Diet untuk-anak

Please download to get full document.

View again

of 61
203 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
1. Diet untuk anak BadraningsihLastariwati/ UNY 2. JADWAL PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI UMUR 0-12 BULAN 0-6 bulan 6-7 bulan (bertahap) 7-9 bulan (bertahap) 9-12 bulan…
Document Share
Document Transcript
  • 1. Diet untuk anak BadraningsihLastariwati/ UNY
  • 2. JADWAL PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI UMUR 0-12 BULAN 0-6 bulan 6-7 bulan (bertahap) 7-9 bulan (bertahap) 9-12 bulan (bertahap) > 12 bulan 06.00 ASI sesuai kebutuhan bayi ASI/PASI 08.00 Bubur susu Bubur susu  nasi tim Nasi tim  makanan keluarga Makanan keluarga 10.00 Buah segar / biskuit Snack 12.00 ASI Bubur susu  nasi tim Nasi tim  makanan keluarga Makanan keluarga 14.00 ASI ASI/PASI ASI/PASI - 16.00 Buah segar / biskuit Snack 18.00 Bubur susu Bubur susu  nasi tim Nasi tim  makanan keluarga Makanan keluarga 21.00 ASI ASI/PASI ASI/PASI ASI/PASI
  • 3. Kekurangan energi protein (KEP) anak
  • 4. Gizi balita dengan kekurangan energi protein (KEP) berat • Melalui 3 fase yaitu fase stabilisasi, fase transisi, dan fase rehabilitasi • Kebutuhan energi mulai dari 80 sampai 220 kkal/kg BB/hari • Kebutuhan protein mulai 1 – 4 gram / kg BB/hari • Pemberian suplementasi vitamin dan mineral bila ada defisiensi. • Jumlah cairan 130 – 200 ml/kg BB/hari, bila edema berat cairan 100 ml/kg BB/hari
  • 5. Gizi balita dengan kekurangan energi protein (KEP) berat • Pemberian per oral atau lewat pipa nasogastrik • Porsi makanan kecil dan frekuensi makan sering • Terus memberikan ASI • Makanan fase stabilisasi harus hipoosmolar dan rendah laktosa, rendah serat • Jenis makanan berdasarkan berat badan, yaitu : - BB < 7 kg  makanan bayi/lumat - BB > 7 kg makanan anak secara bertahap • Mempertimbangkan hasil anamnesa riwayat gizi
  • 6. Gizi balita dengan kekurangan energi protein (KEP) berat – FASE STABILISASI • ASI tetap diberikan setelah formula • Porsi kecil dan sering dengan formula rendah laktosa dan hipo/iso osmolar • Berikan secara oral/nasogastris • Energi 80-100 kkal/kg BB/hari • Protein 1 – 1,5 g/kg BB/hari • Cairan 130 ml/kg BB/hari (100 ml/kg BB /hari, bila ada odema) • Diberikan Formula 75 atau modisco 0,5
  • 7. Gizi balita dengan kekurangan energi protein (KEP) berat – FASE TRANSISI • Energi : 100-150 kkal/kg BB/hari • Protein : 2-3 g/kg BB/hari • Cairan : 150 ml/ kg BB/hari • Merubah makanan dari Formula 75 ke formula 100 atau Modisco I/II • Modifikasi bubur atau makanan keluarga dapat digunakan
  • 8. Gizi balita dengan kekurangan energi protein (KEP) berat – FASE REHABILITASI • Energi : 150 – 220 kkal/kg BB/hari • Protein 4 – 6 g/kg BB/hari • Bila anak masih mendapat ASI terukan, dan ditambah formula karena energi dan protein ASI tidak akan mencukupi untuk tumbuh kejar. • Cairan :150 – 200 ml/kg BB/hari • Diberikan formula 135 atau Modisco III
  • 9. Gizi balita dengan kekurangan energi protein (KEP) berat – FASE REHABILITASI Kenaikan BB pada fase rehabilitasi • Baik  kenaikan BB ≥ 50 g/kg BB/minggu  Teruskan pemberian makan • Kurang berhasil  kenaikan BB < 50 g/kg BB/mg • penyebab : pemenuhan zat gizi kurang dan defisiensi zat gizi mikro ; infeksi tidak terdeteksi ; masalah psikologik
  • 10. bahan makanan / 1000ml F 75 F 100 F 135 Skim bubuk gr 25 85 90 Gula Pasir gr 100 50 65 Minyak sayur gr 30 60 75 Larutan elektrolit ml 20 20 27 Tambahan air s/d ml 1000 1000 1000 NILAI GIZI Energi kal 750 1000 1350 Protein gr 9 29 33 Laktosa gr 13 42 48 Kalium mmol 36 59 63 Natrium mmol 6 19 22 Magnesium mmol 4,3 7,3 30 Seng mg 20 23 3,4 Tembaga mg 2,5 2,5 10 FORMULA WHO UNTUK GIZI BURUK TANPA DIARE
  • 11. MODIFIKASI FORMULA WHO FASE STABILISASI bahan makanan F75 F75 F75 M1/2 Skim 25 gr - - 100 gr Full cream - 35 gr - - Susu segar - - 300 ml - Gula pasir 70 gr 70 gr 70 gr 50 gr Tep beras 35 gr 35 gr 35 gr - Tempe - - - - Minyak sayur 27 gr 17 gr 17 gr 25 gr Margarine - - - - Larutan elektrolit 20 ml 20 ml 20 ml - tambahan air s/d 1000 ml 1000 ml 1000 ml 1000 ml Utk diare persisten & disentri
  • 12. MODIFIKASI FORMULA WHO FASE TRANSISI bahan makanan F100 Ml Mll Skim - 100 gr 100 gr Full cream 110 gr - - Susu segar - - - Gula pasir 50 gr 50 gr 50 gr Tep beras - - - Tempe - - - minyak sayur 30 gr 50 gr - Margarine - - 50 gr larutan elektrolit 20 ml - - tambahan air s/d 1000 ml 1000 ml 1000 ml
  • 13. MODIFIKASI FORMULA WHO FASE REHABILITASI bahan makanan F135 Mlll Skim - - Full cream 25 gr 120 gr Susu segar - - Gula pasir 75 gr 75 gr Tep beras 50 gr - Tempe 150 - minyak sayur 60 gr - Margarine - 50 larutan elektrolit 27 ml - tambahan air s/d 1000 ml 1000 ml
  • 14. MODISCO BAHAN Modisco 0,5 Modisco 1 Susu Skim Gula pasir Minyak jagung Air 10 g 5 g 2,5 g 100 cc 10 g 5 g 5 g 100 cc Energi Protein Lemak HA Kalium/Natrium 77 3,6 2,6 9,9 150/47 99,4 3,6 5,1 9,9 150/47
  • 15. MODISCO BAHAN Modisco 2 Modisco 3 Susu Skim Gula pasir Margarin Air 10 g 5 g 5 g 100 cc FCM 12 g 7,5 g 5 g 100 cc Energi Protein Lemak HA Kalium/Natrium 90,4 3,6 4,15 9,9 151/36,5 115 3 7,65 9,1 141/95
  • 16. Obesitas pada anak
  • 17. Obesitas pada anak • Mengingat penyebab obesitas bersifat multifaktor, maka penatalaksanaan obesitas seharusnya dilaksanakan secara multidisiplin dengan mengikut sertakan keluarga dalam proses terapi obesitas. • Prinsip dari tatalaksana obesitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi, dengan cara pengaturan diet, peningkatan aktifitas fisik, dan mengubah / modifikasi pola hidup
  • 18. Pengaturan diet pada anak obesitas • Menetapkan target penurunan berat badan • Untuk penurunan berat badan ditetapkan berdasarkan: umur anak, yaitu usia 2 - 7 tahun dan diatas 7 tahun, derajat obesitas dan ada tidaknya penyakit penyerta/komplikasi. • Pada anak obesitas tanpa komplikasi dengan usia dibawah 7 tahun, dianjurkan cukup dengan mempertahankan berat badan, sedang pada obesitas dengan komplikasi pada anak usia dibawah 7 tahun dan obesitas pada usia diatas 7 tahun dianjurkan untuk menurunkan berat badan. • Target penurunan berat badan sebesar 2,5 - 5 kg atau dengan kecepatan 0,5 - 2 kg per bulan.
  • 19. Pengaturan diet pada anak obesitas • Prinsip pengaturan diet pada anak obesitas adalah diet seimbang sesuai dengan RDA, hal ini karena anak masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan.5 • Intervensi diet harus disesuaikan dengan usia anak, derajat obesitas dan ada tidaknya penyakit penyerta. • Pada obesitas sedang dan tanpa penyakit penyerta, diberikan diet seimbang rendah kalori dengan pengurangan asupan kalori sebesar 30%. Sedang pada obesitas berat (IMT > 97 persentile) dan yang disertai penyakit penyerta, diberikan diet dengan kalori sangat rendah (very low calorie diet ).12
  • 20. Pengaturan diet pada anak obesitas • Hal yang perlu diperhatikan : • Tetap mempetahankan pertumbuhan normal • Diet dengan komposisi karbohidrat 50-60%, lemak 20-30% (dengan lemank jenuh < 10%), protein 15-20%, kolesterol < 300 mg/hari • Tinggi serat, dianjurkan pada anak umur > 2 tahun dengan penghitungan dosis menggunakan rumus: (umur dalam tahun + 5) gram per hari.
  • 21. Pengaturan pola hidup • Peningkatan aktifitas fisik mempunyai pengaruh terhadap laju metabolisme. Latihan fisik yang diberikan disesuaikan dengan tingkat perkembangan motorik, kemampuan fisik dan umurnya. • Aktifitas fisik untuk anak usia 6-12 tahun lebih tepat yang menggunakan ketrampilan otot, seperti bersepeda, berenang, menari dan senam. • Dianjurkan untuk melakukan aktifitas fisik selama 20-30 menit per hari.
  • 22. Pengaturan pola hidup • Mengubah pola hidup Untuk perubahan perilaku ini diperlukan peran serta orang tua sebagai komponen intervensi, dengan cara: • Pengawasan sendiri terhadap: berat badan, asupan makanan dan aktifitas fisik serta mencatat perkembangannya. • Mengontrol rangsangan untuk makan. Orang tua diharapkan dapat menyingkirkan rangsangan disekitar anak yang dapat memicu keinginan untuk makan. • Mengubah perilaku makan, dengan mengontrol porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi dan mengurangi makanan camilan. • Memberikan penghargaan dan hukuman. • Pengendalian diri, dengan menghindari makanan berkalori tinggi yang pada umumnya lezat dan memilih makanan berkalori rendah
  • 23. Anak dengan obesitas berat • Terapi intensif diterapkan pada anak dengan obesitas berat dan yang disertai komplikasi yang tidak memberikan respon pada terapi konvensional, terdiri dari diet berkalori sangat rendah (very low calorie diet), • Indikasi terapi diet dengan kalori sangat rendah bila berat badan > 140% BB Ideal atau IMT > 97 persentile, dengan asupan kalori hanya 600-800 kkal per hari dan protein hewani 1,5 - 2,5 gram/kg BB Ideal, dengan suplementasi vitamin dan mineral serta minum > 1,5 L per hari. Terapi ini hanya diberikan selama 12 hari dengan pengawasan dokter.
  • 24. Autisme pada anak
  • 25. Gangguan pada anak dengan autisma • Gangguan nutrisi ( gizi ) • Gangguan metabolisme • Gangguan pencernaan dan penyerapan makanan • Gangguan sistim kekebalan tubuh • Gangguan sistim pembuangan racun dan logam berat Dampaknya : gangguan fungsi dan perkembangan tubuh, khususnya jaringan otak dan sistim saraf pusat
  • 26. Anjuran untuk anak autisma/hiperaktif • Diet GFCF ( Gluten Free - Casein Free ) : Hindarkan semua jenis makanan yang mengandung : • tepung terigu ( roti, kue-kue, snack, mi, dll ) • produk susu sapi ( susu bubuk/kaleng, keju, kue-kue yang dibuat dengan memakai susu sapi, es krim, yogurt, yakult, snacks, dll). • beras ketan karena kandungan gluten yang cukup tinggi. • buatlah sendiri kue atau snack dengan menggunakan bahan-bahan yang diperbolehkan, mis : tepung beras, tepung larut, tepung tapioka.
  • 27. Anjuran untuk anak autisma/hiperaktif • Diet bebas gula • jangan gunakan gula buatan seperti : saccharine, aspartam (misal: tropicanaslim, equal). • sebagai penggantinya bisa dipakai : stevia, glycerin, atau sarbitol. • Hindarkan makanan yang dibuat dengan peragian, misal : tempe, roti, dll. • Kebutuhan karbohidrat harus dipenuhi dengan makanan nasi yang cukup, makan terlalu banyak karbohidrat juga tidak baik. • Perbanyak makan protein ( daging sapi, kambing, unggas, telur, kedelai, biji-bijian, dan kacang- kacangan ).
  • 28. Anjuran untuk anak autisma/hiperaktif • Sebisa mungkin hindarkan makan ikan karena kandungan logam beratnya yang tinggi akibat pencemaran lingkungan terutama pada ikan laut. Ikan yang relatif aman dikomsumsi yaitu : ikan salmon, tuna, makarel/tengiri. • Perbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan segar sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat ( fiber ). • Buatlah anak mau minum air yang banyak ( kira-kira 2 liter sehari ) • Jangan berikan makanan yang mengandung campuran bahan-bahan kimia (additives), misalnya : pengawet ( preservatives ), pewarna ( colouring ), penyedap ( flavoring ). jangan tambahkan msg atau micin pada setiap masakan anak anda.
  • 29. Anjuran untuk anak autisma/hiperaktif • Karena sebagian besar anak-anak ini mempunyai alergi makanan akibat penumpukan makanan yang sama akibat komsumsi yang berlebihan, maka perlu diadakan rotasi makanan ( food rotation ) dengan menggunakan makanan yang bervariasi. • Lakukan tes alergi makanan lewat pembuatan food diary ; dengan pengamatan yang cermat dapat diketahui efek dari makanan tertentu terhadap perubahan kesehatan maupun perilaku anak. • Pemberian suplement penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi dari makanan (multi-vitamin, mineral-mineral, enzim pencernaan, probiotik, colustrum, dll). (suplemen yang dibutuhkan : kalsium, magnesium, zink, vitamin C)
  • 30. Anjuran untuk anak autisma/hiperaktif • Periksalah dengan teliti terlebih dahulu label makanan untuk melihat komposisi dari makanan yang akan kita beli di toko. • Jangan beli jika terdapat bahan-bahan makanan yang dilarang seperti tersebut di atas. • Karena seringkali komposisi ditulis dalam bahasa inggris, daftar bahan makanan yang harus dihindari berikut ini mungkin bisa membantu : wheat flour, milk (dairy), yeast, monosodium glutamate (MSG), vegetable oil, natural coloring, natural flavoring, food dyes, preservatives.
  • 31. kasus • Tiok putra seorang karyawan,usia 10 tahun,kelas empat SD saat ini masih dalam pendampingan dokter karena terindikasi menderita autis.Kebiasaan Tiok tidak bisa diam dan sulit makan.Untuk membantu dalam penyiapan makanan keseharian anda diminta untuk membantu mengatur menu dan menyiapkan bekal sekolahnya yang berupa kudapan untuk waktu istirahat pertama dan makan siang.Untuk kebutuhan kalori silahkan lihat kebutuhan pada tabel yang dianjurkan dan juga kebutuhan proteinnya.
  • 32. Diare akut & kronis
  • 33. Diare • Diare adalah suatu keadaan dimana terjadi perubahan bentuk dan konsistensi tinja menjadi cair atau setengah cair dan frekuensi buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari dengan/tanpa disertai lendir dan darah. • Diare akut yaitu diare yang berlangsung kurang dari 15 hari. Sedangkan menurut World Gastroenterology Organisation Global Guidelines 2005, diare akut didefinisikan sebagai pasase tinja yang cair/lembek dengan jumlah lebih banyak dari normal, berlangsung kurang dari 14 hari.
  • 34. Diare • Diare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 15 hari. Diare persisten merupakan istilah yang dipakai di luar negeri yang menyatakan diare yang berlangsung 15-30 hari yang merupakan kelanjutan dari diare akut (peralihan antara diare akut dan kronik, dimana lama diare kronik yang dianut yaitu yang berlangsung lebih dari 30 hari). • Diare infektif adalah bila penyebabnya infeksi. Sedangkan diare non infektif bila tidak ditemukan infeksi sebagai penyebab pada kasus tersebut. Diare organik adalah bila ditemukan penyebab anatomic, bakteriologik, hormonal atau toksikologik. Diare fungsional bila tidak dapat ditemukan penyebab organic.
  • 35. Penatalaksanaan rehidrasi pada diare akut • Sebelum memberikan terapi rehidrasi pada pasien, perlu dinilai dulu derajat dehidrasinya. Derajat dehidrasi terdiri dari dehidrasi ringan, sedang, berat. • Ringan bila pasien mengalami kekurangan cairan 2-5% dari berat badan. • Sedang bila pasien kehilangan cairan 5-8% dari berat badan. • Berat bila pasien kehilangan cairan 8-10% dari berat badan. • Bila keadaan umum pasien baik dan tidak dehidrasi, asupan cairan yang adekuat dapat dicapai dengan minuman ringan, sari buah, sup dan keripik asin. • Bila pasien kehilangan cairan yang banyak dan dehidrasi, pemberian cairan intravena dan rehidrasi oral dengan cairan isotonic mengandung elektrolit dan gula harus diberikan.
  • 36. Penatalaksanaan rehidrasi pada diare akut • Terapi rehidrasi oral lebih praktis dan efektif daripada cairan intravena. • Cairan oral antara lain : pedialit, oralit, dll. • Cairan infuse seperti Ringer Laktat. Cairan diberikan 50-200 ml/kgBB/24 jam tergantung kebutuhan dan status hidrasi. • Pasien dengan Dehidrasi ringan sampai sedang masih dapat diberikan cairan per oral atau selang nasogastrik, kecuali bila ada kontraindikasi atau saluran cerna atas tak dapat dipakai. • Pemberian oral diberikan larutan oralit yang hipotonik dengan komposisi 29 gr glukosa, 3,5 gr NaCl, 2,5 gr Natrium Bikarbonat dan 1,5 gr KCl setiap liter. • Sedangkan pada pasien dengan dehidrasi sedang sampai berat sebaiknya diberikan cairan melalui infuse pembuluh darah. • Prinsip menentukan jumlah cairan yang akan diberikan yaitu sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari tubuh. Resusitasi Cairan & Elektrolit sesuai derajat dehidrasi dan kehilangan elektrolitnya.
  • 37. Diet untuk diare • Anak-anak dengan gastroenteritis harus dikembalikan ke diet normal secepat mungkin. Menyusui dini mengurangi durasi penyakit dan meningkatkan hasil gizi. • Bayi ASI harus terus menyusui sepanjang fase rehidrasi dan pemeliharaan gastroenteritis akut. Susu formula bayi harus memulai ulang makan dengan kekuatan penuh segera setelah fase rehidrasi selesai (idealnya 2-4 jam). Anak disapih harus dimulai awal dengan cairan normal mereka dan padatan segera setelah fase rehidrasi selesai. • Makanan berlemak dan makanan tinggi gula sederhana harus dihindari. • Untuk sebagian besar bayi, uji klinis telah menemukan manfaat dari formula bebas laktosa. Demikian pula, diet yang sangat spesifik, seperti BRAT (pisang, nasi, saus apel, dan roti bakar) diet, belum terbukti meningkatkan hasil dan dapat memberikan nutrisi optimal bagi pasien. • Zink dapat mencegah infeksi saluran cerna, mempercepat penyembuhan, dan mencegah kekambuhan diare. Zink diberikan 20mg/hari, sekali sehari untuk anak berusia di atas 6 bulan dan 10mg/hari sekali sehari, untuk anak berusia di bawah atau sama dengan 6 bulan. Zinkdiberikan selama 10-14 hari.
  • 38. Diet untuk diare • Pasien diare tidak dianjurkan puasa, kecuali bila muntah-muntah hebat. Pasien justru dianjurkan minum minuman sari buah, teh, minuman tidak bergas, makanan mudah dicerna seperti pisang, nasi, keripik dan sup. • Susu sapi dalam keadaan tertentu mungkin harus dihindarkan karena adanya defisiensi laktase transien yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Minuman berkafein dan alkohol harus dihindari karena dapat meningkatkan motalitas dan sekresi usus. • Jenis diet yang diindikasikan untuk pasien dengan diare berat adalah Diet Sisa Rendah. • Diet sisa rendah adalah makanan yang terdiri dari bahan makanan rendah serat dan hanya sedikit meninggalkan sisa. • Yang dimaksud dengan sisa adalah bagian-bagian makanan yang tidak diserap seperti yang terdapat di dalam susu dan produk susu serta daging yang berserat kasar. • Di samping itu, makanan lain yang merangsang saluran cerna harus dibatasi. • Tujuan Diet Sisa Rendah adalah untuk memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak merangsang saluran cerna.
  • 39. Rekomendasi diet • Energi cukup sesuai dengan umur, gender, dan aktivitas. • Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energy total. • Lemak sedang, yaitu 10-25% dari kebutuhan energy total. • Karbohidrat cukup, yaitu sisa kebutuhan energy total. • Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8 g/hari. • Menghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar (liat) sesuai dengan toleransi perorangan. • Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam dan berbumbu tajam. • Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu panas dan dingin • Makanan sering diberikan dalam porsi kecil. • Bila diberikan dalam jangka waktu lama atau dalam keadaan khusus, diet perlu disertai suplemen vitamin dan mineral, makanan formula, atau makanan parenteral.
  • 40. Alergi pada anak
  • 41. Alergi makanan pada anak • Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. • Alergi makanan mempunyai aspek yang penting pada tumbuh kembang anak terutama dalam penatalaksanaan diet penghindaran makanan alergen yang mungkin diperlukan untuk tumbuh kembangnya. • Pada dasarnya semua makanan mempunyai potensi untuk menimbulkan alergi tetapi mempunyai derajat alergenitas yang berbeda. Umumnya sebagian besar penderita alergi makanan akan kehilangan reaktivitas terhadap beberapa jenis makanan sejalan bertambahnya usia. • Berbagai cara diusahakan untuk mencegah serta mengobatai alergi makanan, diantaranya adalah dengan penghindaran makanan hiperalergenik sejak trimester kehamilan, pendekatan nutrisi misalnya dengan pemberian fraksi peptida yang dapat ditoleransi usus atau dengan pemberian probiotik untuk mencegah atau menekan reaksi inflamasi.
  • 42. Batasan alergi makanan pada anak • Reaksi simpang makanan (adverse food reaction) • Istilah umum untuk reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang ditelan. • Reaksi ini dapat merupakan reaksi sekunder terhadap alergi makanan (hipersensitifitas) atau intoleransi makanan. • Food Allergy • Istilah untuk suatu hasil reaksi imunologik yang menyimpang. Sebagian besar reaksi ini melalui reaksi hipersensitifitas tipe I (Gell & Coombs) yang diperani ol
  • Search Related
    We Need Your Support
    Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

    Thanks to everyone for your continued support.

    No, Thanks