gaya kepemimpinan william soeryadjaja pemimpin astra internasional

Please download to get full document.

View again

of 13
246 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
gaya kepepemimpinan yang patut dicontohi oleh calon pemimpin jaman sekarang. selamat membaca
Document Share
Document Transcript
  TUGAS ARTIKEL : Perjalanan PT . Astra International dan Collapse-nya Bank Summa pada Tahun 1992 NUR FITRIYANI NUR ARIFIN SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN NITRO MAKASSAR 2014/2015  Astra International, Menjelma Menjadi Perusahaan Multi Sektor Perusahaan Astra International ini sudah menjadi perusahaan yang besar, tidak hanya di tanah air namun juga di kancah international pun kapitalisasinya di lantai bursa menjadi yang terbesar menggeser PT Telkom yang sudah lama menduduki posisi teratas. Astra International didirikan pada tahun 1957 di Bandung oleh William Soeryadjaja, Tjie, Kian Tie dan Liem Peng Hong. Secara hukum PT Astra International disahkan dihadapan Notrais Sie kwan Djio dan terdaftar di panitera pengadilan negeri di Jakarta. Perusahaan ini awalnya bergerak dibidang otomotif, dengan memasarkan merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissam Truck, dan bidang lainnya seoerti PT Federal. Selanjutnya , pada tahun 1969 mulai mengalihkan usaha pada impor alat-alat berat dan barang-barang tehnik . ekspansi yang dilakukan Astra kian sukses itu dikarenakan PT Astra International mendapatkan kepercayaan penuh dari investor luar negeri untuk memasarkan produk-produk otomotif. Pada tahun 1990, perusahaan mengubah namanya menjadi PT Astra International Tbk seiring pencatatan perdana di BEJ. Saat ini singa[ora menjadi pemiliki saham mayoritas dari PT.Astra International.  Astra international memiliki lima divisi sektor yang utama yakni otomotif, agrobisnis, alat berat dan konstruksi atau properti. Kesuksesan astra international tidak lepas dari peran kepemimpinan seorang Wlliam Soeryadjaja . William Soeryadjaya adalah pendiri PT Astra Internasional, seorang pekerja keras, ulet dan pantang menyerah untuk membangun kerajaan bisnisnya.Bagaimanakah kisah perjalanan bisnis taipan ulung anak pedagang Majalengka yang bernama Asli Tjia Kian Liong itu? Bisnis yang dilakoni pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, itu sesungguhnya diawali dengan penuh pahit dan getir. William telah menjadi yatim piatu pada usia 12 tahun. Menginjak usia 19 tahun, sekolahnya di MULO, Cirebon, putus di tengah jalan. Ia kemudian banting setir menjadi pedagangkertasdiCirebon. Selain berdagang kertas, William muda juga berdagang benang tenun di Majalaya. Tak begitu lama, ia beralih menjadi pedagang hasil bumi, seperti minyak kacang, beras, dan gula. Dengan berdagang, saya dapat membantu kehidupan saudara-saudara saya, ujar anak kedua dari lima bersaudara keluarga pedagang ini, suatu ketika Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma cilakanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya.  Saya rugi jutaan DM, ujar William. Lima tahun kemudian, atau tepatnya tahun 1957, bersama Drs Tjia Kian Tie, adiknya, dan Lim Peng Hong, kawannya, William mendirikan PT Astra Internasional Inc. Bisnis perusahaan barunya ini pada mulanya hanya bergerak dalam pemasaran minuman ringan merek Prem Club, lalu ditambah dengan mengekspor hasil bumi. Dalam perkembangan berikutnya, lahan garapan usaha astra meluas ke sektor otomotif, peralatan berat, peralatan kantor, perkayuan, dan sebagainya. Astra tumbuh bak pohon rindang , seperti yang ditamsilkan William sendiri. Keberhasilan Astra ketika itu, diakui William, tidak terlepas berkat ada kebijaksanaan Pemerintah Orde Baru, yang memberi angin sejuk kepada dunia usaha untuk berkembang. Salah satu contohnya tahun 1968-1969, Astra diperkenankan memasok 800 kendaraan truk merek Chevrolet. Kebetulan, saat itu pemerintah sedang mengadakan program rehabilitasi besar-besaran. Saking banyaknya yang membutuhkan, kendaraan truk itu laris bak pisang goreng. Apalagi, ketika itu terjadi kenaikan kurs dollar, dari Rp 141 menjadi Rp 378 per dollar AS. Bisa dibayangkan berapa keuntungan kami, ujar Oom Willem, panggilan akrabnya, kala itu. Sejak itu pula Astra kerap ditunjuk sebagai rekanan pemerintah dalam menyediakan berbagai sarana pembangunan. Dalam perjalanan selanjutnya, Astra tak hanya sebatas memasok, tetapi juga mulai
Search Related
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x