SKRIPSI OLEH SUPRIATIN A1E PDF

Please download to get full document.

View again

of 66
138 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN REAKSI DENGAN FREKUENSI PUKULAN LURUS PADA OLAHRAGA KARATE RANTING LEMKARI KECAMATAN MOWEWE KABUPATEN KOLAKA TIMUR SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar
Document Share
Document Transcript
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN REAKSI DENGAN FREKUENSI PUKULAN LURUS PADA OLAHRAGA KARATE RANTING LEMKARI KECAMATAN MOWEWE KABUPATEN KOLAKA TIMUR SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Kependidikan pada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi OLEH SUPRIATIN A1E FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2017 i ii i iii ii KATA PENGANTAR Tiada kata yang paling indah untuk senantiasa didengungkan selain mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Swt, karena berkat limpahan rahmat dan taufik-nya sehingga Penulisan skripsi yang berjudul Hubungan antara kecepatan reaksi dengan frekuensi pukulan lurus pada olahraga karate ranting lemkari kecamatan mowewe kabupaten kolaka timur ini dapat terselesaikan. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kependidikan pada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo Kendari. Dalam penyelesaian skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapakan banyak terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Dr. H. Saifu, M.kes sebagai pembimbing I dan La Ode Samura, S.Pd.,M.Pd sebagai pembimbing II yang dengan tulus ikhlas telah mengarahkan dan membimbing penulis semenjak proposal penelitian hingga akhir penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih pula penulis haturkan kepada yang kami hormati: 1. Prof. Dr. Ir. Supriadi Rustad, M.Si selaku Plt Rektor Universitas Halu Oleo. 2. Dr. H. Jamiluddin, M,Hum., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. 3. Drs. Muhammad Rusli, M.Kes selaku Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. 4. Abdul Saman, S.Pd.,M.Pd selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. 5. Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, yang telah membuka cakrawala berfikir serta tambahan informasi ilmiah. iv iii 6. Drs. Muh, Arsyad, M,Pd.I selaku pelatih Lemkari Ranting Mowewe yang telah banyak memberi kemudahan pada penulis selama melaksanakan penelitian. 7. Para anggota club Lemkari Ranting Mowewe yang merupakan subyek penelitian. 8. Terima kasih ayahandaku Warsidi dan ibundaku Sulastri yang tiada henti mencurahkan kasih sayangnya dalam membesarkan dan mendidik ananda sejak kecil serta membiayai pendidikan ananda sampai selesai. Juga kepada saudaraku Praka fredy dan Astryd yang senantiasa memberi motivasi, kasih sayang, perhatian, keikhlasan, dan doa yang telah di berikan. Semoga Allah Swt memberikan rahmat-nya berupa nikmat iman dan nikmat kesehatan. 9. Teman-teman angkatanku Muh. Tranggono, Adelisna, Habriani, Nur Haida, Lalan Buana, Zazan Ajil Hasan dan semuanya yang tidak sempat penulis sebutkan satu persatu. 10. Sahabat-sahabatku Gladis Efrianingsih AMd, Keb, Yuliana, Lisna Watidewi S,Pd dan semuanya yang tidak sempat penulis sebutkan satu persatu terimakasi atas suportnya selama proses perkuliahan. 11. Kandaku La Ode Ryan Agusnawan SE yang telah sekian lama memberikan saya motifasi serta semangat dan dukungan selama menempuh studi sampai penyelesaian skripsi ini. v iv Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat kekurangan-kekurangan sehingga penulis dengan hati terbuka siap menerima saran ataupun kritikan yang sifatnya membangun dari berbagai pihak terutama dari dosen pembimbing, dosen penguji maupun dari rekan-rekan yang senantiasa membantu demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga bantuan yang diberikan kepada penulis baik langsung maupun tidak langsung akan mendapat balasan dari Allah Swt dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya. Amin. Kendari, Januari 2017 Penulis vi v DAFTAR ISI JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi ABSTRAK... xii ABSTRACK... xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 6 C. Tujuan Penelitian... 6 D. Manfaat Penelitian... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hakekat Kecepatan Reaksi... 7 B. Hakekat Pukulan Chudan Tzuki C. Hakekat Olahraga Karate D. Unsur Unsur Fisik Penunjang Olahraga Karate E. Kontraksi Otot Dalam Melakukan Pukulan Karate F. Kerangka Berpikir G. Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian B. Identifikasi Variabel C. Definisi Operasional Variabel vii vi D. Populasi dan Sampel E. Instrumen Penelitian F. Teknik Pengumpulan Data G.. Teknik Analisis Data.. 35 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian B. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DOKUMENTASI PENELITIAN viii vii DAFTAR TABEL Halaman 1. Deskripsi Statistik Kecepatan Reaksi Lengan (X), Frekuensi Pukulan Lurus (Y) Distribusi Frekuensi Data Kecepatan Reaksi Lengan Distribusi Frekuensi Data Frekuensi Pukulan Lurus Hasil Uji Korelasi Kecepatan Reaksi Lengan (X), Frekuensi Pukulan Lurus (Y) ix viii DAFTAR GAMBAR Halaman 2.1: Pukulan Chudan Tzuki : Dokumentasi x ix DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1: Data Hasil Penelitian Kecepatan Reaksi Lengan (X), Frekuensi Pukulan Lurus (Y) : Tabel Persiapan Uji Korelasi Productmoment Kecepatan Reaksi Lengan (X), Frekuensi Pukulan Lurus (Y) : Uji Korelasi Kecepatan Reaksi Lengan (X), dan Frekuensi Pukulan Lurus (Y) : Tabel Statistik r (Product Moment) xi x ABSTRAK Supriatin (A1E ). hubungan antara kecepatan reaksi lengan dengan frekuensi pukulan lurus pada olahraga karate Ranting Lemkari Kecamatan Mowewe. Pembimbing I Dr.H. Saifu, M.Kes dan pembimbing II La Ode Samura, S.Pd.,M.Pd. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecepatan reaksi lengan dengan frekuensi pukulan lurus pada olahraga karate Ranting Lemkari Kecamatan Mowewe. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada hubungan antara kecepatan reaksi lengan dengan frekuensi pukulan lurus pada olahraga karate ranting lemkari kecamatan mowewe?. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet ranting lemkari kecamatan mowewe yang berjumlah 38 atlet. Adapun penarikan sampel berdasarkan purposive sampling yakni atlet yang dapat melakukan gerakan pukulan lurus dan atlet yang berjenis kelamin putra diperoleh sebanyak 25 atlet yang dijadikan sampel penelitian. Sedangkan instrument yang digunakan untuk mengukur kecepatan reaksi lengan dengan Nelson Reaction Test, dan untuk mengukur frekuensi pukulan lurus dengan tes pukulan lurus selama 60 detik. Data kecepatan reaksi lengan diambil berdasarkan data terbaik dari 2 kali tes, dan data frekuensi pukulan lurus diambil berdasarkan jumlah pukulan kiri-kanan masing-masing selama 60 detik. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis hipotesis yang diajukan adalah dengan menggunakan rumus korelasi product moment pada taraf signifikans 0,05. Hasil yang diperoleh dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikans antara kecepatan reaksi lengan dengan frekuensi pukulan lurus dimana, r xy = 0,68 r tabel pada taraf signifikans 0,05:25 = 0,396. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan reaksi lengan dengan frekuensi pukulan lurus pada olahraga karate ranting lemkari kecamatan mowewe. Kata kunci: kecepatan reaksi lengan, frekuensi pukulan lurus pada olahraga karate xii i ABSTRACT Supriatin (A1E ). The Correlation between Hand Reaction Time with Straight Frecuency at Karate Sport by Lemkari Branch in Mowewe Regency . The first adviser by Mr. H. Saiful and the second adviser by Mr. Ld Samura. Department of physical education health and recreation. The faculty of teacher and education science of Halu Oleo University. The purpose of this study was to determine the correlation between hand reaction time with straight frecuency at karate sport by lemkari branch in Mowewe regency. The problem of this research Is there the correlation between hand reaction time with straight frecuency at karate sport by lemkari branch in Mowewe regency? . The population in this study hook frecuency were all athlet at karate sport by lemkari branch in Mowewe regency totaling 38 athlete. Technique sampling with purposive sampling that is based on consideration of athlet could be taken straight and based on male gender of 25 athlet. Andthen the instrument used to measure of hand reaction time with Nelson Reaction Time test, and to measure the straight frecuency with straight frecuency test by 60 second. The data analysis technique used to analyze the proposed hypothesis by using product moment correlation form at significance level of The results obtained from hypothesis test shows that there is a significance correlation between hand muscle strength with hook frecuency where, rxy = 0.68 significance level of r table at 0.05:25 = This study concluded that there is a significant correlation between hand reaction time with straight frecuency at karate sport by lemkari branch in Mowewe regency. Keyword: hand muscle strength, hook frecuency at boxing sport i xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Eksistensi olahraga di indonesia saat ini telah menunjukan perkembangan yang menggembirakan dan itu bisa dilihat dari berbagai aspek yang menyangkut tentang masalah keolahragaan. Perkembangan keolahragaan yang menyentuh masyarakat disegala bidang, telah menuntut kita untuk senantiasa berpatisipasi di dalamnya dalam bidang apapun, baik itu menyangkut olahraga prestasi, sport education, olahraga kesehatan, teknologi olahraga, pemasaran olahraga, olahraga rekreasi serta masing banyak lagi aspek-aspek keolahragaan yang mestinya kita perhatikan. Dewasa ini perkembangan olahraga di indonesia cukup mendapat perhatian, baik dari segi organisasi maupun pembinaannya, namun demikian masih banyak kendala yang dihadapi untuk perkembangan maupun pembinaannya, terutama masalah pelatih yang baerkaitan dengan peningkatan prestasi. Hal ini dapat dilihat dari beberapa cabang olahraga yang belum mencapai prestasi yang maksimal. Karena itu para pembina khususnya pelatih harus memahami pentingnya pembinaan atau program latihan dan kekurangan yang dimiliki untuk menumbuhkan motivasi dan meningkatkan prestaasi yang optimal. Undang-Undang nomor 3 tentang sistem olahraga nasional, Pasal 1 Ayat 4, menyatakan bahwa olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan prestasi jasmani, rohani dan sosial. Salah satu jenis olahraga yang dapat mendorong, membina serta ii 1 2 mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial adalah olahraga karate. Olahraga dikatakan sebagai salah satu kegiatan dalam pendidikan, karena olahraga karate tidak hanya memberikan latihan fisik dan teknik (jasmani ) saja, tetapi didalamnya terdapat latihan mental, disiplin pribadi, dan tanggung jawab kemasyarakatan lebih diutamakan. Karena dengan latihan tersebut akan membuat seseorang menjadi sportif, bijaksana, berpandangan luas, pandai menghargai orang lain, dan memiliki jasmani yang kuat. Cabang olahraga karate adalah cabang olahraga permainan kontak fisik permainan ini dilakukan oleh salah satu lawan satu yang berlawanan sebagai olahraga cabang karate di mainkan di atas lapangan empat persegi panjang dengan permukaan yang rata baik ditempat terbuka (outdoor) maupun diruangan tertutup ( indoor ), yang bebas dari rintangan. Olahraga karate begitu besar manfaatnya dalam pemeliharaan kondisi fisik agar tetap prima. Oleh karena itu untuk mencapai sesuatu prestasi yang optimal ditentukan oleh banyak faktor, dua faktor diantaranya adalah : (1) penguasan teknik bermain Karate secara individual dan (2) kerja sama tim ( team work ) yang baik antara pemain yang sebuah tim atau regu. Makin sempurna penguasaan teknik setiap pemain dan kerja sama dan tim regu, maka kualitas permainan akan makin baik. Seorang atlet akan mampu mengembangkan potensinya secara optimal apabila memenuhi faktor-faktor sebagai berikut : karakterstik fisik, seperti kekuatan, kecepatan, power, Kecepatan reaksi faktor ini sebagai penunjang penampilan ( performance ), selain faktor fisik juga harus didukung oleh, faktor-faktor psikologis yang iii 3 memungkinkan atlet berhasil dalam suatu kompetisi perlu dikembangkan dan dipertahankan, etika kerja termasuk sikap yang tepat dalam latihan harus disajikan dan kesempatan untuk berkompetisi dengan atlet lain yang setara atau tingkat yang lebih tinggi harus tersedia. Suzuki ( 1975 ) menyatakn bahwa di negara-negara seperti Amerika dan Australia mengembangkan kombinasi teknik-tenik tendangan ( geri ) dengan pukulan (Tzuki) disertai dengan kelincahan gerakan, kecepatan reaksi penggunaan konsentrasi tenaga pada saat gerakan dilakukan. Hal ini menjadi tantangan bagi para pelatih nasional maupun pelatih daerah dalam pembinaan dan latihan untuk mencapai prestasi yang maksimal perlu adanya proses dan latihan yang terstruktur dan berkesinambungan. Karate sebagai salah satu cabang olah raga prestasi, tak luput dari perkembangan IPTEK Olahraga, meski belum bisa dilakukan secara menyeluruh tentang IPTEK olah raga ini, masih banyaknya kendala yang ditemui, sebagai contoh misalnya belum meratanya penyebaran IPTEK Olah raga baik ke tingkat Pengda Forki maupun Perguruan, sehingga masih banyaknya metode konfensional yang masih terpaku dengan sistem pembinaan yang tradisional bahkan sangat fanatik dengan sistem yang ortodok. Sistem tradisional yang masih kental terasa adalah pada sistem latihan yang tidak berpegang pada prinsip - prinsip dasar olah raga prestasi dengan benar. Tidak jarang seorang pelatih ingin menambah porsi latihan anak didiknya dengan menambah durasi latihan, tanpa memperhatikan kualitas latihan, intensitas, skill kontrol dan lain-lain, sehingga hasil yang didapat dari iv 4 latihan kurang nyata keberhasilannya. Untuk itu, Penulis bermaksud untuk membahas tentang analisis cabang olahraga karate yang mecakup tentang komponen - komponen fisik yang mendukung dalam cabang olahraga karate gerak dominan yang dilakukan dalam olahraga karate, otot - otot yang terlibat dalam melakukan gerakan dan juga hubungan kondisi fisik yang akan diterapkan untuk meningkatkan potensi atlet dalam olahraga tersebut. Nakayama (1980) menyatakan bahwa latihan-latihan harus dilaksanakan secara teratur, penuh konsentrasi dan frekuensi pukulan dalam melaksanakan setiap gerakan yang dilakukan. Untuk mendapatkan frekuensi pukulan yang maksimal maka yang diperlukan unsur kemampuan fisik khususnya kecepatan reaksi lengan. Hal ini sesuai dengan pendapat Nakayama (1980) bahwa kecepatan tendangan atau pukulan tidak akan mencapai kecepatan optimal tanpa didukung oleh kecepatan reaksi. Penguasaan keterampilan dalam olahraga beladiri karate sangat diperlukan agar pertandingan dapat berjalan dengan baik, keterampilan tersebut dapat berupa keterampilan individual dan keterampilan penguasaan pertandingan, keterampilan individual meliputi : tendangan, pukulan, tangkisan atau uke dan harai atau sapuan kesemuanya itu untuk mendapatkan point atau angka bagi individu yang melakukannya. Kesalahan atau kegagalan dalam melakukan pukulan berarti hilangnya kesempatan individu untuk mendapatkan angka akan tetapi akan mendapatkan peringatan. Dijelaskan sebelumnya, bahwa peranan pukulan sangat penting dan memiliki kesulitan tersendiri serta terbukanya kesempatan untuk memperoleh v 5 angka, maka diharapkan oleh seorang atlit dapat mengkombinasikan beberapa aspek kondisi fisik diantaranya kecepatan reaksi. Kecepatan reaksi yang dimaksud dalam hal ini adalah kecepatan reaksi lengan. Kecepatan reaksi lengan sangat dibutuhkan dalam melakukan pukulan lurus guna menghasilkan frekuensi pukulan yang optimal dan dengan adanya kecepatan reaksi lengan mampu menghasilkan gerakan yang gesit yang tidak disangka-sangka oleh lawan yang membawa seorang karateka pada kemenangan dan pencapain prestasi yang maksimal. Penelitian ini akan diadakan pada karateka Ranting Lemkari Kecamatan Mowewe, adapun alasan peneliti melakukan penelitian ditempat tersebut yaitu berdasarkan hasil observasi dan wawancara singkat dengan pelatihnya, dimana karateka ditempat tersebut memiliki karakteristik kesehariannya dalam melakukan latihan, di mana para karateka belum memaksimalkan pukulan pada saat pertandingan karate atau pun memanfaatkan kelengahan lawan pada saat bertanding. Dimana para karateka sebenarnya sudah memiliki reaksi dan pukulan yang bagus namun para karateka belum memanfaatkan kecepatan reaksi tersebut dalam melakukan serangan atau diserang. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti memandang perlu untuk mengadakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan oleh kecepatan reaksi lengan terhadap frekuensi pukulan lurus. Adapun judul yang ingin diteliti adalah hubungan kecepatan vi 6 reaksi dengan frekuensi pukulan lurus pada olahraga karate Ranting Lemkari Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka penulis mengemukakan permasalahan apakah ada hubungan kecepatan reaksi dengan frekuensi pukulan lurus pada olahraga karate Ranting Lemkari Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kecepatan reaksi dengan frekuensi pukulan lurus pada olahraga karate ranting lemkari Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur. D. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Untuk memperoleh pengetahuan secara ilmiah sehingga dapat digunakan oleh para pelatih, guru pendidikan jasmani dan kesehatan, pemandu bakat dan bahkan pemerhati olahraga khususnya olahraga karate. b. Untuk dijadikan referensi tentang latihan dalam olahraga karate untuk mencapai prestasi yang maksimal. c. Dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan minat dan bakat anak khususnya dalam olahraga karate. vii BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hakikat Kecepatan Reaksi Seorang atlet karate yang mempunyai gerakan lamban, akan menemui kesulitan dalam mengembangkan gerakannya secara cepat serta dalam hal menghindari atau menangkis serangan lawan secara cepat. Harsono (1988) tentang pengertian kecepatan, bahwa: kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis berturut-turut dalam waktu yang sesingkatnya atau kemampuan menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Abdul Kadir Ateng (1992) bahwa: kecepatan adalah kemampuan individu untuk melakukan gerakan yang sama berulang-ulang dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau jumlah banyaknya gerakan perunit waktu. Sehingga dapat dikatakan bahwa kecepatan merupakan kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan gerak cepat dalam waktu yang relatif singkat. Kecepatan dapat diartikan sebagai kualitas kondisi olahragawan yang memberikan kemungkinan untuk reaksi secepat mungkin terdapat rangsangan, dan kemungkinan mampu menampilkan dalam bentuk gerak secepat mungkin. (Arief Prihastono, 1995) Kecepatan adalah kemampuan kompleks yang diperlukan untuk aksi-aksi motorik cepat dalam waktu sesingkat mungkin. viii 7 8 Dunia olahraga dikenal sebagai jenis kecepatan. Nossek (1982) membagi dalam tiga jenis kecepatan yaitu : kecepatan sprint (sprinting speed), kecepatan reaksi (reaction time), dan kecepatan bergerak (speed of movement). Berdasarkan pendapat yang dikemukakan maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kecepatan adalah kemampuan untuk menempuh jarak tertentu, terutama jarak pendek, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau dengan kata lain bahwa kecepatan adalah suatu kemapuan untuk menggunakan anggota tubuh atau bahagian-bahagian anggota tubuh dalam waktu yang relatif singkat. a. Kecepatan spr
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks