BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI

Please download to get full document.

View again

of 28
258 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI 4.1 PT Isuzu Astra Motor Indonesia Assy Plant Pondok Ungu Sejarah Singkat Perusahaan Tanggal 3 Mei 1974 PT. Pantja Motor secara resmi didirikan sebagai anak perusahaan
Document Share
Document Transcript
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI 4.1 PT Isuzu Astra Motor Indonesia Assy Plant Pondok Ungu Sejarah Singkat Perusahaan Tanggal 3 Mei 1974 PT. Pantja Motor secara resmi didirikan sebagai anak perusahaan dari PT. Pantja Niaga. Kemudian pada tanggal 21 Juni 1981, PT. Pantja Motor memperluas assembling-nya dengan sebuah assembling PT. Insan Apolo yang berada di Jalan Kali Abang No. 1 Pondok Ungu, Bekasi dan juga yang berada di Jalan Karang Bolong Raya No. 24 Ancol Barat, Jakarta Utara. Di tahun 1988 PT. Unitras Pertama membeli 68 persen saham PT. Pantja Motor dan sisanya tetap dimiliki oleh PT. Pantja Niaga. Pada tahun 1991 PT. Astra International Tbk menjadi pemilik mayoritas PT. Pantja Motor dengan 75 persen saham yang dibeli melalui PT. Aryaloka Sentana dari PT Unitras Pertama. Di tahun yang sama Isuzu Panther TBR 52, 2300 cc Diesel Direct Injection diluncurkan ke pasar. Pada Agustus 2007, gedung head office Isuzu diresmikan, seluruh kegiatan dipindahkan di gedung baru. Akhirnya pada tahun 2008, penanda tanganan DTS (Deed of Transfer of Shares) dilaksanakan pada tgl 4 Februari 2008, saham yang dilepas PT. Arya Kharisma kepada Isuzu Motor Ltd sebanyak persen, sehingga komposisi saham berubah menjadi PT. Arya Kharisma (Astra Internasional) 49,88 persen, Isuzu Motors Ltd persen dan PT. PPI (Planning Production Inventory) sebanyak persen. PT. Pantja Motor secara resmi bergabung dengan PT. ASTRA Internasional Tbk pada 14 April 2008, dan sebelumnya pada tanggal 5 April 2008 telah berganti nama menjadi PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (PT. IAMI). PT. Isuzu Astra Motor Indonesia tergabung dalam grup Astra Motor III (Asmo III) yang terdiri dari perusahaan-perusahaan agen tunggal maupun distributor untuk merk ISUZU, Daihatsu, Nissan Diesel, Peugeot dan BMW (hanya distributor) menggunakan Sistem Manajemen Astra yaitu manajemen TQC (Total Quality Control), dimana dalam peningkatan kualitasnya berdasarkan data-data statistik dan harus mengikutsertakan karyawannya, mulai dari tingkat bawah hingga manajemen, sehingga tercapai kepuasan pelanggan dan juga kepuasan kerja karyawan itu sendiri. Batas Wilayah dan Letak Geografis PT. Isuzu Astra Motor Indonesia Assy Plant Pondok Ungu (PT. IAMI APPU) APPU PT. Isuzu Astra Motor Indonesia beralamat di Jl. Kali Abang No. 1 Pondok Ungu, Kecamatan Medan Satria, Pondok Ungu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Menurut letak geografisnya, area PT. Isuzu Astra Motor Indonesia memiliki perbatasan wilayah sebagai berikut: sebelah utara : Kantor Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi sebeleah selatan : PT. GMBI sebelah timur : PT. Bakrie Tosanjaya sebelah barat : PT. Express Area industri PT. Isuzu Astra Motor Indonesia mempunyai luas m 2 dan dengan luas bangunan m 2. Fasilitas pendukung yang terdapat di area PT. Isuzu Astra Motor Indonesia ialah musholla, kantin, ruang makan, loker bagi karyawan, toilet, lapangan parkir, taman, koperasi karyawan dan beberapa fasilitas pendukung lainnya Visi dan Misi PT Isuzu Astra Motor Indonesia PT Isuzu Astra Motor Indonesia memiliki visi dan misi dimana visi dan misi tersebut dinyatakan sebagai tujuan akhir perusahaan. Berdasarkan kebijakan perusahaan, maka PT. IAMI mempunyai visi yaitu sebagai perusahaan agen tunggal pemegang merek mobil Isuzu memahami pentingnya tanggungjawab perusahaan dibidang kualitas, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, sosial, hubungan industrial dan keamanan sebagai akibat yang timbul dari proses bisnis perusahaan. Untuk mewujudkan visi tersebut, maka PT Isuzu Astra Motor Indonesia memiliki misi untuk: 1. Memenuhi dan mematuhi peraturan perundangan, persyaratan lain yang berlaku, serta menjalin hubungan baik dengan pemerintah, masyarakat, supplier, seluruh karyawan dan pihak-pihak terkait. 2. Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan, kecelakaan dan penyakit akibat kerja 3. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dengan memenuhi persyaratan Q, C, D, S, M, E (Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale, dan Environment). 54 4. Menerapkan etika bisnis dan etika kerja sesuai dengan Catur Darma dan Prinsip Dasar Astra dalam praktek bisnis sehari-hari 5. Melakukan aktivitas sosial guna menumbuhkan kepercayaan para stakeholder 6. Menyelenggarakan fungsi keamanan yang kondusif dan terciptanya rasa aman terbebas dari Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan dan Bahaya (ATHGB) dan bekerja sama dengan aparat keamanan terkait 7. Melakukan perbaikan secara terus-menerus dalam penerapan sistem manajemen dan berpedoman pada Catur Darma Astra Sumber Daya Manusia dan Struktrur Organisasi PT. Isuzu Astra Motor Indonesia saat ini memiliki jumlah karyawan tetap sebanyak 214 orang. PT. Isuzu Astra Motor Indonesia dipimpin oleh Board of Director, 1 orang Director in Charge, dan 1 orang direktur produksi manufacture yang membawahi Assy Plant, Departemen Personalia, dan General Affair (PGA). Departement Assy Plant, yang dipimpin oleh Plant Manager, membawahi enam seksi yaitu Planning Production Inventory Control (PPIC), Produksi, Quality Control, Technical Service (TekSer), PDCA dan Environmental Health and Safety (EHS). Berikut ini uraian tugas masing-masing seksi: 1. Seksi PPIC (Planning Production Inventory Control) Seksi ini bertugas mengontrol, mendata barang-barang yang dibutuhkan dalam proses produksi, bertanggung jawab dalam pembuatan jadwal proses dan jumlah produksi yang dihasilkan. Karyawan tetap yang ada di seksi ini adalah 20 orang, dengan komposisi 19 orang pria dan satu orang wanita dan lima orang karyawan kontrak. 2. Seksi Produksi Seksi ini bertanggung jawab mengatur keseluruhan proses produksi. Mulai dari merakit kendaraan, pembentukkan sampai dengan manganalisis tipe-tipe yang dikeluarkan, serta membuat suatu petunjuk kerja yang kemudian disampaikan ke seksi lain. Seksi produksi ini juga berfungsi sebagai seksi Research and Development yang bertugas 55 merencanakan produksi baru/mengolah produksi agar sesuai kebutuhan dalam pemasaran. Dalam proses produksi, seksi ini dibagi lagi menjadi beberapa pos produksi, antara lain Body Shop, Paint Shop, Sub Assy & Balck Dipping, Trimming Cabin, TCF dan Recty. Dibandingkan dengan pekerjaan dibidang administrasi, beban kerja di seksi produksi ini terolong sedang, dengan beban kerja yang berat ada pada bagian Body Shop dan Paint Shop. Seksi Produksi dikepalai oleh Supervisor. Masing-masing pos dikepalai oleh seorang Foreman. Foreman membawahi sekelompok operator yang diketuai oleh Group Leader. 3. Seksi Quality Control Bertanggung jawab mengendalikan (controlling) kualitas hasil produksi, baik produk hasil dari tiap proses maupun hasil akhir. Selain itu, seksi ini juga mendata penerimaan material lokal maupun non lokal dan mengendalikan daftar barang yang dibutuhkan. 4. Seksi Technical Service Bertugas merawat, memperbaiki, mengembangkan, dan memodifikasi semua equipment dan tools yang digunakan dalam proses produksi, serta bertanggung jawab terhadap kelancaran arus listrik dan bangunan 5. Seksi PDCA (Plan, Do, Check, Action) Bertugas dalam perencanaan, kegiatan, pengawasan, dan review program di setiap seksi perusahaan 6. Seksi Enviroment Health and Safety (EHS) Bertanggung jawab terhadap seluruh aspek yang berkaitan dengan Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LK3) dan untuk mensukseskan kebijakan serta komitmen perusahaan tentang LK3. EHS juga bertanggung jawab terhadap operasional Waste Water Treatment (WWT), Incenerator, pemenuhan undang-undang K3 dan lingkungan dan upaya-upaya untuk memenuhi cleaner production, clear technology, serta pengupayaan zero accident. 56 Selain dalam bidang keselamatan, EHS juga memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan karyawan. Salah satu wujud tanggung jawab tersebut adalah dengan adanya klinik kesehatan milik perusahaan. Namun, klinik di perusahaan ini tidak banyak dimanfaatkan oleh karyawan dengan alasan karyawan lebih suka mendapat pelayanan dari dokter ahli. Perusahaan juga menyediakan ruang P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dan obat-obatan P3K pada 13 kotak obat yang tersebar di area perusahaan untuk menghadapi keadaan darurat. Perusahaan mulai menerapkan gizi kerja dalam rangka mengembangkan peran serta EHS dalam menjamin kesehatan dan keselamatan kerja. Salah satu wujud penerapan gizi kerja adalah dengan menyediakan makan siang yang memenuhi kebutuhan gizi para karyawan dan selera para karyawan. Peran ini penting dalam meningkatkan status gizi para karyawan sehingga dapat terhindar dari gangguan kesehatan akibat gizi, baik gizi kurang maupun lebih, sehingga produktivitas dapat meningkat CSR PT Isuzu Astra Motor Indonesia APPU PT. IAMI APPU telah melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sejak tahun Penerapan CSR PT. IAMI APPU dilakukan berdasarkan kebijakan perusahaan yang tercantum dalam visi dan misi PT. IAMI. Hal tersebut tersurat dalam butir nomor lima dari kebijakan perusahaan yang menyatakan bahwa PT IAMI melakukan aktivitas sosial guna menumbuhkan kepercayaan pada stakeholder. Selain kebijakan perusahaan, CSR PT IAMI APPU juga dilakukan berdasarkan kebijakan lingkungan yang menyatakan bahwa ingin mewujudkan sebagai perusahaan yang ramah lingkungan (environmental friendly company) serta berpartisipasi aktif dalam tanggung jawab sosial terhadap masyarakat (community development). Kedua Kebijakan ini masing-masing disahkan oleh Ecexutive in Charge CSR. Adapun struktur koordinasi yang terdapat dalam komite CSR PT. IAMI APPU yang terlihat pada Gambar 2 berikut: 57 Board of Directors Director In Charge Management Representative Head Secretary Area Employee (AIRA) Area Supplier Area Customer Area Shareholder Area Community Area Government Area Environment Marketing After Sales Product Development Production Engineering PPIC Budget & Accounting Information System HRD GA APPU PDC CKD Sparepart Gambar 2. Struktur Koordinasi CSR PT. IAMMI APPU Kegiatan CSR PT IAMI APPU dalam struktur organisasi perusahaan ditangani oleh seksi Enviroment Health and Safety (EHS). Seksi ini dibentuk karena tanggapan dari munculnya sistem manajeman lingkungan yang dirilis oleh PT. Astra International (PT. AI) sebagai induk perusahaan pada tahun Sistem ini dikenal dengan sebutan Astra Green Company (AGC). AGC merupakan sebuah manajeman yang secara sadar meletakkan pertimbangan perlindungan dan pembangunan lingkungan, keselamatan, dan kesehatan 58 stakeholder dalam setiap pengambilan keputusan bisnisnya sebagai wujud nyata tanggung jawab dan upaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Empat pilar yang mendukung sistem manajeman AGC ialah Green Strategy, Green Process, Green Product dan Green Employee. AGC juga digunakan sebagai alat untuk melakukan self assesment/internal audit yang berguna untuk mengetahui kinerja perusahaan khusunya mengenai Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LK3). Status penilaian AGC dibagi menjadi 5 warna sebagai simbol peringkat dari terbaik, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah dan Hitam (Lampiran 2). Kemudian pada tahun 2007, selain sistem AGC, PT. Astra International menambah sistem baru yang bernama Astra Friendly Company (AFC). Sistem ini dibuat untuk menilai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Adapun tiga pilar yang membangun sistem ini ialah konsep Value, Mindset dan Behavior. Namun sampai saat ini kegiatan CSR PT. IAMI APPU diaudit berdasarkan kriteria sistem penilaian AGC dikarenakan perusahaan belum siap untuk diaudit berdasarkan sistem AFC. Beberapa kriteria penilaian mengenai tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stkakeholder masyarakat juga terdapat di dalam audit AGC, akan tetapi tidak selengkap pada kriteria penilaian berdasarakan audit AFC. Proses pengauditan melalui sistem AFC dilakukan berdasarkan permintaan dari kesiapan PT. IAMI APPU untuk diaudit kepada PT. Astra International. Kedua sistem tersebut, baik AFC dan AGC diharapkan dapat mencapai prestasi perusahaan dalam keseimbangan Triple Bottom Line, yakni dalam bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Jadi perusahaan tidak hanya mengharapkan keuntungan laba dari penjualan produknya (ekonomi), akan tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial (hubungan yang baik dengan masyarakat, konsumen, pemasok, dan pemerintah) dan lingkungan alam sekitar perusahaan demi kelancaran keberlansungan hidupnya bisnis PT. Isuzu Astra Motor Indonesia. 4.2 Komunitas Kelurahan Medan Satria RW Kondisi Geografis RW 07, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria Secara geografis, RW 07 merupakan wilayah pemukiman padat penduduk yang terdiri dari 7 RT. RW 04 terletak di wilayah Kelurahan Medan Satria, 59 Kecamatan Medan Satria, Kotamdaya Bekasi Utara. Wilayah ini merupakan rawan banjir ketika musim hujan. Fasilitas umum yang terdapat di RW 07 antara lain sekolah, mushola, kantor RW dan posyandu. Sebelah timur dan utara RW 07 berbatasan dengan D.K.I Jakarta. Bagian Barat RW 07 berbatasan dengan Kelurahan Pejuang. Sedangkan sebelah selatan RW 07 berbatasan dengan Kelurahan Kalibaru Kependudukan di RW 07 Jumlah penduduk RW 07 adalah 1792 jiwa dengan komposisi laki-laki sebanyak 928 jiwa dan perempuan sebanyak 864 jiwa. Jumlah Kepala Keluarga (KK) di RW 07 sebanyak 457 KK. Dari sejumlah 1792 jiwa jumlah penduduk RW 07, terdapat 36 jiwa yang tergolong yatim dan 75 orang janda Kondisi Sosial Ekonomi di RW 07 Merujuk monografi RW 07 Tahun 2009, Mayoritas mata pencaharian yang terdapat pada RW 07 ialah pegawai swasta sebanyak 175 orang. Pekerjaan lainnya ialah sebagai Pegawai negeri yang berjumlah 10 orang, wiraswasta sebanyak 60 orang dan sisanya sebanyak 209 orang merupakan pengangguran atau tidak bekerja. Adapun kegiatan organisasi yang dilakukan di RW 07 adalah: (1) Karang taruna, (2) Badan Musyawarah (Bamus), dan (3) Forum Betawi Rempug (FBR) Penerima Kegiatan CSR PT IAMI APPU Penerima kegiatan dipilih oleh pihak RT dan RW. Kriteria pemilihan penerima kegiatan ditentukan oleh perusahaan. Jumlah total penerima kegiatan CSR PT IAMI APPU di Kelurahan Medan Satria RW 07 sebanyak 106 orang. Sebagian besar jumlah penerima kegiatan santunan beras kepada para janda, yakni berjumlah 65 orang. Kemudian sebanyak 26 orang menerima kegiatan anak asuh, 6 orang mengikuti kegiatan beasiswa, 4 orang mendapat bantuan modal tanpa bunga. Sedangkan sisanya yaitu kegiatan perbaikan becak dan perbaikan rumah, masing-masing 1 orang pada kegiatan tersebut. Ikhtisar Sebelum PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (PT. IAMI) secara resmi bergabung dengan PT. ASTRA Internasional Tbk pada 5 April 2008, perusahaan ini bernama PT. Pantja Motor. Awalnya, PT. Pantja Motor secara resmi didirikan sebagai anak perusahaan dari PT. Pantja Niaga pada tanggal 3 Mei Kemudian pada tanggal 21 Juni 1981, PT. Pantja Motor memperluas assemblingnya dengan sebuah assembling PT. Insan Apolo yang berada di Jalan Kali Abang No. 1 Pondok Ungu, Bekasi dan juga yang berada di Jalan Karang Bolong Raya No. 24 Ancol Barat, Jakarta Utara. Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya pada 14 April 2008, PT. Pantja Motor secara resmi bergabung dengan PT. ASTRA Internasional dengan menggunakan sistem manajemen astra yaitu manajemen TQC (Total Quality Control), dimana dalam peningkatan kualitasnya berdasarkan data-data statistik dan harus mengikutsertakan karyawannya, mulai dari tingkat bawah hingga manajemen, sehingga tercapai kepuasan pelanggan dan juga kepuasan kerja karyawan itu sendiri. Penerapan CSR PT. IAMI APPU dilakukan berdasarkan tanggapan dari kebijakan perusahaan yang tercantum dalam visi dan misi PT. IAMI. Berdasarakan visi perusahaan, yakni sebagai perusahaan agen tunggal pemegang merek mobil Isuzu memahami pentingnya tanggung jawab perusahaan dibidang kualitas, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, sosial, hubungan industrial dan keamanan sebagai akibat yang timbul dari proses bisnis perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab untuk peduli terhadap lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Selain visi perusahaan, kegiatan CSR PT. IAMI APPU juga didukung dengan misi perusahaan pada butir nomor satu dan lima dari kebijakan perusahaan (Lampiran 3). Kebijakan lingkungan pun turut mendukung kegiatan CSR PT IAMI APPU yang menyatakan bahwa PT. IAMI ingin mewujudkan sebagai perusahaan yang ramah lingkungan (environmental friendly company) serta berpartisipasi aktif dalam tanggung jawab sosial terhadap masyarakat (community development) (Lampiran 4). Kegiatan CSR PT IAMI APPU dalam struktur organisasi perusahaan ditangani oleh seksi Enviroment Health and Safety (EHS). Seksi ini dibentuk 61 karena munculnya sistem manajeman lingkungan yang dirilis oleh PT. Astra International (PT. AI) sebagai induk perusahaan pada tahun Sistem ini dikenal dengan sebutan Astra Green Company (AGC). AGC merupakan sebuah manajeman yang secara sadar meletakkan pertimbangan perlindungan dan pembangunan lingkungan, keselamatan, dan kesehatan stakeholder dalam setiap pengambilan keputusan bisnisnya sebagai wujud nyata tanggung jawab dan upaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Empat pilar yang mendukung sistem manajeman AGC ialah Green Strategy, Green Process, Green Product dan Green Employee. AGC juga digunakan sebagai alat untuk melakukan self assesment/internal audit yang berguna untuk mengetahui kinerja perusahaan khusunya mengenai Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LK3). Status penilaian AGC dibagi menjadi 5 warna sebagai simbol peringkat dari terbaik, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah dan Hitam. Tabel 4. Perbandingan Sistem AGC dan AFC AGC AFC Program Astra Green Company Astra Friendly Company Dirilis Tahun 2000 Tahun Green Strategy 1. Value Pilar 2. Green Process 2. Mindset 3. Green Product 3. Behavior 4. Green Employee Cakupan audit Seksi Environment Healty and Saftey (EHS) Perusahaan (PT. IAMI) Audit mengenai LK3 CSR Kemudian pada tahun 2007, selain sistem AGC, PT. Astra International menambah sistem baru yang bernama Astra Friendly Company (AFC). Sistem ini dibuat untuk menilai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Adapun tiga pilar yang membangun sistem ini ialah konsep Value, Mindset dan Behavior. Namun sampai saat ini kegiatan CSR PT. IAMI APPU diaudit berdasarkan kriteria sistem penilaian AGC dikarenakan perusahaan belum siap untuk diaudit berdasarkan sistem AFC. Beberapa kriteria penilaian mengenai tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder masyarakat juga terdapat di dalam audit AGC, akan tetapi tidak selengkap pada kriteria penilaian berdasarakan audit AFC. 62 Proses pengauditan melalui sistem AFC dilakukan berdasarkan permintaan dari kesiapan PT. IAMI APPU untuk diaudit kepada PT. Astra International. Sustainable Development Sustainable Business Social Penyusunan Kriteria Mengacu Pada AGC Environment Economic AFC THE TRIPLE BOTTOM LINE Semua Stakeholder Terpenuhi Haknya Lingkup CSR Gambar 3. Proses Pengauditan Melalui Sistem AFC Kedua sistem tersebut, baik AFC dan AGC diharapkan dapat mencapai prestasi perusahaan dalam keseimbangan Triple Bottom Line, yakni dalam bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Jadi perusahaan tidak hanya mengharapkan keuntungan laba dari penjualan produknya (ekonomi), akan tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial (hubungan yang baik dengan masyarakat, konsumen, pemasok, dan pemerintah) dan lingkungan alam sekitar perusahaan demi kelancaran keberlansungan hidupnya bisnis PT. Isuzu Astra Motor Indonesia. Selain perusahaan, gambaran umum wilayah komunitas Kelurahan Medan Satria perlu dijelaskan, karena mereka berbatasan langsung dengan PT. IAMI APPU. Secara geografis, RW 07 merupakan wilayah pemukiman padat penduduk yang terdiri dari 7 RT. RW 04 terletak di wilayah Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kotamdaya Bekasi Utara. Wilayah ini merupakan rawan banjir ketika musim hujan. Fasilitas umum yang terdapat di RW 07 antara lain sekolah, mushola, kantor RW dan posyandu. Sebelah timur dan utara RW 07 berbatasan dengan D.K.I Jakarta. Bagian Barat RW 07 berbatasan dengan Kelurahan Pejuang. Sedangkan sebelah selatan RW 07 berbatasan dengan Kelura
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks