GAYA KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN BETAWI (STUDI PADA GAYA KOMUNIKASI SYLVIANA MURNI SEBAGAI WALI KOTA JAKARTA PUSAT)

Please download to get full document.

View again

of 121
7 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
GAYA KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN BETAWI (STUDI PADA GAYA KOMUNIKASI SYLVIANA MURNI SEBAGAI WALI KOTA JAKARTA PUSAT) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Sebagai Salah
Document Share
Document Transcript
GAYA KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN BETAWI (STUDI PADA GAYA KOMUNIKASI SYLVIANA MURNI SEBAGAI WALI KOTA JAKARTA PUSAT) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjanah Sosial (S. Sos) Disusun Oleh : Aida Nuraida NIM: JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1438 H/ 2017 M ABSTRAK Aida Nuraida Gaya Komunikasi Kepemimpinan Perempuan Betawi (Studi Pada Gaya Komunikasi Sylviana Murni Sebagai Wali Kota Jakarta Pusat) Gaya komunikasi merupakan cara seseorang berkomunikasi sebagai upaya untuk merefleksikan identitas pribadinya. Hal ini penting dipahami oleh seorang pemimpin agar bisa membangun organisasi dengan baik dan nyaman, serta dapat bersosialisasi dengan baik kepada seluruh khalayak. Salah satu pemimpin dalam ranah pemerintahan dari kalangan perempuan Betawi di Jakarta adalah Sylviana Murni. Diantara faktor kesuksesan Sylviana dalam ranah pemerintahan karena kecakapan gaya komunikasi Sylviana Murni, terlebih pada gaya komunikasi yang melekat pada karakter Betawinya. Berdasarkan konteks di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana implementasi gaya komunikasi Ibu Sylviana Murni sebagai seorang pemimpin dari kalangan perempuan Betawi? Dan apa saja fungsi gaya komunikasi yang diterapkan Sylviana Murni sebagai seorang pemimpin? Teori yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari pendekatan enam gaya komunikasi yang dikemukakan oleh Moss Dalam buku human communication, Stewart L. Tubbs dan Sylvia. Diantaranya adalah gaya komunikasi Controlling style, Equalitarian style, Structuring style, Dynamic style, Relinquishing style, dan Withdrawal style. Kemudian dikaitkan dengan fungsi gaya komunikasi dalam kepemimpinan, diantaranya fungsi informatif, regulatif, persuasif dan integratif. Dengan menggunakan pendekatan teori ini, penulis menganalisa apa yang menjadi gaya komunikasi Sylviana Murni sebagai seorang pemimpin perempuan dari kalangan Betawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan peneliti adalah kunjungan, observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada Ibu Sylviana Murni, dan beberapa orang terdekat dari Ibu Sylviana Murni mengenai gaya komunikasi Sylviana Murni dengan mengikuti pedoman wawancara agar terarah. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa hanya ada empat gaya komunikasi yang dipakai oleh Sylviana Murni. Yakni gaya komunikasi equalitarian style, structuring style, dynamic style, dan relinquishing style, dengan beberapa bukti perkataan-perkataan yang dilontarkan Sylviana Murni dalam beberapa moment/acara. Serta diikuti dengan macam-macam fungsi dari gaya komunikasi Sylviana Murni dalam kepemimpinan, yakni fungsi informatif, regulatif, persuasif, dan integratif dengan bukti perkataan yang diucapkan dari masing-masing gaya komunikasi yang dipakai Sylviana Murni. Kata Kunci : Gaya Komunikasi, Fungsi Gaya Komunikasi, Pemimpin, Perempuan Betawi dan Organisasi. i KATA PENGANTAR Bismillahirrahmaanirrahiim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahirrabbil a lamiin, puji dan syukur senantiasa tercurahkan kehadirat Allah swt atas limpahan anugerah dan nikmat yang tak terbatas kepada penulis, sehingga penulis dapat memulai dan menyelesaikan penelitian ini dengan lancar dan mudah. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan ke haribaan junjungan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau hingga akhir zaman. Alhamdulillahirabbil a almiin, atas limpahan nikmat Ilmu dari-nya, penulis dapat meyelesaikan penulisan skripsi ini sebagai syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana dan merupakan kewajiban akademis di Universitas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Skripsi ini ditulis dengan berbagai macam kesulitan, hambatan, dan rintangan yang terkadang membuat penulis merasa bingung, bosan, dan kewalahan. Namun berkat orang-orang terkasihlah skripsi ini dapat terselesaikan. Terimakasih untuk doa, bantuan baik secara moril maupun materil, motivasi, bimbingan dan pengarahan yang sangat berharga dari berbagai pihak yaitu: 1. Prof. Dede Rosyada selaku Rektor Universitas Islm Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Dr. Arief Subhan, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi beseserta pembantu dekan dan jajarannya. ii 3. Drs. Masran MA selaku Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dan Fita Fathurokhmah, SS, M. SI selaku sekertaris Jurusan yang telah membantu penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini. 4. Burhanuddin M. A selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk membimbing, mengarahkan, memotivasi dan membagi ilmu kepada penulis. Semoga Allah swt senantiasa memberikan keberkahan dan kebaikan kepada beliau. 5. Bintan Humeira, M. Si dan Kalsum Minangsih, MA selaku dosen penguji I dan dosen penguji II yang telah membimbing masa revisi skripsi dengan sangat baik dan terarah. 6. Seluruh dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah mengajar dan membagi ilmunya kepada penulis, semoga berkah dan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat. 7. Seluruh staf Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas yang membantu penulis dalam pencarian bahan untuk skripsi ini. 8. Ibu Sylviana Murni yang sudah bersedia menjadi narasumber penelitian ini dan sudah meluangkan waktu kepada penulis untuk diwawancarai di tengah kesibukannya. 9. Kak Shandy, Ibu Sysi, Ibu Poppy, dan ka Syntia yang telah meluangkan waktunya untuk diwawancarai oleh penulis sebagai narasumber tambahan dalam penelitian ini. 10. Abang Bachtiar dari sanggar si Pitung Rawa Belong, Babeh Ridwan Saidi (sejarahwan), dan Abang Rahmad (Jurnalist Betawi) yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu kepada penulis mengenai iii karakteristik perempuan Betawi, sejarah Betawi dan profil-profil wanita Betawi. 11. Papah dan mama tercinta, papah (alm) Endang Purnama dan mama Ummah yang dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang yang tulus dan ikhlas mengasuh mendidik serta senantiasa mendoakan penulis, sehingga bisa mengenyam pendidikan formal tingkat perguruan tinggi hingga selesai. 12. Abang dan adik tercinta, abang Irvan Fauzi dan adik Maya Nur Khalizah yang senantiasa memotivasi penulis untuk tetap semangat dalam menggapai cita-cita. 13. Sulton Mu minah yang selalu menemani penulis, membantu penulis baik secara moril maupun materil, yang senantiasa mendoakan penulis dan memotivasi penulis hingga skripsi ini bisa terselesaikan. 14. Kak Luthfiana Jaleswati yang telah banyak membantu dalam proses pencetakan skrisi. 15. Sahabat terbaik, sahabat seperjuangan yang ikut andil dalam memberikan bantuan dan dorongan motivasi. KPI A tercinta angkatan 2013 dan KPI B, KPI C, KPI D, dan KPI E. Khususunya kepada Antik Bintari, Nurratika Puri, Musfiah Saidah, Halida S.Q, Chika Cyntia, Chairunnisa, Santika, Belda, Rafa, Taufik, dan kak Sinta teman seperjuangan sidang skripsi sampai proses pencetakan skripsi selesai, serta teman-teman lain yang penulis tidak sebutkan satu persatu akan tetapi penulis tidak akan pernah lupakan. iv 16. Keluarga terbaik Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi Pengurus Pusat maupun Wilayah Tangerang Selatan, abang Asnawi, abang Hilman, abang Helmi, abang Hisyam, bang Farhan, bang Yazid, Dudu, ka Abu, ka Nurhilaliyah, ka Nia, Ijal, ka Maya Safira, ka Awal, Rika, Devi dan ciwiciwi tim tari FKMB Tangsel Azki, Putri (Pute), Syifa, Indah, Ole, Rahma, Hikmah, dan teman-teman FKMB seperjuangan yang tidak disebutkan satu persatu namun penulis tidak akan pernah melupakan perjuangan yang telah dilalui bersama. 17. Para dosen pembimbing dan penasihat di FKMB, Prof Murodi, Bapak Edwin, Prof Sihabuddin, Ibu Nurlena, Ibu Mastanah, 18. Teman-teman Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pengurus Wilayah II, Erik, Endah, Ihat, Anis dan Lia. 19. Sahabat dari SMP, Nurul Aini, Ulin Nuha, Nur Aisyah, Maryatul, Fitriah, Ratih, dan Mega yang tidak pernah berhenti menghibur penulis hingga penulis tidak merasa jenuh dan selalu semangat. Teman seperkumpulan SMP Ade, Firman, Emang, Aufar, Hanifah, Dayat, 20. Teman-teman keluarga Al-Falah angkatan 39 Hindsight yang tidak disebutkan satu persatu yang telah banyak memotivasi penulis hingga bisa mendapatkan gelar Sarjana. 21. Ibu dr. Anna UZN Sp.PD yang telah banyak membantu baik secara moril maupun dan telah membimbing penulis hingga penulis bisa mendapatkan gelar sarjana, dan juga kepada teman-teman anbim dan mentor Beasiswa ORBIT Korsat Kebon Jeruk Jakarta, ka Anwar, Filza, ka Faisal, ka v Syamsul, Nisa, ka Maimun, ka Rena, ka Evi yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu namun penulis sangat mengucapkan rasa syukur telah memberikan banyak motivasi kepada penulis. 22. Ka Ati rekan kerja di laboratorium Annur sebagai analis kesehatan yang telah banyak mengerti aktivitas penulis sehingga selalu memahami kedatangan penulis yang terkadang penulis datang tidak tepat waktu dalam bekerja namun beliau sangat memahaminya. 23. Keluarga besar KKN Semesta. Semoga tali persaudaraan kita tidak akan pernah putus. 24. Dan berbagai pihak yang tidak mungkin disebutkan satu persatu yang telah membanu kelancaran penulisan skripsi ini. Begitu besar ucapan terimakasih yang penulis sampaikan untuk merek tersayang, baik yang selalu disamping penulis maupun pelukan dari doa yang dikirimkan. Semoga Allah swt membalas semua kebaikan yang telah diberikan, Aamiin. Akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak terlepas dari kekurangan. Karena itu kritik dan saran yang membangun. Semoga skripsi ini dapat memberikan kontribusi positif, memperluas wawasan keilmuan serta menambah Khazanah perpustakaan. Wassalamualaikum Wr. Wb. Jakarta, 25 Agustus 2017 M 3 Dzulhijjah 1438 H Aida Nuraida vi DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... vii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Batasan dan Rumusan Masalah... 6 C. Tujuan Penelitian... 7 D. Manfaat Penelitian... 7 E. Metodologi Penelitian... 8 F. Tinjauan Pustaka G. Sistematika Penulisan BAB II KERANGKA TEORI A. Pengertian Komunikasi B. Gaya Komunikasi C. Manfaat komunikasi bagi organisasi D. Fungsi Gaya Komunikasi dalam Kepemimpinan E. Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan F. Kedudukan Perempuan dalam Ranah Kepemimpinan BAB III BIOGRAFI SYLVIANA MURNI A. Latar Belakang Keluarga B. Perjalanan Karir C. Riwayat Pekerjaan / Jabatan vii D. Riwayat Pendidikan E. Kepengurusan / Keanggotaan dalam Organisasi Profesi F. Penghargaan / Grants G. Daftar Publikasi Artikel / Jurnal BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS DATA A. Gaya Komunikasi Equalitarian Sylviana Murni B. Gaya Komunikasi Structuring Sylviana Murni C. Gaya Komunikasi Dynamic Sylviana Murni D. Gaya Komunikasi Relinquishing Sylviana Murni BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran-saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN viii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi merupakan suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. Sebab tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi. Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri. Komunikasi ada di mana-mana. Pada dasarnya komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan. Bahkan sebuah penelitian mengungkapkan 70% waktu bangun manusia dipergunakan untuk berkomunikasi, baik komunikasi secara verbal, maupun non verbal. Kata-kata yang terucap saat berkomunikasi mempunyai makna tertentu. Bahkan nada suara dan bahasa tubuh yang selalu menyertai setiap kata yang diucapkan tetap mempunyai makna. Demikian pula kata-kata yang dituliskan. Manusia mengucapkan dan menulis kata-kata untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang memotivasi, menyatakan belas kasihan, menyatakan kemarahan, menyatakan pesan agar suatu perintah cepat dikerjakan. Semua kombinasi dapat dikatakan sebagai gaya komunikasi, gaya yang berperan untuk menentukan batasbatas tentang kenyataan dunia yang sedang dihadapi, tentang relasi dengan sesama, tentang hubungan dengan suatu konsep tertentu. Keterampilan berkomunikasi melalui gaya komunikasi mengisyaratkan kesadaran diri pada level yang tinggi. Setiap orang mempunyai gaya komunikasi yang bersifat personal. Untuk memahami gaya 1 2 komunikasi maka seseorang harus menciptakan dan mempertahankan gaya komunikasi personal sebagai ciri khas pribadinya. Gaya komunikasi juga sangat diperlukan dalam sebuah organisasi. Upaya untuk mengetahui perilaku orang-orang dalam suatu organisasi ketika mereka melaksanakan tindak berbagi informasi dan gagasan, diperlukan pemahaman style atau gaya seseorang ketika ia berkomunikasi yang disebut Gaya komunikasi (communication style). Masing-masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respon atau tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula. Kesesuaian dari satu gaya komunikasi yang digunakan, bergantung pada maksud dari pengirim (sender) dan harapan dari penerima (receiver). Gaya komunikasi sangat penting diperhatikan dalam sebuah organisasi, terlebih lagi bagi seorang pemimpin. Pemimpin dalam sebuah organisasi harus sangat memperhatikan gaya komunikasi yang dimiliki diri sendiri dan gaya komunikasi yang anggota lain miliki. Seorang pemimpin harus memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan anggota biasa lainnya. Sebab karena kelebihan-kelebihan tersebut seorang pemimpin bisa berwibawa dan dipatuhi oleh bawahannya. Terutama sekali ialah kelebihan di bidang moral dan akhlak, semangat juang, ketajaman intelegensi, kepekaan terhadap lingkungan, dan ketekunankeuletan. Paling penting lainnya adalah memiliki integritas kepribadian tinggi, sehingga dia menjadi dewasa-matang, bertanggung jawab dan susila. Semua itu dapat dilihat dari cara bagaimana seorang pemimpin berkomunikasi kepada anggotanya. Baik dalam hal memberikan intruksi, 3 menyelesaikan konflik, ataupun membuat sebuah keputusan dan kebijakankebijakan dalam organisasi. Menjadi seorang pemimpin memang tidak mudah. Pemimpin harus mampu beradaptasi dan menyeimbangkan karakteristik dari anggotaanggotanya tanpa menghilangkan sikap kewibawaan sebagai seorang pemimpin. Terlebih lagi bagi seorang pemimpin dari kalangan perempuan yang membawahkan banyak anggota laki-laki ataupun anggota perempuan. Masih banyak anggapan negatif terhadap kepemimpinan seorang perempuan. Masih ada beberapa orang yang berpendapat bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah, yang hanya bekerja dalam lingkup domestik saja. Sehingga perempuan dianggap tidak pantas untuk memimpin sebuah kelompok tertentu. Padahal dalam mengarungi era globalisasi, perempuan sangat dituntut untuk beradaptasi agar tidak terlindas roda angkuh sang waktu. Hal tersebut dimaksudkan agar perempuan tidak selalu terbelenggu dalam rutinitas rumah tangga saja, sehingga perempuan mampu memberdayakan kemampuan dan potensi dirinya, mewujudkan kebutuhan akan prestasi serta mengaktualisasikan motivasi intelektualnya. Pada tataran normatif pun, Islam memandang kesetaraan hak bagi perempuan dan laki-laki, terutama hak untuk meningkatkan kualitas dirinya melalui peningkatan ilmu dan taqwa. Hal ini diperkuat dengan salah satu firman Allah SWT dalam QS. Al- Hujrat ayat 13 yang berbunyi: 4 Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Dan diperkuat dengan pendapat Dr. Muhammad Sayid Thanthawi, Syaikh Al-Azhar dan Mufti Besar Mesir, menyatakan bahwa kepemimpinan wanita dalam posisi jabatan apapun tidak bertentangan dengan syariah. Baik sebagai kepala negara (al-wilayah al-udzma) maupun posisi jabatan di bawahnya. Dalam fatwanya yang dikutip majalah Ad-Din wal Hayat, Tantawi menegaskan: (Wanita yang menduduki posisi jabatan kepala negara tidaklah bertentangan dengan syariah karena Al-Qur an memuji wanita yang menempati posisi ini dalam sejumlah ayat tentang Ratu Balqis dari Saba. Dan bahwasanya apabila hal itu bertentangan dengan syariah, maka niscaya Al- Quran akan menjelaskan hal tersebut dalam kisah ini. Adapun tentang sabda Nabi bahwa Suatu kaum tidak akan berjaya apabila diperintah oleh wanita Tantawi berkata: bahwa hadits ini khusus untuk peristiwa tertentu yakni kerajaan Farsi dan Nabi tidak menyebutnya secara umum. Oleh karena itu, maka wanita boleh menduduki jabatan sebagai kepala negara, hakim, menteri, duta besar, dan menjadi anggota lembaga legislatif. Hanya saja perempuan tidak boleh menduduki jabatan Syaikh Al- 5 Azhar karena jabatan ini khusus bagi laki-laki saja karena ia berkewajiban menjadi imam shalat yang secara syariah tidak boleh bagi wanita). 1 Dari sini bisa disimpulkan bahwa perempuan bisa menempatkan profesi dalam posisi apapun (terkecuali imam sholat), selama tidak bertentangan dengan syariah Islam. Namun tingkat keberhasilan perempuan dalam ranah politik masih bisa terhitung dengan jari. Terutama perempuan Betawi yang notabennya berdomisili di Jakarta. Perempuan Betawi harus mampu bertahan hidup di tanah kelahirannya sendiri, dimana tanah kelahiran suku Betawi (Jakarta) kini sudah berubah menjadi kota metropolitan. Maka, bagaimanapun perempuan Betawi dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan modern di ibu kota. Demi perkembangan dan kemajuan perempuan Betawi, maka perempuan Betawi harus bisa menyeimbangkan gaya berkomunikasi zaman dengan pendatang dan etnis lainnya tetapi dengan tidak menghilangkan identitas yang dimilikinya. Sehingga perempuan Betawi mampu bertahan hidup di Jakarta (tanah kelahiranan sendiri) sebagai tuan rumah yang maju, berhasil, dan terpandang dengan memperhatikan gaya berkomunikasi. Salah satu perempuan Betawi yang berhasil menjadi seorang pemimpin dalam ranah perpolitikan dan pemerintahan adalah Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si. Sylviana Murni adalah seorang birokrat yang lama berkarier di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta. Sylviana menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta pada tahun 2015 sampai 2016 dan juga pernah menjadi Wali Kota Jakara 1 diakses pada hari Kamis, 2 Februari 2017, pukul 6 Pusat periode Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan ini memperoleh gelar Professor dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka. Wanita asli Betawi ini juga merupakan peraih gelar None Jakarta tahun Ibu Sylviana Murni ini adalah salah satu perempuan Betawi yang berhasil dan ikut serta dalam memajukan identitas Betawi. Yaitu dengan mengikuti beberapa organisasi Betawi, diantaranya pernah menjadi Ketua II Bidang Hubungan Kerja sama Antar Lembaga Bamus Betawi Sekretaris Umum Persatuan Wanita Betawi (PWB) ( ) dan Sekretaris Bamus Betawi Dari sini penulis merasa tertarik untuk meneliti tentang bagaimana Sylviana Murni dapat menerapkan gaya komunikasi yang baik sebagai seorang pemimpin dari kalangan perempuan Betawi sehingga Sylviana Murni bisa berhasil menduduki jabatannya di ranah pemerintahan. Maka, penulis merasa tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai gaya komunikasi kepemimpinan perempuan Betawi dengan mengambil judul Gaya Komunikasi Kepemimpinan Perempuan Betawi: Studi Pada Gaya Komunikasi Sylviana Murni Sebagai Walikota Jakarta Pusat. B. Batasan dan Rumusan Masalah 1. Batasan Masalah Agar penelitian ini lebih terarah dan tidak meluas maka peneliti membuat batasan masalah. Masalah ini hanya memfokuskan pada Gaya Komunikasi Kepemimpinan Perempuan Betawi, dimana saya mengambil 7 sosok perempuan Betawi dalam penelitian ini adalah sosok Sylviana Murni. 2. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk menentukan: 1. Bagaimana implementasi gaya komunikasi Sylviana Murni sebagai seorang pemimpin dari kalangan perempuan Betawi? 2. Apa saja fungsi gaya komunikasi Sylviana Murni yan
Search Related
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x