KEANEKARAGAMAN SPESIES KUTUKEBUL (HEMIPTERA: ALEYRODIDAE) DI TAMAN BUAH MEKARSARI KABUPATEN BOGOR NURJANAH

Please download to get full document.

View again

of 48
231 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
KEANEKARAGAMAN SPESIES KUTUKEBUL (HEMIPTERA: ALEYRODIDAE) DI TAMAN BUAH MEKARSARI KABUPATEN BOGOR NURJANAH DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR PERNYATAAN
Document Share
Document Transcript
KEANEKARAGAMAN SPESIES KUTUKEBUL (HEMIPTERA: ALEYRODIDAE) DI TAMAN BUAH MEKARSARI KABUPATEN BOGOR NURJANAH DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2016 PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA* Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul Keanekaragaman Spesies Kutukebul (Hemiptera: Aleyrodidae) di Taman Buah Mekarsari Kabupaten Bogor adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir Skripsi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor. Bogor, Desember 2016 Nurjanah NIM A ABSTRAK NURJANAH. Keanekaragaman Spesies Kutukebul (Hemiptera: Aleyrodidae) di Taman Buah Mekarsari Kabupaten Bogor. Dibimbing oleh PURNAMA HIDAYAT. Taman Buah Mekarsari merupakan taman rekreasi yang berlokasi di Bogor dengan koleksi buah sebanyak 226 spesies. Tanaman buah merupakan inang utama bagi kutukebul selain sayuran dan tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan jenis inang kutukebul (Hemiptera: Aleyrodidae) pada berbagai tanaman buah di Taman Buah Mekarsari Kabupaten Bogor. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode pengambilan secara langsung (Purposive Sampling). Sampel yang diperoleh dari lokasi pengamatan dibuat preparat slide dan diidentifikasi. Sebanyak 20 spesies kutukebul diperoleh dari 56 spesies tanaman yang terdiri dari 20 famili tanaman buah. Dari 20 spesies yang diperoleh, 16 spesies berhasil teridentifikasi dan empat spesies belum teridentifikasi. Kutukebul yang diperoleh terdiri dari dua subfamili, yaitu 17 spesies termasuk subfamili Aleyrodinae dan tiga spesies termasuk subfamili Aleurodicinae. Paraleyrodes minei merupakan spesies kutukebul yang paling banyak memiliki tanaman inang, yaitu 14 spesies dari 11 famili tanaman. Sebanyak 13 spesies kutukebul hanya ditemukan pada satu spesies tanaman inang, satu spesies kutukebul menyerang dua spesies tanaman dalam satu famili dan enam spesies kutukebul lainnya menyerang lebih dari satu famili tanaman buah. Famili Euphorbiaceae dan Rubiaceae merupakan tanaman buah yang paling banyak terserang oleh kutukebul. Kata kunci: hama tanaman, hortikultura, identifikasi morfologi, tanaman buah ABSTRACT NURJANAH. Biodiversity of Whiteflies (Hemiptera: Aleyrodidae) in Mekarsari Fruit Park Bogor Regency. Supervised by PURNAMA HIDAYAT. Mekarsari Fruit Park is the recreational park located in Bogor with 226 fruit species collection. Fruit plants are the major hosts for whiteflies beside vegetables and ornamentals. This study aimed to determine the species diversity of whiteflies and their host ranges in Mekarsari Fruit Park. Sample collection was conducted by purposive sampling. Collected samples were prepared for microscope slides and identified. As many as 20 species of whiteflies were collected from 56 species of fruit plants consist of 20 families. Out of 20 collected species, 16 species were succesfuly identified and four species were unidentified. The collected whiteflies consist of two subfamilies, 17 species belong to subfamily Aleyrodinae and three species belong to subfamily Aleurodinicinae. Paraleyrodes minei was the most abundant whitefly attacking 14 species of host plants consist of 11 families. There were 13 whitefly species found only on one species of fruit plant, one whitefly species on two species belong to one family of fruit plants, and six whitefly species on more than one family of fruit plants. The families of Euphorbiaceae and Rubiaceae were the most fruit plants attacked by whiteflies. Key word: fruit plant, horticulture, morphological identification, pest plant KEANEKARAGAMAN SPESIES KUTUKEBUL (HEMIPTERA: ALEYRODIDAE) DI TAMAN BUAH MEKARSARI KABUPATEN BOGOR NURJANAH Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Departemen Proteksi Tanaman DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2016 Judul Skripsi : Keanekaragaman Spesies Kutukebul (Hemiptera: Aleyrodidae) di Taman Buah Mekarsari Kabupaten Bogor Nama Mahasiswa: Nurjanah NIM : A Disetujui oleh Dr. Ir. Purnama Hidayat, MSc Pembimbing Diketahui oleh Dr. Ir. Suryo Wiyono, MScAgr Ketua Departemen Tanggal lulus: PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-nya sehingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan April 2016 sampai Agustus 2016 ini ialah kutukebul, dengan judul Keanekaragaman Spesies Kutukebul (Hemiptera: Aleyrodidae) di Taman Buah Mekarsari Kabupaten Bogor. Terimakasih penulis sampaikan kepada Bapak Dr. Ir. Purnama Hidayat, MSc selaku dosen pembimbing yang senantiasa membimbing sejak awal penelitian hingga akhir penyelesaian skripsi. Terimakasih saya sampaikan kepada ibu Aisyah beserta teman-teman Laboratorium Biosistematika dan Taksonomi Serangga serta teman-teman Proteksi Tanaman 49 yang telah banyak membantu dan memberikan sarannya. Selain itu penghargaan penulis sampaikan kepada seluruh pihak Taman Buah Mekarsari yang telah membantu dalam proses penelitian. Ungkapan terimakasih juga disampaikan kepada ayah, ibu, serta seluruh keluarga, atas doa dan kasih sayangnya. Semoga skripsi ini bermanfaat. Bogor, Desember 2016 Nurjanah DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR ii DAFTAR LAMPIRAN ii PENDAHULUAN 1 Latar belakang 1 Tujuan 2 Manfaat penelitian 2 BAHAN DAN METODE 2 Lokasi dan Waktu Penelitian 2 Bahan dan Alat 2 Metode Penelitian 3 Pengambilan Sampel 3 Pembuatan Preparat Mikroskop 3 Identifikasi dan Pembuatan Kunci Kutukebul 3 Kondisi Umum Lokasi Pengambilan Sampel 4 Identifikasi Sampel Kutukebul 4 Deskripsi Kutukebul 7 Subfamili Aleurodicinae 7 Subfamili Aleyrodinae 9 LAMPIRAN 21 RIWAYAT HIDUP 35 ii DAFTAR GAMBAR 1 Gejala serangan kutukebul pada daun tanaman mengkudu (a); embun jelaga pada daun buni (b); pupa kutukebul pada daun buni (c) 7 2 Eksuvia P. minei (a); pori majemuk abdominal yang berbentuk splinal (b); nimfa P. minei pada daun tanaman alpukat (c) 8 3 Eksuvia A. dispersus (tampak ventral) (a); bentuk pori majemuk abdominal (b); pupa A. dispersus (c) 8 4 Eksuvia A. dugesii (tampak ventral) (a); empat pasang pori berbentuk kerucut (b); bentuk pupa pada daun tanaman jeruk pamelo (b) 9 5 Eksuvia A. antidesmae (tampak ventral) (a); dua pasang seta yang berbentuk seperti kembang api (b); pupa kutukebul pada daun tanaman abiu (c) 10 6 Eksuvia A. lushanensis (a); bentuk pupa pada daun jambu mawar (b) 10 7 Eksuvia Cockerelliella sp. (a); bentuk pupa pada daun tanaman kopi (b) 11 8 Eksuvia Aleurotrachelus sp. 1 (a); bentuk pupa pada daun tanaman ceremai (b) 11 9 Eksuvia Aleurotrachelus sp. 2 (a); pupa yang berwarna kuning transparan pada daun ceremai (b) Eksuvia D. kirkaldyi (a); bentuk pupa pada daun alpukat (b) Eksuvia Dialeurodes sp. (a), bentuk pupa pada daun tanaman murbei (b) Eksuvia D. decempuncta (a); pori-pori sederhana pada bagian submargin (b); pupa berwarna kuning transparan dan terdapat benang-benang berwarna metalik (c) Eksuvia Dialeuropora sp. (tanpa seta) (a); Eksuvia Dialeuropora sp. (dengan seta) (b); pori sederhana (c); pupa pada daun mangga (d) Eksuvia A. psidii (a), bentuk pupa pada daun tanaman jambu biji (b) Eksuvia A. jasmini (a); bentuk pupa pada daun tanaman jeruk pamelo (b) Eksuvia A. aucubae pada daun tanaman nangka Eksuvia Aleuroclava sp. (a), bentuk pupa pada daun tanaman kecapi (b) Eksuvia Aleyrodinae sp. 1 pada daun tanaman rukem Eksuvia Aleyrodinae sp. 2 pada daun tanaman alpukat Eksuvia Aleyrodinae sp. 3 pada daun tanaman mengkudu Eksuvia Aleyrodinae sp. 4 (a); bentuk pupa pada daun tanaman sawo (b) 18 DAFTAR LAMPIRAN 1 Peta lokasi pengamatan di Taman Buah Mekarsari 21 2 Karakter morfologi yang digunakan pada kunci identifikasi dan deskripsi kutukebul famili Aleyrodinae (sumber: Martin 1987) 22 3 Karakter morfologi yang digunakan pada kunci identifikasi dan deskripsi kutukebul famili Aleurodicinae (sumber: Martin 2008) 23 4 Kunci identifikasi kutukebul 24 5 Jumlah kutukebul yang diambil setiap pengamatan selama bulan April-Juni PENDAHULUAN Latar belakang Kutukebul atau Whitefly (Hemiptera: Aleyrodidae) merupakan salah satu kelompok serangga hama penting pada tanaman hortikultura. Klasifikasi kutukebul termasuk ke dalam ordo Hemiptera, subordo Sternorrhyncha, dan famili Aleyrodidae yang terbagi ke dalam tiga subfamili, yaitu Aleurodicinae, Aleyrodinae dan Udamoselinae. Seluruh stadia kutukebul hidup pada bagian bawah daun agar ekskresi embun madu yang dikeluarkan jatuh dan tidak mengotori tubuhnya. Cairan embun madu yang jatuh pada permukaan atas daun akan memicu tumbuhnya cendawan Capnodium sp., karena cairan embun madu tersebut menyediakan substrat yang ideal bagi perkembangan cendawan tersebut (Hoddle 2004; Hidayat dan Bintoro 2009). Pertumbuhan Capnodium sp. dapat menutupi daun tanaman inang sehingga dapat menghalangi cahaya matahari yang diperlukan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis (Watson 2007). Beberapa spesies kutukebul diketahui dapat menyebabkan kerusakan langsung maupun tidak langsung pada tanaman, khususnya pada kelompok tanaman budidaya yang bersifat komersial. Serangan kutukebul dapat mengganggu fotosintesis dan respirasi tanaman, estetika tanaman hias, dan menjadi vektor virus pada tanaman (Nurulalia 2012). Kerusakan langsung disebabkan oleh aktivitas makan fase nimfa dan imago yang menusuk menghisap cairan daun sehingga mengakibatkan matinya jaringan daun. Kerusakan tidak langsung berupa ekskresi embun madu yang dijadikan media bagi pertumbuhan embun jelaga (Hoddle 2004). Indonesia memiliki tanaman buah-buahan yang beranekaragam. Salah satu tempat koleksi buah di Indonesia adalah Taman Buah Mekarsari. Taman Buah Mekarsari merupakan suatu obyek rekreasi agrowisata buah dengan luas kawasan 264 ha yang terbagi dalam beberapa zona. Tujuan awal pembangunan Taman Buah Mekarsari adalah sebagai pusat pelestarian plasma nutfah hortikultura atau buah-buahan Indonesia (tropis) dan dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian, pendidikan, budidaya, dan wisata (Triseptyanti 2008). Taman Buah Mekarsari memiliki koleksi tanaman buah yang cukup banyak, yaitu sebanyak 226 spesies dari 55 famili tanaman buah. Serangan kutukebul yang menyerang tanaman buah belum diketahui jenis spesiesnya. Famili Aleyrodidae hingga saat ini berjumlah 1200 spesies yang telah dilaporkan dari berbagai negara. Stadia imago dan nimfa sama-sama mempunyai struktur yang sangat khusus di sekitar anus (vasiform orifice, operculum dan lingula) yang berperan dalam ekskresi embun madu agar embun madu yang dikeluarkan tidak membasahi tubuh (Watson 2007). Menurut Rahayuwati (2009) bentuk dari puparium kutukebul dapat berubah secara drastis tergantung dari banyak sedikitnya bulu halus atau lapisan lilin pada permukaan daun. Bentuk nimfa kutukebul pada berbagai tanaman inang sering bervariasi, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan salah identifikasi. Kesalahan identifikasi dapat menyebabkan informasi yang kurang akurat untuk penelitian selanjutnya. Informasi mengenai keanekaragaman kutukebul yang menyerang berbagai tanaman di Indonesia masih terbatas, untuk itu penelitian tentang informasi dasar 2 seperti taksonomi dan biologi kutukebul yang menyerang tanaman hortikultura sangat diperlukan. Tujuan Mengetahui keanekaragaman dan jenis inang kutukebul (Hemiptera: Aleyrodidae) pada berbagai tanaman buah di Taman Buah Mekarsari Kabupaten Bogor. Manfaat penelitian Informasi tentang keanekaragaman, jenis inang, dan persebaran spesies kutukebul (Hemiptera: Aleyrodidae) pada berbagai tanaman buah di Taman Buah Mekarsari Kabupaten Bogor dapat digunakan untuk dasar pengelolaan hama pada tanaman buah-buahan. BAHAN DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada berbagai areal pertanaman buah di Taman Buah Mekarsari Kabupaten Bogor. Lokasi pengambilan sampel kutukebul terdiri dari lima area atau blok pertanaman buah yang tersebar yaitu blok A, blok B, blok C, blok D dan blok E. Identifikasi kutukebul dilakukan di Laboratorium Biosistematika dan Taksonomi Serangga, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dimulai dari bulan April sampai Agustus Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel kutukebul yang berupa daun yang terserang, alkohol 70% dan alkohol 80% yang berfungsi untuk melarutkan lapisan lilin pada puparium kutukebul. Acid fuchsin dan acetic glacial acid berfungsi untuk memberi warna pada preparat kutukebul, larutan KOH 10%, carbol xylene, minyak cengkeh, alkohol 100%, acid alcohol 95%, dan canada balsam berfungsi sebagai media dalam pembuatan preparat slide. Alat yang digunakan adalah kantung plastik transparan, tabung eppendorf, alat tulis, label, jarum, kuas, tabung reaksi, cawan sirakus untuk perendaman, kaca objek, kaca penutup preparat, kunci identifikasi, mikroskop cahaya, mikroskop stereo, dan kamera. 3 Metode Penelitian Pengambilan Sampel Lokasi pengambilan sampel kutukebul dan inangnya dilakukan di lima area atau blok pertanaman buah yang tersebar di Taman Buah Mekarsari yaitu blok A, blok B, blok C, blok D, dan blok E. Pengamatan kutukebul dilakukan sebanyak enam kali dari bulan April sampai Juni 2016, diharapkan dapat memperoleh jenis kutukebul lebih banyak. Pengambilan sampel dipilih sebanyak 20 famili tanaman dengan total tanaman yang diamati berjumlah 478 pohon dari 56 spesies tanaman buah. Metode pengambilan sampel kutukebul dilakukan dengan cara memotong daun tanaman buah yang terserang dari empat ranting pohon yang diamati. Setiap ranting diambil 30 cm dari pucuk ranting tanaman yang terdapat koloni kutukebul. Kutukebul yang diambil yaitu dari stadia telur, nimfa, pupa, dan kantung pupa kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik transparan. Pembuatan Preparat Mikroskop Spesimen kutukebul yang diperoleh dari lapangan dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang di dalamnya telah terdapat larutan alkohol 80%. Selanjutnya dipanaskan ke dalam gelas ukur berukuran 500 ml yang berisi air. Spesimen dituangkan ke dalam cawan sirakus, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah terdapat KOH 10% sekitar 2 ml. Setelah itu spesimen dipanaskan selama lima menit agar kutukebul menjadi transparan. Kemudian spesimen dituangkan ke dalam cawan sirakus untuk mengeluarkan cairan tubuh dengan menekan terus-menerus secara perlahan bagian lingkar dorsal posterior spesimen hingga cairan tubuhnya keluar, setelah itu larutan KOH 10% dibuang dengan menggunakan pipet. Selanjutnya akuades dimasukkan untuk mencuci sisa larutan KOH 10%. Tahap berikutnya adalah proses pewarnaan kutukebul dengan menggunakan campuran acid fuchsin dan asetic glacial acid dengan perbandingan 1:1 pada cawan sirakus selama 10 sampai 20 menit. Setelah melalui tahap ini, spesimen akan berwarna merah pekat sampai keunguan. Kutukebul direndam dalam acid alcohol 95% sampai warna kutukebul agak memudar, hal ini bertujuan untuk mengurangi efek pewarnaan. Selanjutnya kutukebul dipindahkan ke dalam larutan carbol xylene dan direndam selama satu menit kemudian diganti dengan alkohol absolut dan dipindahkan ke dalam cawan sirakus yang berisi minyak cengkeh selama 10 menit. Selanjutnya pupa diambil dan diletakkan di tengah kaca objek. Setelah spesimen ditata lurus, diteteskan canada balsam secara merata dan ditutup dengan kaca penutup, kemudian preparat dikeringkan ke dalam elemen pengering selama 7 sampai 10 hari (Bintoro 2008). Identifikasi dan Pembuatan Kunci Kutukebul Pengamatan morfologi dan identifikasi kutukebul dilakukan di bawah mikroskop stereo dengan perbesaran 400x. Kutukebul diidentifikasi dengan megacu pada buku An Identification Guide to Common Whitefly Pest Spesies of the World (Homoptera: Aleyrodidae) oleh Martin (1987), Identification of Whiteflies (Hemiptera: Aleyrodidae) Watson (2007) dan tesis Keanekaragaman Spesies dan Kunci Identifikasi Kutukebul (Hemiptera: Aleyrodidae) pada Tanaman Pertanian di Jawa Barat oleh Nurulalia (2012). 4 Preparat slide kutukebul dibuat secara permanen agar dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Pengambilan foto morfologi preparat kutukebul dilakukan dengan menggunakan mikroskop Leica M205C dan kamera digital yang dihubungkan dengan mikroskop compound. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Lokasi Pengambilan Sampel Taman Buah Mekarsari secara geografis terletak pada LS dan BT dengan kemiringan lahan 0-8% dan terletak pada ketinggian mdpl, serta memiliki topografi tanah yang relatif datar. Zona kebun buah yang terdapat di Taman Buah Mekarsari berbentuk seperti daun lamtoro (Leucaena leucocephala). Taman Buah Mekarsari memiliki banyak jenis dan varietas tanaman khususnya buah-buahan. Koleksi kebun buah yang dimiliki sebanyak 55 famili dan 226 spesies tanaman buah yang tersebar pada lima blok yaitu blok A, B, C, D, dan E (Lampiran 1). Blok A terdapat 10 famili tanaman dengan jumlah segmen sebanyak 21 segmen, blok B terdapat 13 famili yang terdiri dari sembilan segmen, blok C terdapat sembilan famili dengan 13 segmen, blok D terdapat 28 famili dengan 13 segmen dan blok E terdapat enam famili tanaman buah dengan 11 segmen. Masing-masing luas kebun buah persegmen sekitar satu ha. Identifikasi Sampel Kutukebul Berdasarkan pengambilan sampel sebanyak 56 spesies (20 famili tanaman buah) hanya 25 spesies tanaman yang terserang. Kutukebul yang diperoleh sebanyak 20 spesies diantaranya dari subfamili Aleyrodinae sebanyak 17 spesies, sedangkan subfamili Aleurodicinae ditemukan sebanyak tiga spesies. Kutukebul yang termasuk ke dalam subfamili Aleyrodinae yaitu Asiothrixus antidesmae, Asialeyrodes lushanensis, Cockerelliella sp., Aleurotrachelus sp. 1, Aleurotrachelus sp. 2, Dialeurodes kirkaldyi, Dialeurodes sp., Dialeuropora decempuncta, Dialeuropora sp., Aleuroclava psidii, Aleuroclava jasmini, Aleuroclava aucubae, Aleuroclava sp., Aleyrodinae sp. 1, Aleyrodinae sp. 2, Aleyrodinae sp. 3, dan Aleyrodinae sp. 4. Sedangkan spesies kutukebul yang termasuk ke dalam subfamili Aleurodicinae yaitu Paraleyrodes minei, Aleurodicus dispersus, dan Aleurodicus dugesii. Kutukebul dari subfamili Aleyrodinae yang paling banyak ditemukan di lapangan adalah Dialeuropora decempuncta yang menyerang lima spesies tanaman dari empat famili tanaman buah yaitu tanaman buni dan menteng (Euphorbiaceae), alpukat (Lauraceae), Gayam (Leguminoceae), dan pisang (Musaceae). Sedangkan kutukebul dari subfamili Aleurodicinae adalah Paraleyrodes minei yang menyerang 14 spesies tanaman dari 11 famili tanaman buah yaitu tanaman jambu biji (Myrtaceae), alpukat dan tangkalak (Lauraceae), jeruk chokun (Rutaceae), kecapi (Meliaceae), buni (Euphorbiaceae), gayam (Leguminoceae), buah nona dan srikaya (Annonaceae), rambutan (Sapindaceae), rukem (Flacourtiaceae), sawo kecik (Sapotaceae), serta murbei dan nangka (Moraceae) (Tabel 1). Hal tersebut dapat dilihat dari faktor fisik permukaan daun yang memiliki trikoma yang lebih banyak. Kutukebul lebih dominan ditemukan mengelompok pada permukaan daun yang kasar atau berambut, hal ini sebagai sistem pertahanan dan perlindungan diri dari hujan. Telur kutukebul berada di bawah permukaan daun, hal ini dikarenakan untuk menghindari dari pengaruh angin. Sedangkan pada daun yang permukaannya halus kutukebul hanya ditemukan dengan jumlah sedikit dan menyebar (soliter) seperti jambu mawar, kopi, dan abiu yang memiliki permukaan daun yang halus. Menurut Schoonhoven et al. (1998) daun tanaman yang memiliki trikoma, nimfa kutukebul lebih sering ditemukan mengelompok daripada menyebar pada permukaan daun yang halus. Nimfa kutukebul lebih sering ditemukan pada daun yang terdapat pada permukaan bawah daun daripada permukaan atas daun tanaman. Kutukebul termasuk serangga polifag yang dapat menyerang lebih dari satu famili tanaman ina
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks