PERBEDAAN RASIO NEUTROFIL/LIMFOSIT PADA PENDERITA APENDISITIS AKUT TANPA PERFORASI DAN DENGAN PERFORASI SKRIPSI

Please download to get full document.

View again

of 28
29 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
PERBEDAAN RASIO NEUTROFIL/LIMFOSIT PADA PENDERITA APENDISITIS AKUT TANPA PERFORASI DAN DENGAN PERFORASI SKRIPSI OLEH I Gede Putu Wegen Wismaya NRP: PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Document Share
Document Transcript
PERBEDAAN RASIO NEUTROFIL/LIMFOSIT PADA PENDERITA APENDISITIS AKUT TANPA PERFORASI DAN DENGAN PERFORASI SKRIPSI OLEH I Gede Putu Wegen Wismaya NRP: PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2017 i PERBEDAAN RASIO NEUTROFIL/LIMFOSIT PADA PENDERITA APENDISITIS AKUT TANPA PERFORASI DAN DENGAN PERFORASI SKRIPSI Diajukan Kepada Program Studi Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran OLEH I Gede Putu Wegen Wismaya NRP: PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2017 ii iii iv v Karya ini dipersembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang tuaku, saudaraku, teman dekat, dan seluruh sejawat serta kampus tercinta FK UKWMS vi KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat, kasih, dan rahmat-nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Perbedaan Rasio Neutrofil/Limfosit Pada Penderita Apendisitis Akut Tanpa Perforasi Dan Dengan Perforasi Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar sarjana kedokteran di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Dalam menyusun skripsi ini, penulis telah banyak menerima dukungan, tenaga, ide, dan bantuan lainnya dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D selaku Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh pendidikan dokter (S1) di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. 2. Yth. Prof. W. F. Maramis, dr., SpKJ (K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, yang vii telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti program pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. 3. Direktur RSUD Dr. M. Soewandhie yang telah memberikan kesempatan dan bantuan fasilitas dalam pembuatan skripsi saya. 4. Prof. Dr. dr. Paul Tahalele, Sp.BTKV (K) selaku Dosen Pembimbing I yang sangat sabar memberikan banyak pengarahan, banyak waktu, masukan, bimbingan, solusi pemecahan masalah, saran, dan motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 5. Titien Rahayu, dr. Sp-PK selaku Dosen Pembimbing II yang sangat sabar memberikan banyak pengarahan, banyak waktu, masukan, bimbingan, solusi pemecahan masalah, saran, dan motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 6. Fransiscus Arifin, dr.,spb.,fics.,finacs selaku Dosen Penguji I yang telah meluangkan waktu dan memberikan saran yang bermanfaat sehingga skripsi ini dapat tersusun dengan baik. 7. Sindrawati, dr.,sppa selaku Dosen Penguji II yang telah meluangkan waktu dan memberikan saran yang bermanfaat sehingga skripsi ini dapat tersusun dengan baik. 8. Taufan Harijanto, dr. Sp-KBD, M.Kes, FINACS selaku Dosen Pembimbing saya sebelumnya yang sangat sabar memberikan viii banyak pengarahan, banyak waktu, masukan, bimbingan, solusi pemecahan masalah, saran, dan motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 9. Gladdy L. Waworuntu, dr., MS selaku Dosen Pembimbing Akademik yang sangat sabar memberikan banyak pengarahan, banyak waktu, masukan, bimbingan, solusi pemecahan masalah, saran, dan motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 10. Yudhiakuari Sincihu, dr., M.Kes selaku Dosen Metodologi Penelitian yang sangat sabar memberikan banyak pengarahan, banyak waktu, masukan, bimbingan, solusi pemecahan masalah, saran, dan motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 11. Staf Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang membantu kelancaran penyusunan dan mengurus alur administrasi skripsi. 12. Kedua orang tua penulis (I Nyoman Windra dan Ni Wayan Wilatri), Adik penulis (Ni Made Putri Widyawati dan I Nyoman Mahendra Guna) yang selalu memberikan motivasi, dukungan, doa, dan saran yang terbaik dalam penggapaian cita-cita penulis. 17. Seluruh teman-teman yang selalu memberikan dukungan doa, motivasi dan semangat agar penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. ix 22. Pihak-pihak yang telah membantu, mendukung, memotivasi dan memberi semangat sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik walaupun di tengah jalan berlangsungnya penelitian ini terjadi pergantian pembimbing I dan rumah sakit tempat penelitian. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan demi perbaikan-perbaikan kedepannya. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Surabaya, 20 November 2017 Penulis x DAFTAR ISI Halaman Halaman Sampul Luar... i Halaman Sampul Dalam... ii Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah... iii Halaman Persetujuan... iv Surat Pernyataan Keaslian Penelitian... v Halaman Persembahan... vi Kata Pengantar... vii Daftar Isi... xi Daftar Lampiran... xvii Daftar Tabel... xviii Daftar Gambar... xxi Ringkasan... xxii Abstrak... xxv Abstract... xxvii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian... 7 xi 1.4.1 Tujuan Umum Tujuan Khusus Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Manfaat Praktis... 8 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Apendiks Anatomi Apendiks Histologi Apendiks Fisiologi Apendiks Definisi Apendisitis Akut Epidemologi Apendisitis Etiologi Apendisitis Stadium Apendisitis Patologi Apendisitis Patogenesis Apendisitis Diagnosis Apendisitis Manifestasi Klinis Apendisitis Pemeriksaan Fisik Apendisitis Skor Alvarado Pemeriksaan Laboratorium xii Pemeriksaan Radiologis Tatalaksana Komplikasi Prognosis Leukosit Pembentukan Leukosit Sel Neutrofil Sel Limfosit Kelainan Jumlah Leukosit Pemeriksaan Leukosit Peradangan Hubungan Apendisitis Akut dengan Rasio Neutrofil/Limfosit Dasar Teori BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1 Kerangka Konseptual Hipotesis Penelitian BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian xiii 4.2 Identifikasi Variabel Penelitian Variabel Independen Variabel Dependen Definisi Operasional Variabel Penelitian Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi Sampel Teknik Pengambilan Sampel Kriteria Inklusi Kriteria Eksklusi Besar Sampel Lokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian Waktu Penelitian Kerangka Konsep Penelitian Prosedur Pengumpulan Data Bahan dan Alat Jenis Data Cara Kerja Teknik Analisis Data Kelayakan Etik xiv BAB 5 PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN 5.1 Karakteristik Lokasi Penelitian Pelaksanaan Penelitian Hasil dan Analisis Penelitian Identifikasi Penderita Apendisitis Akut Tanpa Perforasi dan Dengan Perforasi Identifikasi Hasil Laboratorium Neutrofil/Limfosit Penderita Apendisitis Akut Tanpa Perforasi dan Dengan Perforasi Perbedaan Rasio Neutrofil/Limfosit Penderita Apendisitis Akut Tanpa Perforasi dan Dengan Perforasi BAB 6 PEMBAHASAN 6.1 Identifikasi Penderita Apendisitis Akut Tanpa Perforasi dan Dengan Perforasi Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia Identifikasi Hasil Laboratorium Neutrofil/Limfosit Penderita ApendisitisAkut Tanpa Perforasi dan Dengan Perforasi Perbedaan Rasio Neutrofil/Limfosit Penderita Apendisitis Akut Tanpa Perforasi dan Dengan Perforasi Keterbatasan Penelitian xv BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan Saran Daftar Pustaka Lampiran xvi DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.Hasil Data SPSS Lampiran 2. Data Sebelum SPSS Lampiran 3.Surat Ijin Penelitian Lampiran 4. Kode Etik xvii DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Skor Alvarado Tabel 2.2 Persentase jenis-jenis leukosit Tabel 4.1 Definisi Operasional Penelitian Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Penelitian Tabel 5.1 Diagnosis Pasien Apendisitis Akut di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari 2016-Agustus Tabel 5.2 Jenis Kelamin Pasien Apendisitis Akut Tanpa Perforasi dan Dengan Perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari 2016-Agustus Tabel 5.3 Jenis Kelamin Pasien Apendisitis Akut Tanpa Perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari Agustus Tabel 5.4 Jenis Kelamin Pasien Apendisitis Akut Dengan Perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari 2016-Agustus Tabel 5.5 Rentang Usia Pasien Apendisitis Akut Tanpa Perforasi Dan Dengan Perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari 2016-Agustus Tabel 5.6 Rentang Usia Pasien Apendisitis Akut Tanpa Perforasi xviii di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari Agustus Tabel 5.7 Rentang Usia Pasien Apendisitis Akut Dengan Perforasi Di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari Agustus Tabel 5.8 Distribusi Kasus Apendisitis Akut Menurut Jumlah Leukosit Pada Pasien Apendisitis Akut Dengan Perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari Agustus Tabel 5.9 Distribusi Mean, Median, Modus, Standar Deviasi Pada Pasien Apendisitis Akut Tanpa Perforasi dan Dengan Perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari Agustus Tabel 5.10 Distribusi Mean, Median, Modus, Standar Deviasi Pada Pasien Apendisitis Akut Tanpa Perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari 2016-Agustus Tabel 5.11 Distribusi Mean, Median, Modus, Standar Deviasi Pada Pasien Apendisitis Akut Dengan Perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabya Periode Januari 2016-Agustus xix Tabel 5.12 Distribusi Rasio Neutrofil/Limfosit Pada Pasien Apendisitis Akut Tanpa Perforasi dan Dengan Perforasi RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya Periode Januari 2016-Agustus xx DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Posisi Apendiks Gambar 2.2 Abdomen Gambar 3.1 Skema Kerangka Konseptual Gambar 4.1 Skema Kerangka Kerja Penelitian xxi RINGKASAN PERBEDAAN RASIO NEUTROFIL/LIMFOSIT PADA PENDERITA APENDISITIS AKUT TANPA PERFORASI DAN DENGAN PERFORASI DI RSUD DR. M. SOEWANDHIE SURABAYA I Gede Putu Wegen Wismaya NRP : Apendisitis akut adalah peradangan dari apendiks vermiformis dan merupakan penyebab akut abdomen yang paling sering. Peradangan terjadi akibat infeksi mikroorganisme yang masuk ke lapisan submukosa apendiks dan akhirnya melibatkan seluruh lapisan dindingnya. Peradangan akut dapat menimbulkan sumbatan lumen apendiks, sehingga menyebabkan bendungan darah vena dan penutupan arteri. Diagnosis pada apendisitis dapat didasarkan pada gejala klinis, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan radiologi. Bila diagnosis klinis sudah jelas, tindakan paling tepat adalah apendektomi. Pemeriksaan jumlah leukosit membantu menegakan diagnosis apendisitis akut. Pada kebanyakan kasus terdapat leukositosis, terlebih pada kasus dengan komplikasi. Adanya sel xxii neutrofil yang fungsinya sebagai sistem pertahanan tubuh, maka dalam keadaan infeksi akut terjadi peningkatan jumlah neutrofil sehingga jumlah leukosit meningkat. Selain neutrofil dilakukan penghitungan limfosit karena limfosit mempunyai kedudukan penting dalam sistem imunitas tubuh. Salah satu respons fisiologis pada sistem imunitas terhadap apendisitis akut adalah peningkatan jumlah neutrofil dan penurunan jumlah limfosit. Akibat peningkatan jumlah neutrofil serta penurunan jumlah limfosit akan meningkatkan nilai rasio absolut antara neutrofil dan limfosit jika dibandingkan dengan pasien tanpa reaksi inflamasi sistemik. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan metode studi cross sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Jumlah sampel yang digunakan adalah 62 pasien, dengan rincian 31 apendisitis akut tanpa perforasi dan 31 apendisitis akut dengan perforasi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekskluasi. Analisis perbedaan rasio neutrofil/limfosit pada pasien apendisitis akut tanpa perofrasi dan dengan perforasi menggunakan uji statistik komparas Fisher s Exact Test, p value yaitu 0.000 0.05 dan koefisien kontingensi yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio xxiii neutrofil/limfosit pada pasien apendisitis akut tanpa perforasi dan dengan perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. xxiv ABSTRAK PERBEDAAN RASIO NEUTROFIL/LIMFOSIT PADA PENDERITA APENDISITIS AKUT TANPA PERFORASI DAN DENGAN PERFORASI I Gede Putu Wegen Wismaya NRP : Apendisitis akut adalah peradangan dari apendiks vermiformis dan merupakan penyebab akut abdomen yang paling sering. Peradangan terjadi akibat infeksi mikroorganisme yang masuk ke lapisan submukosa apendiks dan akhirnya melibatkan seluruh lapisan dindingnya. Peradangan akut dapat menimbulkan sumbatan lumen apendiks, sehingga menyebabkan bendungan darah vena dan penutupan arteri. Salah satu respons fisiologis pada sistem imunitas terhadap apendisitis akut adalah peningkatan jumlah neutrofil dan penurunan jumlah limfosit. Akibat peningkatan jumlah neutrofil serta penurunan jumlah limfosit akan meningkatkan nilai rasio absolut antara neutrofil dan limfosit. Tujuan: mengetahui perbedaan rasio neutrofil/limfosit pada penderita apendisitis akut tanpa perforasi dan dengan perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya.Metode: Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan studi penelitian cross sectional, pengambilan sampel dilakukan dengan metode analisis kategorik berpasangan. Jumlah sampel yang digunakan adalah 62 pasien, dengan rincian 31 apendisitis akut tanpa perforasi dan 31 apendisitis akut dengan perforasi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekskluasi pada periode Januari 2016-Agustus Penelitian dilakukan di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 sampai Sabtu, 30 September Hasil: Analisis perbedaan rasio neutrofil/limfosit pada pasien apendisitis akut tanpa perofrasi dan dengan perforasi menggunakan uji statistik komparasi Fisher s Exact Test, p value yaitu 0.000 0.05 dan koefisien kontingensi Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio neutrofil/limfosit pada pasien apendisitis akut tanpa perforasi dan dengan perforasi di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. xxv Kata kunci: rasio neutrofil/limfosit, apendisitis akut tanpa perforasi, apendisitis akut dengan perforasi xxvi ABSTRACT THE DIFFRENCE OF NEUTROPHIL/LYMPHOCYTE RATIO IN PATIENTS WITH ACUTE APPENDICITIS WITHOUT PERFORATION AND WITH PERFORATION I Gede Putu Wegen Wismaya NRP : Acute appendicitis is an inflammation of the appendix vermiformis and is the most frequent cause of acute abdominal. Inflammation occurs due to microorganisms infection that enter the submucosal layer of the appendix and eventually involves all layers of the appendix wall. Acute inflammation can lead to an appendix lumen obstruction, resulting in venous blood engorgement and arterial stenosis. One of the acute appendicitis physiological response from the immune system is an increasing of neutrophils and decreasing of lymphocytes. The result of increasing neutrophils and decreasing lymphocyte are increasing the absolute ratio between neutrophils and lymphocytes. Objective: To know the difference of neutrophil / lymphocyte ratio in patients with acute appendicitis without perforation and with perforation at Dr. M. Soewandhie District General Hospital Surabaya. Method: This research is an analytical research with cross sectional study, with paired categorical analysis sampling method. Respondent of this research is 62 patients, which consist of 31 patients acute appendicitis without perforation and 31 patients acute appendicitis with perforation that fulfilled inclusion and exclusion criteria in January 2016-August This research was conducted at Dr. M. Soewandhie District General Hospital Surabaya from Saturday, August 19th, 2017 until Saturday, September 30th, Result: the difference of neutrophil / lymphocyte ratio in acute appendicitis patient without perofration and with perforation analyze by using Fisher s Exact Test comparative statistic test, p value 0.05 and contingency coefficient Conclusion: There is a significant difference between the ratio of neutrophils / lymphocytes in patients with acute xxvii appendicitis without perforation and with perforation at Dr. M. Soewandhie Regional District General Surabaya. Keywords: neutrophil / lymphocyte ratio, acute appendicitis without perforation, acute appendicitis with perforation. xxviii
Search Related
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks