PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI KELURAHAN PULAU ABANG KECAMATAN GALANG KOTA BATAM TAHUN 2016 NASKAH PUBLIKASI

Please download to get full document.

View again

of 29
473 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI KELURAHAN PULAU ABANG KECAMATAN GALANG KOTA BATAM TAHUN 2016 NASKAH PUBLIKASI Oleh: MUHAMMAD AMIN ALI NIM : PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS
Document Share
Document Transcript
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI KELURAHAN PULAU ABANG KECAMATAN GALANG KOTA BATAM TAHUN 2016 NASKAH PUBLIKASI Oleh: MUHAMMAD AMIN ALI NIM : PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DANILMU POLITIK UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI TANJUNGPINANG 2017 PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI KELURAHAN PULAU ABANG KECAMATAN GALANG KOTA BATAM TAHUN 2016 MUHAMMAD AMIN ALI Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Danilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji A B S T R A K Pariwisata di daerah-daerah sangatlah banyak bila mampu memanfaatkan potensi-potensi yang ada, pemerintah dan masyarakat daerah saling membantu dalam pengembangannya tersebut sehingga akan mengangkat segi ekonomi, budaya dan pendidikan daerah itu. Dari beberapa tempat wisata yang ada di Kota Batam, pulau abang memiliki potensi wisata yang sangat besar, bahkan keindahan bawah laut Pulau Abang di Kecamatan Galang Kota Batam di nilai tidak kalah dibandingkan dengan Bunaken atau Raja Ampat di wilayah Timur Indonesia. Permasalahan utama yang menghambat pariwisata di daerah ini adalah kurangnya pembangunan infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Di Kelurahan Pulau Abang Kecamatan Galang Kota Batam Tahun Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Dalam penelitian ini informan berjumlah 10 orang Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Di Kelurahan Pulau Abang Kecamatan Galang Kota Batam Tahun 2016 belum berjalan optimal, hal ini dikarenakan Sumber listrik dan energi belum memadai hal ini dilihat dari listrik sudah tersedia namun belum memadai, karena belum bisa hidup 24 jam kemudian untuk pembangunan jaringan komunikasi masih sangat kurang, wisatawan tidak bisa melakukan komunikasi melalui telpon genggam maupun mengakses internet jika berada di Pulau Abang dan jalan yang ada di Pulau Abang masih sangat kurang, masyarakat selama ini sudah mencoba memberikan masukan lewat kegiatan musrenbang namun belum mendapat tanggapan yang serius dari pemerintah Kata Kunci : Pembangunan Infrastruktur, Pariwisata 1 A B S T R A C T Tourism in these areas is very much when it is able to harness the potentialities that exist, Government and public areas help each other in the development so that it will lift in terms of economy, culture and education. From some of the existing tourist spots in Batam city, island brothers has a huge tourism potential, even the underwater beauty of the island's elder brother in Batam city in Galang did not lose value compared to Bunaken or Raja Ampat in eastern Indonesia. The main problems that hinder tourism in this area is the lack of infrastructure development. The purpose of this research is to know the Development of tourism Infrastructure In Villages of the island of Galang sub district Brother Batam city In this study the author uses Descriptive types of Qualitative research. In this study informants amounted to 10 people Based on the research results then can be drawn the conclusion that the development of tourism Infrastructure In Villages of the island of Galang sub district of Batam city Brother 2016 has not run optimally, this is because the source of power and energy are not yet adequately it is seen from the electricity is available but is not adequate, because it can not live 24 hours later for the construction of a communications network is still very lacking, travelers cannot do communication via mobile phone or access the internet if it is on the island's brother, and the existing road on the island of Brother still very less, the community for it's already trying to provide input through the activities of the musrenbang but haven't got a serious response from the Government Keywords: Construction Of The Infrastructur, Tourism 2 A. PENDAHULUAN Latar Belakang Pariwisata memiliki peran yang besar dalam pembangunan nasional. Karena selain menghasilkan pendapatan dan sekaligus sebagai penghasil devisa, sektor pariwisata berkaitan erat dengan penanaman modal asing. Turis-turis yang datang ke Indonesia adalah termasuk mereka yang berhubungan bisnis dengan Indonesia. Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata atau menyediakan atau mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha barang pariwisata dan usaha lain yang terkait dengan bidang tersebut. Industri pariwisata adalah suatu susunan organisasi, baik pemerintah maupun swasta, yang terkait dalam pengembangan, produksi dan pemasaran produk suatu layanan untuk memenuhi kebutuhan dari orang yang sedang berpergian. Pariwisata di daerah-daerah sangatlah banyak bila mampu memanfaatkan potensi-potensi yang ada, pemerintah dan masyarakat daerah saling membantu dalam pengembangannya tersebut sehingga akan mengangkat segi ekonomi, budaya dan pendidikan daerah itu. Pariwisata sangatlah mampu dalam mengatasi masalah kesejahteraan bila dikembangkan secara propesional. (Deddy Prasetya Maha Rani : 2014) Wisata Bahari diartikan sebagai sebuah wisata dimana tempat wisata tersebut didominasi perairan dan kelautan. Wisata Bahari juga berarti sebuah kegiatan untuk menikmati keindahan dan keunikan pesisir pantai dan juga lautan. Wisata Bahari adalah kegiatan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem alam khususnya pantai dan lautan. Jenis wisata kelautan akan memiliki dampak secara langsung pada warga masyarakat di sekitar pantai dan lautan. Warga sekitar bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari menawarkan jasa maupun produk kepada wisatawan. Adapun sektor ekonomi juga akan bergerak ke arah positif seiring dengan semakin cepatnya perputaran uang dan jasa di suatu wilayah. Wisata bahari adalah jenis minat khusus yang memiliki aktivitas yang berkaitan dengan kelautan. Wisata pantai termasuk pada kegiatan wisata bahari atau wisata kelautan. Adapun yang dimaksud dengan wisata pantai atau wisata bahari adalah wisata yang objek dan daya tariknya bersumber dari potensi bentang laut maupun bentang darat pantai. Indonesia sendiri merupakan Negara Kepulauan yang memiliki wilayah yang sangat luas membentang dari Sabang sampai Merauke dan memiliki keanekaragaman suku bangsa dan kebudayaan. Indonesia juga memiliki banyak potensi pariwasata yang sangat potensial untuk di kembangkan. (Oktaviani Ramenusa : 2015 : 574) Di dalam pengembangan suatu wilayah, infrastruktur memiliki peran sebagai mediator antara sistem ekonomi dan sosial di dalam tatanan kehidupan manusia dengan lingkungan alam. Pembangunan infrastruktur merupakan suatu strategi dalam penyediaan sarana dan prasarana. Peran infrastruktur tidak hanya berpengaruh pada pengembangan wilayah, tetapi juga pada bidang kepariwisataan. Infrastruktur berperan sangat penting dalam mendorong kualitas wisata itu sendiri serta pada lingkungan sekitarnya. Ketersediaan infrastruktur penunjang pariwisata yang dapat melayani kebutuhan para wisatawan. Fasilitas penunjang wisata sebagai aspek pendukung pariwisata sangat mendukung keberhasilan pariwisata karena memberikan kemudahan pelayanan bagi wisatawan dalam menikmati perjalanan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 17 Tahun 2001 Tentang Kepariwisataan Di Kota Batam menjelaskan bahwa dengan semakin meningkatnya penyelenggaraan usaha kepariwisataan yang mempunyai dampak kepada kehidupan sosial dan budaya bangsa, maka Pemerintah Kota Batam perlu mengadakaan penataan, pembinaan dan penertiban serta pengendalian yang terarah terhadap usaha kepariwisataan di Kota Batam. Atas dasar tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau, menyusun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah yang membagi Batam ke dalam tiga zona agar pengembangan industri pariwisata di daerah itu terfokus. Batam dibagi dalam tiga Kawasan Pembangunan Pariwisata (KPP), yaitu KPP Pulau Batam, KPP Pulau Bulang dan Pulau Belakangpadang serta KPP Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Namun hal ini masih agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Rippda). Salah satunya adalah Infrastruktur agrowisata, minat khusus dan bahari di sekitar Pulau Galang dan Pulau Galang Baru sudah mulai terbangun, seperti sudah adanya perkebunan buah naga, wisata menyelam Pulau Abang. Letak kota Batam sangat strategis yaitu dekat dengan negara Singapura dan Malaysia. Di kota terdapat banyak pusat perbelanjaan dan berbagai destinasi tempat wisata Batam Kota yang menarik sehingga membuat wisatawan asing gemar mengunjungi kota yang satu ini. Oleh sebab itulah kota batam sangat terkenal dengan perkembangan yang sangat pesat. Pariwisata dikembangkan di suatu daerah dengan berbagai alasan utama adalah untuk 4 menghasilkan manfaat ekonomi dan masuknya devisa bagi daerah dan negara,peningkatan dan pendapatan masyarakat dan pemerintah. Pariwisata juga mendorong proses perlindungan terhadap suatu lingkaran fisik maupun sosial budaya dari masyarakat setempat, karena hal tersebut merupakan asset yang dapat dijual kepada wisatawan dan jika ingin berlanjut maka harus di pertahankan. Dengan adanya pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana sektor pariwisata khususnya wisata alam, wisata budaya, dan pariwisata pantai, pemerintah berusaha untuk meningkatkan pandapatan asli daerahnya terutama yang bersumber dari sektor pariwisata. Selama ini diketahui bahwa 20 persen dari PAD Batam disumbangkan sektor pariwisata. pada tahun 2013, kontribusi pariwisata sebanyak 18 persen atau Rp106 miliar dan pada 2014 meningkat menjadi Rp127 miliar atau 21,02 persen. Selain terkenal dengan industrinya, kota Batam juga terkenal dengan potensi wisatanya. Hal inilah yang menjadikan Batam kota ke 3 terbesar dalam jumlah kunjungan Mancanegara setelah Jakarta dan Bali. Adapun potensi wisata berikut 1. Wisata Budaya 2. Wisata Bahari 3. Wisata Olahraga 4. Wisata Belanja 5. Wisata Sejarah 6. Wisata Kuliner 7. Wisata Religi 8. Wisata Perkebunan dan Ekowisata 9. Wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) Dari beberapa tempat wisata yang ada di Kota Batam, pulau abang memiliki potensi wisata yang sangat besar, bahkan keindahan bawah laut Pulau Abang di Kecamatan Galang Kota Batam di nilai tidak kalah dibandingkan dengan Bunaken atau Raja Ampat di wilayah Timur Indonesia. Pemerintah Pusat sudah menetapkan Perairan Pulau Abang sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional karena keindahan taman bawah lautnya. Wilayah Pulau Abang terdiri dari beberapa pulau kecil dan sebagian besar perairan termasuk dalam Taman Konservasi Terumbu Karang. Pulau Abang terletak di Kecamatan Galang, Kabupaten Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau potensi Blue Coral Pulau Abang dinobatkan sebagai wisata bahari spesial karena memiliki pantai yang cantik dan Blue Coral, yang merupakan terumbu karang indah yang hanya dapat ditemukan pada beberapa tempat di Indonesia. Pulau Abang yang berada di Selatan Kota Batam, tepatnya paling ujung Pulau Galang dimasukan dalam daftar destinasi wisata nasional Keindahan wisata Pulau Abang bisa disejajarkan dengan wisata pantai Bali dan daerah lainnya di Indonesia. 5 Pulau Abang adalah sebuah pulau kecil yang berada di sebelah selatan kota Batam, provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran kurang lebih x m, dan berjarak lebih kurang 50 km dari daerah Muka-kuning pulau Batam. Pulau Abang ini dapat dituju dengan menggunakan perahu bot atau lebih dikenal bot pompong dari jembatan 6 Barelang (kurang lebih 12 km dari sini). Pulau Abang merupakan tempat wisata laut yang sedang dikembangkan oleh pemerintah kota Batam dan akan dijadikan salah satu daya tarik program Visit Batam Lokasi yang merupakan salah satu daya tarik di Kepulauan Abang adalah Pulau Dedap, Pulau Pengalap, Pulau Hantu, Pulau Rano. (Dokumen Dinas Pariwisata Kota Batam, 2016) Pemerintah menyerahkan pengelolaan wisata bahari di Pulau Abang kepada masyarakat. Pengelolaan diserahkan kepada kelompok sadar wisata, Namun tetap diawasi oleh pemerintah. Pemerintah Kota Batam membangun panggung tempat pertunjukan budaya, toilet dan pelantar di Pulau Abang. Dan pemerintah pusat, melalui APBN membangun empat unit tempat menginap (homestay) dan alat-alat selam, bantuan yang diberikan pemerintah pusat langsung ke masyarakat. Kelompok sadar wisata, juga sudah menambah fasilitas 15 unit penginapan bagi pecinta wisata bahari. Fasilitas di pulau Abang masih terbilang cukup minim. Namun di pulau ini telah tersedia beberapa penginapan bagi Anda yang berencana untuk menginap. Selain itu, terdapat beberapa warung yang menjajakan berbagai makanan, baik makanan berat maupun makanan ringan. Berdasarkan penelitian terdahulu tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Di Kelurahan Pulau Abang Kecamatan Galang Kota Batam Tahun yang tejadi dilapangan telah adanya upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah khususnya pemerintah Kota Batam dalam membangkitkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat Kelurahan Pulau Abang dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata serta memberikan fasilitas sarana dan prasarana penunjang pariwisata, selanjutnya terciptanya kemandirian masyarakat. (Mariana, 2016) Wisata Pulau Abang ini sangat cocok bagi wisatawan yang suka menyelam (diving), memancing dan menjelajah perairan yang sangat indah dengan pemandangannya. Pulau Abang sendiri juga terlihat sangat hijau, karena hingga kini masih terjaga seperti aslinya. Namun Pulau kecil yang berpotensi dijadikan kawasan wisata masih susah diakses dengan alat transportasi laut yang modern. Pulau Abang salah satunya juga seperti itu, belum dikelola secara baik dan tidak ada sarana 6 pendukung objek wisata itu. Berikut jumlah data kunjungan wisatawan di Pulau Abang, dalam 2 tahun terakhir jumlah wisatawan di Pulau Abang mengalami penurunan hal ini dikarenakan berbagai faktor termasuk masih ada infrastruktur yang harus di benahi oleh pemerintah daerah serta pengelola. Pada tahun 2014 pemerintah daerah pernah membantu 4 buah homestay untuk penginapan, namun ini saja tidak mampu membuat wisatawan yang datang bertambah. Tujuan utama wisatawan datang ke Pulau Abang adalah untuk bisa ber snorkelling dengan keindahan taman bawah laut. Dengan beberapa Pulau Abang Snorkelling pulau seperti pulau Choi, pulau Dedap, pulau Rano, pulau Hantu, pulau Pengalap, pantai Pasir Merah. Kegiatan utama dari Wisata Kepri di Batam Pulau Abang adalah snorkelling atau melihat lihat keindahan dari taman taman bawah laut yang menampilkan terumbu karang yang menarik dan di hiasi berbagai bentuk, ukuran dan warna warna dari banyak mahluk laut. Terumbu karang ada juga yang langka dan terumbu karang ini sangat dibutuhkan kehadirannya oleh berbagai macam mahluk hidup laut, sebagai sarang dan juga tempat makanan mereka. Hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) warga Kelurahan Pulau Abang menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi, ada dua persoalan mendasar yang terjadi di kelurahan berpenduduk jiwa tersebut. Yakni mengenai rumah tidak layak huni dan kurangnya dermaga. Kemudian dalam Musrenbang juga masyarakat meminta bantuan alat snorkeling dan diving. Peralatan ini dinilai penting untuk menunjang pariwisata di tempat tersebut. (Info-anggaran.com/ensiklopedia/ musyawarah-perencanaan-danpembanguna-desa) Pemerintah Kota Batam mengakui kawasan wisata menyelam, Perairan Pulau Abang di Kota Batam Kepulauan Riau, belum dilengkapi infrastruktur pariwisata yang memadai sehingga menyulitkan pelancong yang hendak menikmati keindahan terumbu karang dan alam bawah air. Pengelolaannya pun belum profesional sehingga masih sulit untuk dijadikan paket wisata untuk wisatawan mancanegara. Di gugusan pulau itu juga belum terdapat penginapan yang memadai. Saat ini, 'length of stay' wisman di Batam hanya 3,8 hari. Jauh lebih pendek dibanding Bali. Gugusan Pulau Abang memiliki 15 hektare kawasan terumbu karang. Di sana terdapat 122 spesies ikan karang dan 163 spesies karang, termasuk blue coral yang langka di dunia. Jika ingin ke Pulau Abang, wisatawan harus menyewa kapal milik nelayan atau warga sekitar dengan harga relatif mahal. Karenanya wisata Pulau Abang belum terlalu diminati masyarakat. Pengelolaannya pun belum profesional sehingga masih sulit untuk dijadikan paket wisata untuk 7 wisatawan mancanegara. Di gugusan pulau itu juga belum terdapat penginapan yang memadai. (http://www.antarakepri.com, terbit 25 Juli 2015) Permasalahan utama yang menghambat pariwisata di daerah ini adalah kurangnya pembangunan infrastruktur. Masyarakat Pulau Abang Kecamatan Galang berharap aliran listrik dapat menyala lebih lama. Banyak pengunjung Pulau Abang yang ingin menginap di kawasan wisata bahari tersebut tapi membatalkan niatnya akibat listrik hanya sampai tengah malam. Kemudian Selain masalah listrik, warga juga meminta perhatian pemerintah terkait infrastruktur pelabuhan atau dermaga. Pelabuhan yang ada saat ini dinilai tidak layak untuk kegiatan pariwisata. Karena pengunjung akan sulit naik dan turun kapal ketika air sedang surut. Infrastruktur sebagai salah satu faktor penting pada pengembangan pariwisata. Dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pengunjung tentunya akan meningkatkan jumlah pengunjung yang berkunjung pada kawasan wisata tersebut. Penyediaan infrastruktur yang baik perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing kawasan wisata tersebut. Saat ini masih banyak kawasan wisata di Indonesia yang masih belum menyediakan infrastruktur pendukung kawasan wisata yang memadai. Untuk itu pada pengembangan pariwisata perlu adanya perencanaan penyediaan infrastruktur yang memadai untuk kawasan wisata. Prasarana wisata adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanannya di daerah tujuan wisata, seperti jalan, listrik, air, telekomunikasi, terminal, jembatan, dan lain sebagainya. Pembangunan prasarana wisata yang mempertimbangkan kondisi dan lokasi akan meningkatkan aksesibilitas suatu objek wisata yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan daya tarik objek wisata itu sendiri. Di samping berbagai kebutuhan yang telah disebutkan di atas, kebutuhan wisatawan yang lain juga perlu disediakan di daerah tujuan wisata, seperti bank, apotik, rumah sakit, pom bensin, pusat-pusat perbelanjaan, barbier, dan sebagainya. Berbagai sarana wisata yang harus disediakan di daerah tujuan wisata adalah hotel, biro perjalanan, alat transportasi, restoran dan rumah makan serta sarana pendukung lainnya. Tak semua objek wisata memerlukan sarana yang sama atau lengkap. Pengadaan sarana wisata tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Dari latar belakang diatas, maka penulis bermaksud meneliti lebih lanjut dalam bentuk penulisan usulan penelitian dengan memilih judul penelitian: Pembangunan 8 Infrastruktur Pariwisata Di Kelurahan Pulau Abang Kecamatan Galang Kota Batam Tahun B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dari itu yang menjadi permasalahan di dalam penelitian ini dirumuskan sebagi berikut : Bagaimana Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Di Kelurahan Pulau Abang Kecamatan Galang Kota Batam Tahun 2016? C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Di Kelurahan Pulau Abang Kecamatan Galang Kota Batam Tahun Kegunaan Penelitian Kegunaan Akademis Sebagai salah satu syarat guna penyelesaian Studi S1 ilmu Pemerintahan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji. 3. Kegunaan Teoritis Diharapkan dapat menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan di bidang implementasi (pelaksanaan kebijakan) pemerintahan serta dapat di jadikan bahan acuan untuk masa yang akan datang bagi yang ingin melakukan D. Konsep Operasional penelitian mengenai Peranan Pemerintah Kota Batam Dalam Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Di Kelurahan Pulau Abang Kecamatan Galang Kota Batam Tahun 2016 Konsep Operasio
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks