandangan orang 83 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru lain ketika hendak bernegosiasi, membujuk, dan mendapatkan informasi. Pendeknya orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang kuat sangat senang berinteraksi dengan orang lain dan memiliki banyak teman. (Muhammad Yaumi: 2012: 143). Secara khusus karakteristik orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yaitu: 1) Belajar dengan sangat baik ketika berada dalam situasi yang membangun interaksi antara satu dengan yang lainnya, 2) Semakin banyak berhubungan dengan orang lain, semakin merasa bahagia, 3) Sangat produktif dan berkembang dengan pesat ketika belajar secara kooperatif dan kolaboratif 4) Ketika menggunakan interaksi jejaring sosial, sangat senang dilakukan dengan chatting atau teleconference 5) Merasa senang berpartisipasi dalam organisasi-organisasi sosial keagamaan dan politik 6) Sangat senang mengikuti acara talk show di tv dan radio 7) Ketika bermain atau berolah raga, sangat pandai bermain secara tim daripada main sendirian 8) Selalu merasa bosan dan tidak bergairah ketika bekerja sendiri 9) Selalu melibatkan diri dalam club-club dan berbagai aktivitas ekstrakurikuler 10) Sangat peduli dan penuh perhatian pada masalah-masalah dan isu-isu sosial. (Muhammad Yaumi: 2012: ). Anderson dalam T. Safaria (2005: 25-26) juga menjelaskan karakteristik seseorang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi yaitu: 1. mampu mengembangkan dan menciptakan relasi sosial baru secara efektif, 2. mampu berempati dengan orang lain atau memahami orang lain secara total, 3. mampu mempertahankan relasi sosialnya secara efektif sehingga tidak musnah dimakan waktu dan senantiasa berkembang semakin intim/mendalam/penuh makna 4. mampu menyadari komunikasi verbal maupun non verbal yang dimunculkan orang lain, atau dengan kata lain sensitive terhadap perubahan sosial dan tuntutan-tuntutannya. 84 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru 5. mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam relasi sosialnya dengan pendekatan win-win solution serta yang paling penting adalah mencegah munculnya masalah dalam relasi sosialnya 6. memiliki keterampilan komunikasi yang mencakup keterampilan mendengarkan efektif, berbicara efektif dan menulis secara efektif. Termasuk di dalamnya mampu menampilkan penampilan fisik yang sesuai dengan tuntutan lingkungan sosialnya. Menurut Tadzkirotun Musfiroh (2008: 75), individu yang cerdas dalam interpersonal memiliki beberapa atau sebagian besar indikator kecerdasan, yaitu: 1. Sering didatangi orang untuk dimintai nasihat atau saran, baik di lingkungan tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggal; 2. Lebih memilih kegiatan yang membutuhkan kerja tim. Dalam berolah raga lebih memilih olah raga kelompok, seperti bulu tangkis, bola volley, sepak bola, daripada kegiatan perseorangan, seperti berenang; 3. Cenderung meminta tolong atau berbicara dengan orang lain ketika menghadapi masalah daripada berusaha menyelesaikan masalah sendirian; 4. Memiliki banyak teman, sekurang-kurangnya tiga orang; 5. Lebih menyukai permainan bersama untuk mengisi waktu, seperti monopoli, ular tangga, daripada hiburan yang bersifat individual, seperti video game atau solitaire (bermain sendiri); 6. Menyukai tantangan untuk mengajar orang lain atau sekelompok orang tentang hal-hal yang dikuasai; 7. Menganggap diri sendiri sebagai pemimpin atau dianggap pemimpin oleh orang lain; 8. Senang atau menikmati berada di tengah keramaian; 9. Senang terlibat dalam kegiatan sosial yang berkaitan dengan pekerjaan, tempat ibadah, atau lingkungan tempat tinggal; 10. Lebih memilih mengisi waktu malam dengan pesta atau diskusi daripada tinggal sendirian di rumah. Jika diperhatikan, maka tampak ada kesamaan antara pendapat-pendapat tentang karakteristik khusus kecerdasan interpersonal di atas, yaitu: 1. Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi memiliki hubungan sosial yang baik dengan orang-orang di sekitarnya. 85 Tadrib, Vol. III, No.1, Juni 2017 Urgensi Kecerdasan Interpersonal Bagi Guru 2. O
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks