METODE PSIKOTERAPI ISLAM MENURUT SAMSUL MUNIR AMIN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Please download to get full document.

View again

of 70
349 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
METODE PSIKOTERAPI ISLAM MENURUT SAMSUL MUNIR AMIN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Document Share
Document Transcript
METODE PSIKOTERAPI ISLAM MENURUT SAMSUL MUNIR AMIN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam Disusun Oleh : AMAR AKBAR NIM JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2016 MOTTO $pκš r' tƒâ $ Ζ9$#ô s%νä3ø?u!$y_ πsàïãöθ Β ÏiΒöΝà6În/ Ö!$xÏ uρ$yϑïj9 ÎûÍ ρß Á9$# Y èδuρ πuη qu uρt ÏΨÏΒ σßϑù=ïj9 Artinya: Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakitpenyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Yunus: 57) pada hari Rabu, 11 Mei 2016, pukul 22:05 WIB. PERSEMBAHAN SKRIPSI INI DIPERSEMBAHKAN UNTUK ALMAMATER TERCINTA JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA ABSTRAK Amar Akbar. Konsep Psikoterapi Islam Menurut Samsul Munir Amin dan Implementasinya dalam Pendidikan Agama Islam. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Penelitian berlatar belakang dari permasalahan remaja serta dampak sains dan teknologi yang berkaitan dengan masalah psikologi seakan menggeser ruang religius dan psikologi manusia, sehingga banyak dari mereka yang terjatuh ke dalam ketegangan mental. Munculnya ketegangan mental serta pribadi remaja yang pasif dan condong ke arah perilaku yang negatif, dikarenakan pendidikan yang masih kurang tegas dan akurat dalam memberikan pengarahan dan penekanan di dalam membina dan mendidik para pelajar. Jiwa dan hati yang senantiasa bernafaskan Al-Qur an dan As-Sunnah, adalah pondasi yang sangat mendasar sekaligus penting bagi pelajar dalam membentuk pribadi yang Islami. Dari hal tersebut, Pendidikan Agama Islam sangat berperan dalam pembentukan karakter seorang pelajar. Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang ada adalah bagaimana konsep psikoterapi Islam, kemudian implementasi psikoterapi Islam dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Studi Pustaka (Library Reseach). Studi pustaka adalah penelitian yang teknik pengumpulan datanya dilakukan di lapangan (perpustakaan) dengan didasarkan atas pembacaanpembacaan terhadap beberapa literatur yang memiliki informasi serta memiliki relevansi dengan topik penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi (Content Analisis), metode ini merupakan analisis ilmiah mengenai isi pesan sebuah pemikiran. Dalam konteks ini, peneliti fokus terhadap pemikiran dan karya dari Samsul Munir Amin. Data tersebut dianalisa kemudian diselaraskan dengan sebuah konsep yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, dan mencoba memasukkannya ke dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Hasil dari penelitian ini menunjukkan: 1) Konsep psikoterapi Islam memberikan penanganan dan solusi terhadap problema peserta didik khususnya dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Islam, sesuai dengan tingkat kebutuhan dari masing-masing peserta didik. Psikoterapi Islam menawarkan konsep keseimbangan antara kebutuhan fisik dan jiwa, dengan senantiasa istiqomah sebagai hamba Allah serta berupaya dalam pengembangan diri, seperti membersihkan jiwa, meningkatkan derajat, menumbuhkan akhlak yang mulia dan meningkatkan potensi sebagai kholifah di muka bumi. 2) Implementasi psikoterapi Islam dalam Pendidikan Agama Islam mengambil peranan yang besar terhadap perkembangan pendidikan anak, ia berperan penting dalam menjaga, mengarahkan, nilai edukatif dan pengendali lingkungan pendidikan yang akan membentuk generasi yang berjiwa sehat. Dengan konsep ketaatan dalam beragama yang ditawarkan oleh psikoterapi Islam, diharapkan menjadi benteng kokoh untuk mencegah dan melindungi dari ketegangan mental. Kata Kunci : Psikoterapi Islam, Pendidikan Agama Islam, Kesehatan Jiwa. KATA PENGANTAR الله ا ا إ ن ا ( ) ( ) ه و & ' و & % ه و !ذ ور أ و ت أ 1 0 / ) ه الله ' و ھ د ي ' و أ / ) أ ن 3 إ ' إ 3 الله و ) ه 3 0 ' و أ / ) أ ن ( )ا 1 : ) ه و ر! '. Sesungguhnya pujian seluruhnya hanya milik Allah SWT. Kepada-Nya kita memuji, meminta pertolongan, memohon ampun, dan kita memohon perlindungan dari kejahatan diri kita serta keburukan amal kita. Dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan yang paling agung. Semoga kita termasuk umat yang mendapatkan syafaat di yaumul qiyamah nanti. Penyusunan skripsi ini merupakan kajian mengenai Konsep Psikoterapi Islam dan Implementasinya dalam Pendidikan Agama Islam. Peneliti menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti mengucapkan rasa terima kasih kepada : 1. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Ketua dan sekertaris Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3. Bapak Drs. Mujahid, M.Ag. selaku Dosen Penasehat Akademik. 4. Bapak Drs. H. Sarjono, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Skripsi. 5. Keluarga tercinta Bapak Sami un Alim (Abi), Ibu Sri Lestari (Umi), Mustofa Akbar (Adik) dan Wahyu Anggara (Om) dan seluruh kerabat yang selalu memberikan dukungan moral maupun materiil. 6. Sahabat-sahabatku : Syamsudin, Syukur Prasetya Nugraha, Afifudin, Wafiq Hasbi, Imam Taufiq, Arif Hidayat Ken, M. Fajar Setiawan, dan Wahyu Dwi Suwitasari yang selalu setia menemani, membantu, mengarahkan, dan mendukung peneliti dalam pelaksanaan penelitian. 7. Teman-teman Takmir Masjid Al-Mizan Banguntapan, Tegalrejo (Om Ro uf, Bang Ulya, Latip, Luqman, Fauzi, Bapak Abdul Chamid [Mamiek], Drs. Dri Atmaka, M.Pd., Bapak Wahyudi Herlan), yang senantiasa menghibur dan menasehati dalam setiap waktu dan keadaan. 8. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Hanya doa dan ucapan trimakasih yang dapat saya lakukan. 10. Teman-teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Agama Islam. Semoga Allah SWT membalas kebaikan mereka dengan kebaikan yang terbaik. Peneliti juga memohon maaf atas kesalahan yang sudah terjadi. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang telah membacanya. Amiin Ya Illahi Robbi. Yogyakarta, 06 November 2014 Penyusun, Amar Akbar NIM DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN... ii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv HALAMAN MOTO... v HALAMAN PERSEMBAHAN... vi HALAMAN ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii HALAMAN DAFTAR ISI... ix HALAMAN TRANSLITERASI... x HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian E. Kajian Pustaka F. Landasan Teori G. Metode Penelitian H. Model Analisa Data I. Sistematika Pembahasan BAB II GAMBARAN BUKU Bimbingan dan Konseling Islam Karya Samsul Munir Amin A. Gambaran Buku B. Profil Penulis C. Karya-Karya yang Telah Diterbitkan BAB III IMPLEMENTASI PSIKOTERAPI ISLAM DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM A. Konsep Psikoterapi Islam B. Implementasi Psikoterapi Islam terhadap Pendidikan Agama Islam.. 78 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN... 99 PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 158/1987 dan 0543 b/u/1987, tanggal 22 Januari Konsonan Tunggal Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan ا Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan ب ba B Be ت ta T Te ث sa S Es (dengan titik di atas) ج Jim J Je ح ha H Ha (dengan titik di atas) خ kha Kh Ka dan Ha د Dal D De ذ Zal Ż Zet (dengan titik di atas) ر ra R Er ز Zai Z Zet س Sin S Es ش Syin Sy Es dan Ye ص Sad ṣ Es (dengan titik di bawah) ض Dad ḍ De (dengan titik di bawah) ط ta ṭ Te (dengan titik di bawah) ظ za ẓ Zet (dengan titik di bawah) ع ain Koma terbalik di atas غ Gain G Ge ف fa F Ef ق Qaf Q Qi ك Kaf K Ka ل Lam L El م Mim M Em ن Nun N En و Wawu W We ه ha H Ha ء Hamzah Apostrof ي ya Y Ye Untuk bacaan panjang ditambah : = ā, contoh: = i, contoh: = ū, contoh: DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I : Surat Penunjukan Pembimbing Lampiran II : Kartu Bimbingan Skripsi Lampiran III : Berita Seminar Proposal Lampiran IV : Sertifikat SOSPEM Lampiran V : Sertifikat OPAK Lampiran VI : Serifikat PPL 1 Lampiran VII : Sertifikat PPL-KKN Integratif Lampiran VIII : Sertifikat TOEFL Lampiran IX : Sertifikat TOAFL Lampiran X : Daftar Riwayat Hidup BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam, ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya dengan lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya. Peserta didik dalam paradigma pendidikan Islam, merupakan orang yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi (kemampuan dasar) yang masih perlu dikembangkan. Peserta didik merupakan makhluk Tuhan yang memiliki fitrah jasmani dan ruhani yang belum mencapai taraf kematangan baik bentuk, ukuran maupun perimbangan pada bagian-bagian lainnya. Dari segi ruhaniah, ia memiliki bakat, kehendak, perasaan, dan pikiran yang dinamis serta perlu dikembangkan. Jadi, peserta didik dalam konteks Islam ialah sebagai obyek dan subyek pendidikan yang memerlukan bantuan, pertolongan, dan bimbingan orang lain ), hal Sukring, Pendidik dan Peserta Didik dalam Pendidikan Islam (Yogyakarta: Graha Ilmu, 1 Seringkali peserta didik mengalami kesulitan dalam mengakses pelajaran yang dipelajarinya di kelas. Kesulitan-kesulitan tersebut secara tidak langsung menghambat perkembangan belajar mereka, akhirnya mereka tidak mampu mendapatkan hasil yang optimal dalam belajar. Permasalahan peserta didik timbul baik dari intern maupun ekstern yang kesemuanya sangat menganggu pada proses belajar dan pembelajaran peserta didik di usia seperti itu. Keingintahuan pada usia sekolah menengah sangatlah besar, karena pada masa itu mereka masih mencari jati diri dan figur yang bisa diidolakan oleh mereka. Dunia pendidikan banyak dikritik masyarakat yang diakibatkan sejumlah pelajar dan lulusan pendidikan tersebut menunjukkan sikap yang kurang terpuji, perbuatan tidak terpuji yang dilakukan pelajar tersebut benarbenar telah meresahkan masyarakat. Keadaan ini semakin menambah potret pendidikan yang suram. 2 Berbagai macam faktor yang mempengaruhi pola perilaku peserta didik, mulai dari faktor keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Ketiga hal tersebut menjadi dasar peserta didik dalam pembentukan karakter di dalam ruang lingkup sekolah, dikarenakan sebelum mereka merasakan dunia pendidikan dalam arti yang sebenarnya, terlebih dahulu peserta didik telah ikut andil dalam berbagai macam aktivitas di luar sana. Berawal dari sinilah peserta didik akan merasakan berbagai jenis masalah dan problema, sehingga mengakibatkan mereka cenderung untuk 2 Ibid., hal melakukan hal-hal di luar batas kewajaran. Perasaan cemas, frustasi, depresi dan lain sebagainya, akan menjadi pendorong bagi peserta didik untuk melakukan berbagai macam penyimpangan. Jiwa dan perasaan mereka selalu tertekan apabila menemukan hal-hal yang dirasa tidak mampu untuk dipenuhhi ataupun dicapai dalam hal pemuasan kebutuhan baik jasmani maupun rohani. Mengingat peliknya persoalan-persoalan yang kerap dihadapi peserta didik, maka pendidikan sebagai sarana memanusiakan manusia yakni manusia yang berkembang dan berakhlakul karimah masih belum bisa membuat manusia dapat menyelesaikan masalah hidupnya dengan baik bahkan seringkali kita dapatkan orang-orang berpendidikan mereka tidak mencerminkan kepribadiannya sebagai orang yang berpendidikan atau berwawasan yang baik, oleh karena itu psikoterapi Islam hadir menawarkan solusi dan menyuruh manusia untuk kembali kepada agama, karena agamamerupakan ajaran suci yang datang dari Tuhan yang bertujuan untuk kebaikan manusia di muka bumi termasuk masalah psikologis manusia yang sampai saat ini belum bisa terselesaikan dengan melalui kecanggihan sains dan teknologi, maka dari itu para pakar mulai sadar dan menemukan jawabannya bahwa sains dan teknologi tidak dapat memberikan kesejahteraan dan ketenangan kepada manusia melainkan dengan psikoterapi manusia mendapatkan ketenangan karena persoalan psikologisnya dapat teratasi. 3 3 Iin Tri Rahayu, Psikoterapi Pespektif Islam dan Psikologi Kontemporer (Malang: UIN- Malang Press, 2009), hal Kecemasan dan ketakutan biasa merasuki manusia, baik secara individual maupun komunal, sejak mereka memiliki kesadaran, kecuali orangorang yang dikasihi Allah dan diberi nikmat keimanan. Kecemasan psikologis akan terus meningkat seiring dengan pesatnya kemajuan peradaban material serta jauhnya manusia dari pemahaman dan pengamalan ajaran-ajaran Allah SWT. 4 Ketika kita membicarakan tentang ketakutan dan kecemasan, ada baiknya kita membedakan penyakit ketakutan dan kecemasan dengan kecemasan yang bersifat alamiah atau fisiologis. Kecemasan alamiah, dalam beberapa keadaan sering muncul dengan didahului, disertai, atau diikuti oleh adanya situasi kritis yang dihadapi manusia. Ini merupakan kesempatan fisiologis yang memungkinkan manusia menghadapi berbagai krisis atau melindungi diri darinya dengan segala persiapan psikologis dan struktur fisiologisnya. Kecemasan alamiah bukan hanya terbatas dialami manusia, tetapi juga sering dihadapi oleh hewan, bahkan tumbuhan, serta segala hal yang memiliki naluri (insting) penjagaan diri. 5 Adanya kecemasan dalam diri individu ternyata dapat menimbulkan reaksi-reaksi tertentu, dan masing-masing individu akan memberikan reaksi yang berbeda satu sama lain. Reaksi fisiologis adalah reaksi tubuh, terutama oleh organ-organ yang diatur oleh syaraf simpatetis, seperti jantung, pembuluh darah, kelenjar, pupil mata, sistem pencernaan dan sistem pembuangan. 6 4 Ibid., hal Ibid., hal Ibid.,hal Adanya kecemasan maka satu atau lebih organ-organ dalam tubuh akan meningkat fungsinya, sehingga dapat menimbulkan peningkatan jumlah asam lambung selama kecemasan, atau meningkatnya detak jantung dalam memompa darah sehingga jantung berdebar-debar, keluar keringat yang berlebihan, gemetar, sering buang air dan sirkulasi darah tidak teratur. Dalam kondisi cemas sering individu mengalami rasa sakit yang berkaitan dengan organ-organ tubuh yang meningkat fungsinya secara tidak wajar, misalnya ujung jari merasa dingin, pencernaan tidak teratur, tidur tidak nyenyak, nafsu makan hilang, kepala pusing, nafas sesak, mual dan sebagainya. 7 Orang sering kali mengalami hambatan dalam pemuasan suatu kebutuhan, motif, dan keinginan. Keadaan terhambat dalam mencapai suatu tujuan dinamakan frustasi. Frustasi ialah keadaan dimana satu kebutuhan tidak bisa dipenuhi, tujuan tidak bisa dicapai. Frustasi ini juga bisa menimbulkan dua kelompok diantarannya bisa menimbulkan situasi yang menguntungkan (positif) dan sebaliknya juga mengakibatkan timbulnya situasi yang destruktif merusak (negatif). Frustasi dengan demikian bisa memunculkan reaksi frustasi tertentu yang sifatnya bisa negatif dan positif. 8 Sedangkan stres adalah tekanan internal maupun eksternal serta kondisi bermasalah lainnya dalam kehidupan (an internal and eksternal pressure and other troublesome condition in life). Stres bersumber dari frustasi dan konflik 7 Ibid., hal Ibid., hal yang dialami individu yang dapat berasal dari berbagai bidang kehidupan manusia. 9 Problematika individu dengan Tuhannya, ialah kegagalan seseorang melakukan hubungan interaksi vertikal dengan Tuhannya, seperti sangat sulit untuk menghadirkan rasa takut, rasa taat, dan rasa bahwa Dia selalu mengawasi perbuatan dan perilaku setiap individu. Sehingga berdampak pada rasa malas dan enggan melakukan ibadah dan kesulitan untuk meninggalkan perbuatanperbuatan yang dilarang dan dimurkai Tuhannya. Seseorang terkadang merasa gagal dalam bersikap disiplin dan bersahabat dengan hati nuraninya sendiri, yakni hati nurani yang selalu mengajak, menyeru, dan membimbing kepada kebaikan dan kebenaran Tuhannya. Sehingga muncul sikap was-was, peragu, berprasangka buruk, lemah motivasi dan tidak mampu bersikap mandiri dalam melakukan segala hal. Dari problem-problem itulah muncul keadaan stres dan depresi apabila seseorang tidak memiliki daya tahan mental dan spiritual yang tangguh, keimanan yang lemahsangat rentan dan mudah tertimpa kedua keadaan itu. Utamanya adalah kekuatan iman dan ketakwaan pasti akan menghasilkan daya tahan mental yang kokoh dan kuat dalam menghadapi berbagai problem hidup dan kehidupan. Terjadinya stress dan depresi dikarenakan manusia tidak mempunyai daya tahan mental dan spiritual yang tangguh. Baginya, keimanan merupakan basis utama untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kuatnya 9 Ibid.,hal keimanan akan menghasilkan daya tahan mental yang kokoh dalam menghadapi berbagai problematika kehidupan. Islam sebagai agama yang memuat nilai dan keteraturan dalam bertindak, dapat dijadikan acuan bagi pemeluknya dalam berperilaku. Di dalam Islam diajarkan bagaimana seseorang mampu mewujudkan keseimbangan antara kepentingan dunia dan kepentingan akherat. Ajaran Islam menawarkan tuntunan dan bimbingan agar manusia senantiasa menjaga kefitrahanya pada jalan lurus yang ditunjukkan oleh Tuhan. Fitrah yang dimiliki manusia sejak lahir, menjadi sebuah kendali yang senantiasa mengarahkan jiwa untuk kembali pada kebenaran, serta menjadi kompas ketika ia tersasar dari nilai-nilai kefitrahanya. 10 Jika kita membahas tentang perihal kejiwaan, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan yang dinamakan psikoterapi. Psikoterapi merupakan kajian yang mendasar dalam kajian psikologi. Aliran-aliran dalam psikologi tidak dapat terlepas dari praktek dan teori psikoterapi. Psikoanalisis, behaviorisme, humanisme merupakan beberapa contoh cabang psikologi yang menggunakan pendekatan dalam psikoterapi. 11 Psikoterapi selalu berusaha menyelesaikan masalah kejiwaan manusia. Namun pada perjalanannya, psikoterapi kurang mampu tanpa adanya sentuhan iman ketika ia dihadapkan pada permasalahan untuk menyelesaikannya dengan 10 Muhammad Zainal Arifin, Konsep dan Metode Psikoterapi Profetik (Studi Pemikiran Hamdani Bakran Adz-Dzaky dalam Buku Konseling dan Psikoterapi Islam), Skripsi,Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2014, hal Ibid., hal baik. Islam dengan ajarannya yang murni berdasarkan nilai-nilai kebaikan, menawarkan metodologi baru dengan teknik, teori psikoterapi melalui iman, ibadah dan tasawuf. 12 Psikoterapi juga diartikan sebagai pengobatan alam pikiran, atau lebih tepatnya pengobatan dan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis. Istilah ini mencakup berbagai teknik yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi gangguan emosionalnya, dengan cara memodifikasi perilaku, pikiran, dan emosionalnya sehingga individu tersebut mampu mengembangkan dirinya dalam mengatasi masalah psikisnya. 13 Mengingat psikoterapi sangat berperan dalam menyehatkan mental, maka sangat relevan apabila psikoterapi ini diterapkan dalam dunia pendidikan, karena pendidikan mempunyai tujuan untuk memanusiakan manusia yang menjadikan manusia yang berakhlak dan bertanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Hal tersebut sejalan dengan fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional yang termuat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS) Nomor 20 Tahun 2003 BAB II Pasal 3, yang berbunyi: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepa
Search Related
Previous Slide

Ambulance b - 408

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks