BAB II KAJIAN PUSTAKA. Akad Wakalah Bil Ujrah Dalam Asuransi Jiwa Syariah Di PT. Prudential

Please download to get full document.

View again

of 39
425 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
13 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Pertama, tesis yang ditulis oleh Rusyati berjudul Pelaksanaan Akad Wakalah Bil Ujrah Dalam Asuransi Jiwa Syariah Di PT. Prudential Life Assurance BNJ Agency
Document Share
Document Transcript
13 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Pertama, tesis yang ditulis oleh Rusyati berjudul Pelaksanaan Akad Wakalah Bil Ujrah Dalam Asuransi Jiwa Syariah Di PT. Prudential Life Assurance BNJ Agency Banjarmasin, tahun Hasil penelitian menunjukkan bahwa P.T.Prudential Life Assurance BNJ Agency Banjarmasin dalam melaksanakan akad wakalah bil ujrah telah sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional No.10/DSN-MUI/2000. Hal ini dibuktikan dengan telah dipenuhi rukun dan syarat pihak yang mewakilkan maupun pihak yang mewakili, selain itu sesuai juga dengan ketentuan-ketentuan fatwa Dewan Syariah Nasional No.52/DSN- MUI/2006, yaitu adanya kuasa dari peserta asuransi kepada perusahaan sebagai pengelola, dan ketentuan tentang objek akad telah secara jelas dicantumkan dalam polis asuransi syariah. Sedangkan hambatan dalam pelaksanaan Akad Wakalah Bil Ujrah terletak pada tenaga pemasaran yang kurang memahami ketentuan-ketentuan asuransi syariah dan kurangnya pelatihan dari perusahaan. Kedua, tesis yang ditulis oleh Silas Dutu berjudul, Analisis Yuridis Tanggung Jawab Perusahaan Asuransi Terhadap Klaim Asuransi Pihak Ketiga Selaku Penerima Jaminan pembiayaan Atas Obyek Jaminan 17 Rusyati, Pelaksanaan Akad Wakalah Bil Ujrah Dalam Asuransi Jiwa Syariah Di PT. Prudential Life Assurance BNJ Agency Banjarmasin, (Tesis, UGM,Yogyakarta, 2015). 13 14 Pembiayaan Yang Diasuransikan Oleh Pemberi Jaminan Pembiayaan (Studi Kasus Atas PerkaraNo. 1221/Pdt.G/2009/PA.JS. Antara PT. Bank Muamalat Indonesia Lawan PT. Asuransi Takaful Umum di Pengadilan Agama Jakarta Selatan), tahun Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kedudukan hukum PT. Bank Muamalat Indonesia dalam mengajukan gugatan sengketa asuransi syariah terhadap PT. Asuransi Takaful Umum atas penolakan klaim asuransinya, untuk mengetahui sebab akibat kerugian atas kehilangan jaminan fasilitas pembiayaan yang menjadi tanggung jawab penanggung yaitu PT. Asuransi Takaful Umum, untuk mengetahui kewajiban PT. Asuransi Takaful Umum kepada PT. Bank Muamalat Indonesia atas kehilangan obyek fasilitas pembiayaan yang diasuransikan dan untuk mengetahui mekanisme penegakan hukum sengketa asuransi berbasis syariah dalam perkara No.1221/Pdt.G/2009/PA.JS tanggal 24 Juni 2009 di Pengadilan Agama Jakarta Jakarta Selatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif dengan penelitian kepustakaan sebagai sumber data sekunder. Data primer dilakukan dengan pengumpulan data di lapangan dan mewawancara beberapa narasumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Bank Muamalat Indonesia tidak memiliki kedudukan hukum yang kuat untuk mengajukan gugatan terhadap PT. Asuransi Takaful Umum berdasarkan 18 Silas Dutu, Analisis Yuridis Tanggung Jawab Perusahaan Asuransi Terhadap Klaim Asuransi Pihak Ketiga Selaku Penerima Jaminan pembiayaan Atas Obyek Jaminan Pembiayaan Yang Diasuransikan Oleh Pemberi Jaminan Pembiayaan. (Studi Kasus Atas PerkaraNo. 1221/Pdt.G/2009/PA.JS.Antara PT. Bank Muamalat Indonesia Lawan PT. Asuransi Takaful Umum di Pengadilan Agama Jakarta Selatan), (Tesis, UGM Yogyakarta, 2014). 15 surat kuasa membebankan hipotek, PT. Bank Muamalat Indonesia tidak dapat membuktikan PT. Asuransi Takaful Umum bertanggung jawab atas kerugiannya akibat kehilangan obyek jaminan fasilitas pembiayaan yang diasuransikan berdasarkan Institute Time Clause-Hulls Total Loss Only. Karena itu, PT. Asuransi Takaful Umum tidak bertanggung jawab secara langsung kepada PT. Bank Muamalat Indonesia atas kehilangan obyek jaminan fasilitas pembiayaan yang diasuransikan di PT. Asuransi Takaful Umum dan mekanisme penegakan hukum asuransi berbasis syariah (ekonomi syariah) merupakan kewenangan Pengadilan Agama berdasarkan Undang-undang No.3 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang No.7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi para pihak untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syariah di luar kewenangan Pengadilan Agama. Ketiga, tesis yang ditulis oleh Gogor Ariyo Wisnu Pradono, S. Si.Berjudul, Analisis Strategi Bersaing PT. XYZ Dalam Industri Asuransi Jiwa Syariah, tahun Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan mayoritas penduduk muslim merupakan pasar yang potensial. Industri Asuransi Jiwa Syariah merupakan salah satu sektor industri yang berkembang menjadi bisnis yang menarik untuk dimasuki perusahaan asuransi jiwa konvensional. PT. XYZ adalah perusahaan asuransi jiwa yang baru masuk ke dalam industri tersebut. Pertumbuhan industri asuransi jiwa syariah yang 19 Gogor Ariyo Wisnu Pradono, S. Si., Analisis Strategi Bersaing PT. XYZ Dalam Industri Asuransi Jiwa Syariah, (Tesis, UGM, Yogyakarta, 2013). 16 cukup baik menjadikan industri ini semakin banyak perusahaan asuransi jiwa yang ingin masuk ke dalamnya yang mengakibatkan persaingan di industry asuransi jiwa syariah semakin berkembang. Penelitian ini diawali dengan menganalisa kondisi eksternal perusahaan, yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Setelah itu dilakukan analisis industri, driving forces, analisis internal dan analisis pesaing yang meliputi profil perusahaan dan fungsional perusahaan serta faktor kunci sukses. Alat yang dipergunakan pada penelitian ini adalah analisis Five Forces dan pengukuran kekuatan kompetitif. Hasil dari analisa penilaian kekuatan kompetitif PT XYZ diperoleh Nilai 7.5 bersaing ketat dengan perusahaan B dengan skor Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulan Multi Channel Strategy, Marketing Communication dan Infrastruktur/Strategi Perusahaan yang diterapkan PT XYZ merupakan keunggulan kompetitif yang dimiliki untuk bersaing dalam industry asuransi jiwa Syariah. Keempat, tesis yang ditulis oleh Lienda Harleyani Hapsari berjudul, Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama Bancaassurance Pada PT. Asuransi Takaful Umum Cabang Yogyakarta, tahun Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan ketentuan perjanjian kerja sama bancassurance yang dilakukan PT. Asuransi Takaful Umum Cabang Yogyakarta, dan penyelesaian sengketa dalam pelaksanaannya. 20 Lienda Harleyani Hapsari, Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama Bancaassurance Pada PT. Asuransi Takaful Umum Cabang Yogyakarta, (Tesis, UGM, Yogyakarta, 2013). 17 Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, dimana penelitian dilakukan dengan cara meneliti data-data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari Pimpinan Cabang dan Bancassurance Officer PT. Asuransi Takaful Umum cabang Yogyakarta, serta Marketing Officer PT. Bank Syariah BSM cabang Yogyakarta. Sumber data primer diperoleh dari penelitian lapangan yang dilakukan dengan cara wawancara dengan responden penelitian, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan yakni dengan mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan dan literatur yang berhubungan dengan masalah penelitian. Data yang diperoleh baik dari penelitian lapangan maupun penelitian kepustakaan dianalisis dengan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan perjanjian kerjasama bancassurance yang dilakukan oleh PT. Asuransi Takaful Umum cabang Yogyakarta adalah jenis referensi, namun pegawai bank yang menangani masalah asuransi belum ada yang mempunyai sertifikasi keagenan. Jenis akad yang digunakan pada perjanjian kerjasama bancassurance adalah akad wakalah bil ujrah, dengan pelaksanaan hak dan kewajiban para pihak sudah sesuai dengan ketentuan pada Fatwa DSN MUI Nomor 10/DSN-MUI/IV/2000 tentang wakalah, dan Fatwa DSN MUI Nomor 52/DSN-MUI/III/2006 tentang wakalah bil ujrah. Penyelesaian sengketa, diselesaikan dengan cara musyawarah atau melalui ex gratia. 18 Kelima, tesis yang disusun oleh Lantika Andi fajar berjudul, Mudharabah Sebagai Legitimasi Asuransi Jiwa Syariah di Indonesia, tahun Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak atau lebih dimana pihak pertama menyediakan seluruh modal atau disebut dengan shahibul al-maal dan pihak kedua menjadi pengelola atau disebut dengan mudharib dengan pembagian keuntungan yang telah disepakati bersama, Sedangkan apabila rugi ditanggung pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian pengelola seandainya akibat kelalaian pengelola maka pengelola juga harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara konseptual bagaimana fungsi legitimasi mudharabah kedudukannya sebagai mekanisme dan akad asuransi jiwa syariah, dan untuk mengetahui bagaimana dasar hukum pemberlakuan mudharabah pada asuransi jiwa syariah serta peran notaris dalam perjanjian asurans jiwa syariah. Penelitian ini bersifat normatif, penelitian kepustakaan merupakan metode pengumpulan data yang utama, sedangkan penelitian lapangan hanya bersifat pendukung. Pada akhirnya diketemukan data bahwa mudharabah digunakan untuk menghilangkan unsur gharar, maysir dan riba pada asuransi jiwa khususnya yang dibatasi jangka waktu. Konsep mudharabah yang diberikan oleh fiqih mahzab disesuaikan dengan mekanisme asuransi jiwa dengan tidak mengurangi esensi 21 Lantika Andi Fajar, Mudharabah Sebagai Legitimasi Asuransi Jiwa Syariah di Indonesia,(Tesis, UGM, Yogyakarta, 2008). 19 mudharabah sebagai bentuk perjanjian kerjasama halal. Fatwa ulama sebagai landasan hukum diakui masyarakat beragama Islam sebagai lembaga yang kompeten untuk mengeluarkan keputusan berkaitan dengan Hukum Islam. Pengaturan mudharabah asuransi jiwa syariah yang ada dalam fatwa disesuaikan dengan mekanisme asuransi jiwa dalam praktek. Peran notaris pada prinsipnya bisa melakukan legalisasi ataupun wanmerking namun dalam praktek masih belum ada sebab polis dianggap sudah cukup kuat sebagai alat bukti tanpa melibatkan notaris serta faktor biaya, waktu, dan belum adanya regulasi yang mengharuskan. Keenam, tesis yang disusun oleh Romly Cahyadin berjudul, Analisis Perjanjian dengan Prinsip Syariah dalam Produk Asuransi Sehat Mubarakah Pada PT. Asuransi Syariah Mubarakah di Kantor Cabang Yogyakarta, tahun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan dan penggunaan prinsip-prinsip syariah dalam perjanjian polis asuransi, serta mengkaji bagaimanakah penyelesaian klaim yang diajukan oleh peserta asuransi terhadap PT. Asuransi Syariah Mubarakah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Penelitian ini menggunakan data primer yang secara teknis diperoleh wawancara dengan responden yang merupakan manajemen dan staff atau karyawan di PT. 22 Romly Cahyadin, Analisis Perjanjian dengan Prinsip Syariah dalam ProdukAsuransi Sehat Mubarakah Pada PT. Asuransi Syariah Mubarakah di Kantor Cabang Yogyakarta, (Tesis, UGM, Yogyakarta, 2010). 20 Asuransi Syariah Mubarakah. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan penelusuran terhadap bahan-bahan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptis analitis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa; Pertama, penggunaan prinsipprinsip syariah terhadap produk asuransi sehat mubarakah oleh PT. Asuransi Syariah Mubarakah (ASM) telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat terlihat secara konsep maupun kontekstual sesuai dengan ketentuan syariah Islam dengan menggunakan akad tabarru' yang mana dilaksanakan berdasarkan prinsip ta'awun (tolong menolong), bertanggung jawab dan melindungi. Kedua, penyelesaian sengketa atau klaim yang timbul akibat dari suatu kejadian atau keadaan yang menimpa peserta asuransi dalam produk asuransi sehat mubarakah, PT. Asuransi Syariah Mubarakah, diselesaikan menurut aturan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Apabila dalam menyelesaikan sengketa atau klaim yang timbul tersebut mengalami hambatan maka langkah pertama yang diambil adalah dengan jalan musyawarah secara kekeluargaan, langkah kedua apabila tidak ditemukan kata mufakat adalah dengan jalur penyelesaian di badan arbitrase, dan terakhir apabila tidak dapat menyelesaikan masalah atau klaim dilakukan pada tingkatan pengadilan yang mana ditetapkan oleh para pihak pada saat menyepakati perjanjian atau polis asuransi. Ketujuh, tesis yang ditulis oleh Shanti Dwi Kartika berjudul, Perjanjian dengan Prinsip Syariah Pada Lembaga Keuangan Bukan Bank- 21 Asuransi AJB Bumi Putera 1912 Syariah Yogyakarta, tahun Asuransi merupakan lembaga keuangan bukan bank yang tidak diperkenankan menarik dana simpanan dari masyarakat tetapi bergerak di bidang jasa pertanggungan. Asuransi ini sudah memasyarakat di Indonesia dan ada keterlibatan umat Islam di dalamnya sehingga timbul anggapan bahwa asuransi tidak Islami karena dalam aplikasinya terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan ketentuan syariah. Asuransi diperbolehkan secara syariah apabila tidak menyimpang dari prinsip syariah. Mengingat mekanisme asuransi syariah adalah akad maka perlu dikaji menurut hukum positif dan syariah. Berdasarkan latar belakang tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan : mengkaji pelaksanaan perjanjian dengan prinsip syariah pada lembaga keuangan bukan bank asuransi AJB Bumiputera 1912 Syariah Yogyakarta, mengetahui bentuk perancangan dari perjanjian dengan prinsip syariah pada lembaga asuransi; dan mengetahui kesesuaian perancangan perjanjian yang dilaksanakan pada lembaga asuransi dengan prinsip syariah dan hukum Indonesia. Untuk mengkaji dan mengetahui pelaksanaan dan perancangan perjanjian syariah pada lembaga asuransi tersebut, maka dilakukan penelitian yuridis/empiris dan bersifat deskriptif analitis pada AJB Bumiputera 1912 Kantor Cabang Syariah Yogyakarta dan PT. Takaful Indonesia (ATU & ATK) Kantor Cabang Yogyakarta. 23 Shanti Dwi Kartika, Perjanjian dengan Prinsip Syariah Pada Lembaga Keuangan Bukan Bank- Asuransi AJB Bumi Putera 1912 Syariah Yogyakarta, (Tesis, UGM, Yogyakarta, 2009). 22 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian dengan prinsip syariah pada AJB Bumiputera 1912 Kantor Cabang Syariah Yogyakarta sudah berjalan dengan baik dan Islami dengan menggunakan prinsip tabarru, mudharabah/mudharabah musytarakah, musyarakah dan wakalah/wakalah bil ujrah. Bentuk perancangan perjanjiannya merupakan perjanjian baku yang telah ditentukan oleh perusahaan asuransi syariah dan contract drafting ini tidak dilaksanakan oleh Kantor Cabang Yogyakarta karena hanya berfungsi sebagai Kantor Pemasaran. Perancangan dan pelaksanaan perjanjian dengan prinsip syariah pada lembaga asuransi tersebut sudah sesuai dan tidak bertentangan dengan prinsip syariah maupun hukum Indonesia meskipun belum ada payung hukum asuransi syariah di Indonesia. Kedelapan, tesis yang ditulis oleh Edi Dwi Efendi berjudul, Islamic Wealth Management Asuransi Syariah Sebagai Instrumen Proteksi Kekayaan (Studi Kasus Pada HNWI), tahun Tesis ini adalah studi kasus pada klien yang termasuk HNWI (high net worth individual) dan memiliki permasalahan dalam pengelolaan kekayaan karena keterbatasan waktu dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Pada penelitian ini, analisis difokuskan pada pilar pertama wealth management (proteksi dan pemeliharaan kekayaan) dengan pertimbangan tujuan finansial klien yang utama adalah pendidikan tinggi anak-anak, 24 Edi Dwi Efendi berjudul, Islamic Wealth Management Asuransi Syariah Sebagai Instrumen Proteksi Kekayaan (Studi Kasus Pada HNWI), (Tesis, UGM, Yogyakarta, 2012). 23 terpeliharanya keluarga jika suatu ketika mengalami disability dan terpeliharanya keluarga ketika suatu ketika klien meninggal. Risiko-risiko yang dimiliki klien adalah risiko kematian, risiko tidak mampu bekerja sementara, risiko tidak mampu bekerja selamanya, risiko sakit dan risiko musibah atas harta benda. Atas risiko-risiko ini dianalisis, apakah klien sudah mengantisipasi risiko dengan instrumen yang tepat dan memadai. Berdasar hasil analisis, selanjutnya kepada klien diberikan rekomendasi proteksi terhadap risiko-risiko yang ada dengan menggunakan instrumen asuransi syariah. Hasil analisis menunjukkan bahwa klien belum mengantisipasi risiko-risiko yang ada dengan instrumen yang tepat dan memadai. Kepada klien direkomendasikan untuk memanfaatkan berbagai produk asuransi berbasis syariah yang dapat digunakan untuk mengantisipasi risiko kematian, risiko tidak mampu bekerja sementara, risiko tidak mampu bekerja selamanya, risiko sakit dan risiko musibah atas harta benda. Kesembilan, tesis yang diangkat oleh Eka Karyantina berjudul, Eksistensi Perusahaan Asuransi Syariah Menurut UU No. 2 tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian (Studi Kasus PT. Syarikat Takaful Indonesia), tahun Undang-undang Asuransi yang ada dan digunakan saat ini adalah Undang-undang No. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian yang hanya mengatur tentang Asuransi Konvensional 25 Eka Karyantina, Eksistensi Perusahaan Asuransi Syariah Menurut UU No. 2 tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian (Studi Kasus PT. Syarikat Takaful Indonesia), (Tesis, UGM, Yogyakarta, 2006). 24 yang pada prinsipnya sangat berbeda dengan Asuransi Syariah baik dalam konsep, akad, maupun operasional pengelolaan dananya. Untuk itu dilakukan penelitian terhadap PT. Syarikat Takaful Indonesia sebagai perusahaan asuransi syariah pertama di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yang lebih banyak menelaah dan mengkaji data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan dengan mengunakan studi dokumen. Data sekunder didukung dengan data primer yang diperoleh dari penelitian lapangan dengan menggunakan pedoman wawancara. Subyek dalam penelitian lapangan ditentukan secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-undang No. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian belum mampu mengakomodir asuransi syariah yang mulai berkembang saat ini walaupun sudah ada aturan-aturan penunjang lainnya seperti Keputusan Menteri Keuangan dan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan yang mengatur tentang asuransi syariah. Revisi terhadap Undangundang No. 2 Tahun 1992 dipandang perlu, hal ini diperlukan untuk dapat memberikan panduan hukum yang lebih jelas bagi perkembangan asuransi syariah dewasa ini. Kesepuluh, tesis yang ditulis oleh Devi Yanti berjudul, Pelaksanaan Akad Mudharabah Musytarakah Pada Asuransi 25 Jiwa Syariah Bumi Putera 1912 di Yogyakarta, tahun Asuransi saat ini sangat dibutuhkan oleh perorangan, maupun badan usaha, khususnya asuransi yang terbebas dari gharar, maysir dan riba. Asuransi yang dimaksud adalah asuransi syariah yang menggunakan akad sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional, dari apa yang dikemukakan terkandung permasalahan bagaimana pelaksanaan akad mudharabah musytarakah, kendala dan upaya dalam pelaksanaan akad tersebut, bagaimana bentuk perlindungan hukum peserta asuransi syariah tersebut. Penelitian ini bersifat yuridis empiris, sumber data meliputi data primer yang penulis peroleh dari pihak yang bersangkutan dan data sekunder dengan mempelajari bahan kepustakaan yang terkait dengan masalah dalam penelitian. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik pedoman wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan akad mudharabah musytarakah pada asuransi jiwa syariah Bumiputera di Yogyakarta dan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan melihat data dan literatur yang terkait dengan penelitian ini. Metode analisis mengunakan deskriftif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan akad mudharabah musytarakah pada asuransi jiwa syariah Bumiputera dari awal sampai berakhirnya perjanjian asuransi telah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah No.51/DSNMUI/III/2006, dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kendala baik yuridis maupun tekhis, yaitu asuransi 26 Devi Yanti, Pelaksanaan Akad Mudharabah Musytarakah Pada Asuransi Jiwa Syariah Bumi Putera 1912 di Yogyakarta, (Tesis, UGM, Yogyakarta, 2008). 26 syariah belum memiliki undang-undang sendiri dan teknisnya kurangnya pemahaman masyarakat terhadap asuransi syariah. Upaya yang dilakukan adalah dengan adanya fatwa dewan syariah nasional dan adanya keputusan menteri keuangan mengenai asuransi syariah, dan upaya teknisnya mensosialisasikan asuransi sya
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks