BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Please download to get full document.

View again

of 40
32 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Cloud Computing Definisi Cloud Computing Cloud Computing terdiri dari dua kata yaitu Cloud dan Computing. Setiap kata mempunyai arti, Cloud bisa dikatakan awan yang dimaksud
Document Share
Document Transcript
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Cloud Computing Definisi Cloud Computing Cloud Computing terdiri dari dua kata yaitu Cloud dan Computing. Setiap kata mempunyai arti, Cloud bisa dikatakan awan yang dimaksud awan ini adalah internet sedangkan Computing adalah proses komputasi. Cloud Computing adalah evolusi selanjutnya dari internet. Cloud pada Cloud Computing merupakan penyedia atau hal-hal yang berkaitan dari tenaga komputasi hingga infrastruktur komputasi, aplikasi-aplikasi, proses bisnis hingga kolaborasi yang muncul sebagai layanan yang dapat diakses pada saat dibutuhkan kapanpun dan dimanapun. Teknologi komputasi komputer dengan memanfaatkan internet sebagai terminal utamanya guna mengelola piranti lunak hingga infrastruktur sebagai suatu bentuk layanan. Gambar 2.1 Ilustrasi Cloud Computing Cloud Computing ditawarkan dalam berbagai bentuk: 9 10 1. Public Cloud Jenis Cloud ini diperuntukkan untuk umum oleh penyedia layanannya. 2. Private Cloud Merupakan infrastruktur layanan Cloud, yang dioperasikan hanya untuk sebuah organisasi tertentu. Infrastruktur Cloud itu bisa saja dikelola oleh sebuah organisasi itu atau oleh pihak ketiga. Lokasinya pun bisa on-site ataupun off-site. Biasanya organisasi dengan skala besar saja yang mampu memiliki/mengelola private Cloud ini. 3. Community Cloud Dalam model ini, sebuah infrastruktur Cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan kepentingan, misalnya dari sisi misinya, atau tingkat keamanan yang dibutuhkan, dan lainnya. 4. Hybrid Cloud, yang menggabungkan baik public dan private. Untuk jenis ini, infrastruktur Cloud yang tersedia merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur Cloud (private, community, atau public). meskipun secara entitas mereka tetap berdiri sendiri, tapi dihubungkan oleh suatu teknologi / mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar Cloud itu. Misalnya, mekanisme loadbalancing yang antar Cloud, sehingga alokasi sumberdaya bisa dipertahankan pada level yang optimal Secara umum Cloud ini mirip dengan cairan yang mudah dapat memperluas dan mengisi. Bersifat Elastisitas, yang berarti bahwa pengguna dapat meminta sumber daya tambahan pada permintaannya dan dengan mudah melepaskan 11 sumber daya ketika mereka tidak lagi diperlukan. Elastisitas ini salah satu alasan utama individu, bisnis, dan pengguna IT berpindah ke awan (Cloud). Pada data center tradisional itu selalu mungkin untuk menambah dan melepaskan sumber daya. Untuk evolusi Cloud Computing ini sudah berlangsung dan sepenuhnya dapat mengubah cara perusahaan menggunakan teknologi untuk layanan pelanggan, mitra, dan pemasok. Beberapa perusahaan sudah memiliki sumber daya IT hampir seluruhnya di Cloud. Mereka merasa bahwa model Cloud memberikan keuntungan lebih efisien, biaya- pelayanan IT yang efektif. Cloud itu sendiri adalah satu set perangkat keras, jaringan, penyimpanan, pelayanan, dan antarmuka yang memungkinkan pengiriman komputasi sebagai layanan. Layanan Cloud meliputi pengiriman perangkat lunak, infrastruktur, dan penyimpanan melalui Internet (baik sebagai komponen terpisah atau platform lengkap) berdasarkan permintaan pengguna Sejarah Perkembangan Cloud Computing Cloud (Awan) adalah suatu istilah yang dipinjam dari telepon. Sampai tahun 1990an, sirkuit data (termasuk yang membawa lalu lintas internet) yang berkabel keras diantara tujuan. Kemudian perusahaan telepon long-haul mulai menawarkan jasa Virtual Private Network (VPN) atau Jaringan Maya Privat untuk komunikasi data. Perusahaan telepon memungkinkan menyediakan layanan yang berdasarkan VPN dengan jaminan bandwidth sebagai sirkuit yang diperbaiki dengan biaya yang lebih murah karena mereka dapat mengganti lalu lintas untuk menyeimbangkan penggunaan yang mereka lihat cocok. Sehingga penggunaan 12 jaringan mereka secara keseluruhan lebih efektif. Sebagai hasil dari penyusunan ini, memungkinkan untuk menentukan dengan cepat dan tepat jalan mana yang akan dilalui. Simbol Cloud (Awan) digunakan untuk menunjukkan tanggung jawab sebuah provider (penyedia layanan), dan Cloud Computing (Komputasi awan) memperluasnya untuk melindungi server sebaik infrastruktur jaringannya. Hal yang mendasari konsep Cloud Computing berawal pada tahun an, saat John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensi buatan, menyampaikan visi bahwa suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik--sepertilistrik dan telepon . Namun baru di tahun 1995, Larry Ellison, pendiri Oracle, memunculkan ide Network Computing sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop Computing dengan Windows 95-nya. Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain, dijejalkan ke dalam PC desktop mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna. Ide Network Computing ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing client sebagai pengganti desktop. Namun akhirnya, gaung Network Computing ini lenyap dengan sendirinya, terutama disebabkan kualitas jaringan komputer yang saat itu masih belum 13 memadai, sehingga akses NC (Network Computing) ini menjadi sangat lambat, sehingga orang-orang akhirnya kembali memilih kenyamanan PC desktop, seiring dengan semakin murahnya harga PC. Merasakan ketidakpraktisan dengan program-program web-based, maka kini diciptakanlah suatu terobosan baru, yaitu Cloud Computing. Aplikasi yang ada di Cloud Computing tidak tergantung pada sistem operasi yang digunakan oleh pemakai (jadi boleh saja memakai Linux, Mac OS, MS Windows, bahkan sistem operasi PDA atau ponsel). Yang penting, user dapat mengakses Internet, menuju ke alamat atau situs tertentu, untuk menjalankan program yang dia perlukan. Contoh yang paling mudah dijumpai adalah aplikasi Google (di alamat yang di antaranya terdiri atas organizer (pengelola data relasi, jadwal atau kalender, dan ) dan aplikasi bisnis (pengolah kata, pengolah angka, dan program presentasi). Aplikasi tersebut selain gratis, juga selalu diperbarui oleh pembuatnya. Pemakai tidak perlu membayar apapun, kecuali kalau membutuhkan fitur-fitur yang lebih bagus. Tonggak selanjutnya adalah kehadiran konsep ASP (Application Service Provider) diakhir era 90-an. Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan komputer, memungkinkan akses aplikasi menjadi lebih cepat. Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh sejumlah pemilik data center untuk menawarkan fasilitasnya sebagai tempat hosting aplikasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan komputer. Dengan demikian pelanggan tidak perlu investasi di perangkat data center. Hanya saja ASP ini masih bersifat private , di mana layanan hanya dikustomisasi khusus untuks atu pelanggan tertentu, 14 sementara aplikasi yang di sediakan waktu itu umumnya masih bersifat clientserver. Kehadiran berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21, terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas jaringan internet,telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi sekedar informasi statik. Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang lebih kompleks. Dan seperti sudah sedikit disinggung sebelumnya, popularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, MarcBenioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan luar biasa di dunia Teknologi Informasi. Dengan misinya yang terkenal yaitu The End of Software , Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi bos-nya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing menjadi kenyataan satu dekade kemudian. Selanjutnya Cloud Computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Enginenya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya. Semua inisiatif ini masih terus bergerak, dan bentuk Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk terbaiknya, baik dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang hal ini baru bermunculan di tiga tahun belakangan. Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai awan 15 ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah Cloud Computing , namun ditolak oleh otoritas paten Amerika. Walaupun di luaran perebutan awan ini begitu dasyat, tidak demikian dengan di tanah air Indonesia tercinta ini. Pemain yang benar-benar mencoba masuk di area ini masih sangat sedikit, bahkan jumlahnya bisa dibilang belum sebanyak jari sebelah tangan. Salah satu yang cukup serius bermain di area ini adalah PT Telkom, yang setidaknya saat ini sudah menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a Service. Salah satunya melalui anak usahanya, Sigma Cipta Caraka, yang menawarkan layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah. Kemudian bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT Codephile, Telkom menawarkan layanan e-office on Demand untuk kebutuhan kolaborasi/korespondensi di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Sepinya sambutan dunia teknologi informasi dalam negeri terhadap Cloud Computing ini,mungkin disebabkan beberapa faktor, di antaranya: 1. Penetrasi infrastruktur internet yang bisa dibilang masih terbatas. 2. Tingkat kematangan pengguna internet yang masih menjadikan media interne tutamanya sebagai media hiburan atau sosialisasi. 3. Tingginya investasi yang dibutuhkan menyediakan layanan Cloud ini, karena harus merupakan kombinasi antara infrastruktur jaringan, hardware dan software sekaligus. Namun demikian, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-5 di dunia, yang berarti juga pasar terbesar ke-5 di dunia, para pelaku teknologi informasi dalam negeri harus sesegera mungkin mempersiapkan diri dalam arti 16 mulai mengembangkan layanan-layanan yang siap di-cloud-kan. Sehingga saat gelombang besar Cloud Computing ini sampai di sini, tidak hanya pemain asing besar saja yang akan menangguk keuntungan. Tentu saja peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator sangat diperlukan di sini. Sampai saat ini paradigma atau pandangan tentang Cloud Computing ini masih berevolusi, dan masih menjadi subyek perdebatan yang melibatkan akademisi, vendor teknologi informasi, badan pemerintah, dan pihak-pihak terkait lainnya. Dan untuk memberikan satu common ground bagi publik, pemerintah Amerika melalui National Institut of Science and Technology (NIST) sebagai bagian dari Departemen Perdagangan Amerika, telah membuat beberapa rekomendasi standar tentang berbagai aspek dari Cloud Computing untuk dijadikan referensi Karakteristik Cloud Computing Sampai saat ini paradigma Cloud Computing ini masih berevolusi, masih menjadi subjek perdebatan dikalangan akademisi, vendor IT dan pemeritah/bisnis. Berdasarkan NIST (National Institute of Standards and Technology), ada 5 kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem untuk bisa dimasukkan kedalam keluarga Cloud 1. On Demand Self Service Pengguna dapat memesan dan mengelola layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, Misalnya dengan menggunakan, sebuah portal web dan manajemen portal web dan manajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumber daya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia. 17 2. Broad Network Access Layanan yang tersedia terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama untuk dapat diakses secara memadai melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick client ataupun media lain seperti smartphone. 3. Resources Pooling Penyedia layanan Cloud, memberikan layanan melalui sumber daya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi-tenant ini memungkinkan sejumlah sumber daya komputasi tersebut digunakan secara bersama-sama oleh sejumlah pengguna, di mana sumber daya tersebut baik yang berbentuk fisik maupun virtual, dapat berbentuk fisik maupun virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna/pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumber daya komputasinya dipenuhi oleh penyedia layanan. Yang penting, setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumber daya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual. 4. Rapid elasticity Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baik itu dalam bentuk penambahan ataupun pengurangan kapasitas yang diperlukan. Untuk pelanggan sendiri, dengan kemampuan ini seolah-olah kapasitas yang tersedia tak terbatas besarnya, dan dapat dibeli kapan saja dengan jumlah berapa saja. 18 5. Measured services Sumber daya Cloud yang tersedia harus dapat diatur dan di optimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumber daya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memory, processor, lebar pita, aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumberdaya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan Model Layanan Cloud Secara umum, layanan pada Cloud Computing dibagi menjadi tiga model layanan, yaitu aplikasi/perangkat lunak, platform, dan infrastruktur (Software as a Service, Platform as a Service, dan Infrastructure as a Service) 1. Software as a Service (SaaS) Pada Software as a Service, aplikasi atau perangkat lunak yang dgunakan tersedia di internet. Menyediakan layanan berupa aplikasi yang dapat digunakan oleh penguna yang berjalan pada infrastruktur Cloud. Mengapa lebih sederhana bila kita berlangganan perangkat lunak, dibandingkan dengan membelinya? Karena, masalah maintenance dan support telah diurus oleh Cloud provider, dan pengguna hanya menggunakannya. 2. Platform as a Service (PaaS) 19 Pada lapis platform, kita dapat mendeploy aplikasi yang kita buat di Cloud. Menyediakan platform (bahasa pemrograman, Tools dsb) guna pengembangan aplikasi berbasis konsumen pada infrasturktur Cloud. Pengguna dapat membuat aplikasi, dan aplikasi tersebut pengguna host di Cloud provider. Atau pengguna tidak perlu menginstall perangkat lunak untuk membuat aplikasi, namun dapat mendesain aplikasi, membangun, mendeploy, dan meng-host aplikasi di internet. PaaS juga dikenal dengan Cloudware. 3. Infrastruktur as a Service ( IaaS) Pada lapis infrastruktur ini, menyediakan sumber daya pemroses, storage atau penyimpanan, kapasitas jaringan, dan sumber daya komputasi lainnya. Dimana konsumen dapat mengembangkan dan menjalankan aplikasi khusus seakan-akan mempunyai perangkat keras dan segala isinya pada remote server, termasuk perangkat lunak di dalamnya. Maka dari itu, sinonim dari layer ini adalah Everything as a Service. Sinonim lainnya adalah Hardware as a Service. Secara sederhana, pengguna menyewa infrastruktur atau hardware provider Cloud Computing, seperti server space, network equipment, memory, CPU cycle, dan storage space. Gambar 2.2 Model Layanan Cloud Computing Komponen pada Cloud Computing 1. Cloud Clients Cloud Clients adalah seperangkat komputer ataupun perangkat lunak yang didesain secara khusus untuk penggunaan layanan berbasis Cloud Computing. a. Mobile Windows Mobile, Symbian, dan lain-lain. b. Thin Client Windows Terminal Service, CherryPal, dll. c. Thick Client Internet Explorer, FireFox, Chrome, dll. 2. Cloud Services Cloud Services adalah produk, layanan dan solusi yang dipakai dan disampaikan secara real-time melalui media Internet. Contoh yang paling popular adalah web service. a. Identitas OpenID, OAuth, dan lain2. b. Integration Amazon Simple Queue Service. c. Payments PayPal, Google Checkout. d. Mapping Google Maps, Yahoo! Maps. 3. Cloud Applications Cloud Applications memanfaatkan Cloud Computing dalam arsitektur software. Sehingga pengguna tidak perlu menginstall dan menjalankan aplikasi dengan menggunakan komputer. a. Peer-to-peer BitTorrent, SETI, dan lain-lain. b. Web Application Facebook. c. SaaS Google Apps, SalesForce.Com, dan lain-lain. 4. Cloud Platform 21 Cloud Platform merupakan layanan berupa platform komputasi yang berisi hardware dan software-software infrasktruktur. Biasanya mempunyai aplikasi bisnis tertentu dan menggunakan layanan PaaS sebagai infrastruktur aplikasi bisnisnya. Contoh : a. Web Application Frameworks Python Django, Rubyon Rails,.NET b. Web Hosting c. Propietary Force.Com 5. Cloud Storage Cloud Storage melibatkan proses penyampaian penyimpanan data sebagai sebuah layanan. Misal : a. Database Google Big Table, Amazon SimpleDB. b. Network Attached Storage Nirvanix CloudNAS, MobileMe idisk. 6. Cloud Infrastructure Cloud Infrastructure merupakan penyampaian infrastruktur komputasi sebagai sebuah layanan. Contohnya : a. Grid Computing Sun Grid. b. Full Virtualization GoGrid, Skytap. c. Compute Amazon Elastic Compute Cloud. 2.2 Hosting Hosting merupakan jasa layanan ruang (space) untuk menyimpan data text, gambar, audio dan video yang selanjutnya file-file tersebut bisa diakses dari mana saja (online). Hosting juga dilengkapi dengan fasilitas protokol seperti FTP dan 22 HTTP untuk memudahkan dalam mengakses data, selain itu hosting juga bisa digunakan untuk mengelola . Biasanya penyedia layanan hosting (hosting provider) menyediakan paketpaket tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, seperti quota space harddisk, quota bandwidth, bahasa pemograman, dan database Mengenal beberapa perbedaan jenis hosting Shared Hosting Merupakan layanan hosting yang digunakan bersama-sama oleh pengguna lainnya. Para pengguna layanan ini menggunakan sumber daya baik software maupun hardware atau IP Address secara bersama-sama. Hosting seperti ini dipengaruhi oleh setiap proses yang dilakukan oleh pengguna, jika ada pengguna hosting yang melakukan proses yang berlebihan dan membebani server, maka pengguna lainnya akan terkena imbasnya, seperti server menjadi lambat bahkan ada kemungkinan website menjadi tidak bisa diakses. Sebagai contoh jika server Shared hosting terkena hack, atau hardware failure maka seluruh pengguna Shared hosting akan terkena dampaknya seperti website tidak bisa diakses. Pemilik server tentunya akan melakukan pemantauan secara bertahap dan rutin terhadap proses yang terjadi didalam server, biasanya admin akan melakukan suspend account terhadap pengguna yang melakukan pelanggaran atau mengganggu terhadap kinerja server. Shared hosting cocok bagi Anda yang mempunyai blog, web presence, toko online. Dari sisi harga jenis hosting ini lebih murah jika dibandingkan dengan 23 jenis hosting lainnya, kembali kepada paket yang disediakan oleh hosting provider. Kekurangan dari Shared hosting ini, pengguna tidak bisa leluasa dalam menggunakan sumber daya server, atau menggunakan software sesuai dengan kebutuhan karena hak penuh terhadap administrasi server dipegang sepenuhnya oleh admin Dedicated Hosting Jenis hosting ini biasa digunakan untuk solusi hosting terhadap kebutuhan yang berskala besar atau kompleks. Pengguna bisa memilih atau menyediakan spesifikasi server yang diinginkan, yang kemudian ditempatkan pada sebuah data center. Pengguna bisa menggunakan sumber daya server secara leluasa karena administrasi server dikelola atau dimiliki oleh pemilik server. Dedicated server biasa digunakan oleh penyedia layanan hosting (Shared hosting vps), application service provider, atau website yang memiliki trafik dan atau membutuhkan resource yang tinggi. Jika dilihat dari harga, pengelolaan dedicated server cukup
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks