BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Syifaur Rahmah, PDF

Please download to get full document.

View again

of 46
42 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu mata pelajaran yang penting untuk dikuasai siswa sejak SD. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang mempelajari mengenai
Document Share
Document Transcript
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu mata pelajaran yang penting untuk dikuasai siswa sejak SD. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang mempelajari mengenai alam, mencari tahu tentang alam secara sistematis dengan model ilmiah. Menurut Kurikulum SD/MI tahun 2006 (Mulyasa, 2011, hlm. 110) Ilmu pengetahuan ini menjadi salah satu wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta penerapannya lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari. IPA diperlukan dalam kehidupan kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Pembelajaran IPA dapat memberikan pengetahuan tentang lingkungan alam, mengembangkan keterampilan dan kesadaran teknologi dalam kaitan dengan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari, yakni menanamkan rasa ingin tahu dan sikap positif terhadap sains, teknologi, dan masyarakat, mengembangkan diri untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains, ikut serta memelihara lingkungan, dan menghargai alam sekitar. Menurut Kurikulum SD/MI tahun 2006 (Mulyasa, 2011, hlm. 111) Mata pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan- Nya; 2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari; 3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat; 4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan; 5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam; 6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan; 1 2 7. Memperoleh bakal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs. Menurut Kurikulum SD/MI tahun 2006 (Mulyasa, 2011, hlm. 112) Ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut: 1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan; 2. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi : cair, padat dan gas; 3. Energi dan perubahannya meliputi : gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana; 4. Bumi dan alam semesta meliputi : tanah, bumi, tata surya, dan bendabenda langit lainnya. Menurut pasal 1 ayat (17) Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Yungto Pasal 1 Ayat (1) PP No. 19 Tahun 2005 (dalam Poerwanti, 2006, hlm. 2-4), dinyatakan bahwa salah satu ruang lingkup dari Standar Nasional Pendidikan yaitu: Standar proses adalah standar berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang. Dari peraturan pemerintah di atas, dapat dipahami bahwa pembelajaran IPA di SD dianggap baik apabila pembelajaran sesuai dengan pasal tersebut. Data hasil pengamatan lapangan, pada saat melakukan proses kegiatan belajar-mengajar, menunjukkan bahwa guru mengajar dengan menggunakan pendekatan konvensional (memakai metode ceramah) yang komunikasinya cenderung satu. Guru tidak menggunakan media dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang demikian cenderung menjadikan guru sebagai pusat utama dalam pembelajaran. Pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran yang diambil guru tersebut mengakibatkan siswa terlihat jenuh dan kurang termotivasi, sehingga kelas menjadi kurang kondusif. Mengingat peserta didik merupakan siswa sekolah dasar yang masih berusia tahun, yang memiliki karakteristik aktif, tidak bisa diam, penasaran dengan sesuatu yang baru, dll. Siswa terlihat bosan dan lebih sering mengalihkan perhatiannya pada hal lain, seperti mengobrol dengan teman 2 3 sebangkunya, menjahili teman-temannya, sibuk dengan mainan yang dibawanya, dll. Pada umumnya, pembelajaran demikian itu akan menghasilkan nilai rata-rata kelas yang kecil. Ini terbukti bahwa nilai rata-rata kelas siswa tersebut hanya mencapai 68% siswa yang sudah mencapai KKM berkisar 22% dan siswa yang belum mencapai KKM sebesar 78%. Dalam permasalahan di atas, ada keterkaitan antara masalahmasalah yang satu dengan masalah yang lainnya. Apabila melihat sumber utama permasalahannya, permasalahan ini ada pada pemilihan pendekatan, metode atau model pembelajarannya yang kurang dapat memotivasi siswa untuk aktif belajar IPA (pada motivasi belajar siswa pra-siklus sebesar 70% yang diperoleh dari guru kelas). Hal ini pada akhirnya mengakibatkan rendahnya hasil belajar mereka. Masalah ini harus segera diatasi mengingat akibat negatifnya bagi kepentingan siswa. Berdasarkan kajian literatur, ditemukan beberapa pendekatan pembelajaran yang memungkinkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, yaitu pendekatan kontekstual dan pendekatan kooperatif. Pendekatan kontekstual dipandang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, mengingat bahwa pembelajaran kontekstual itu menekankan pada keterlibatan siswa dalam menemukan materi ajar dengan menghubungkannya pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang demikian, akan membuat siswa mempunyai materi dasar dari kehidupan sehari-hari untuk memperoleh informasi yang baru dalam pembelajaran. Demikian pula pendekatan kooperatif dipandang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, mengingat bahwa pembelajaran kooperatif ini akan memungkinkan siswa belajar untuk saling peduli dan gotong royong untuk membantu temannya. Namun demikian, kedua pendekatan tersebut memiliki dampak lain jika pembelajarannya itu sukses dilaksanakan. yakni; siswa yang memiliki potensi lain dalam belajar akan terhambat, serta kecenderungan siswa pasif 3 4 akan membesar karena siswa merasa minder akan dirinya yang kurang aktif dan kurang pandai. Menyimak kelebihan dan kekurangan kedua pendekatan diatas, serta mempertimbangkan keterbatasan waktu penelitian, maka pendekatan yang paling sesuai untuk solusi permasalahan penelitian adalah pendekatan PAKEM. Pendekatan PAKEM dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar di sekolah dasar adalah dengan menggunakan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Siswa akan lebih rileks dan menjadikan kegiatan belajar mengajar menjadi suatu kegiatan yang dapat menyalurkan karakteristik mereka yang masih senang dengan kegiatan bermain tetapi dikemas dalam proses pembelajaran. Peneliti melaksanakan pembelajaran PAKEM dengan menggunakan strategi master. Strategi MATER adalah rencana kegiatan untuk mencapai pembelajaran yang menyenangkan, dan terjauh dari stres. Berikut enam langkah pembelajaran dalam strategi master : 1) Motivating Mind (Memotivasi pikiran); 2) Acquaring the Facts (Mengenali fakta-fakta); 3) Search Out the Meaning (Menggali makna); 4) Trigger the Memory (Memicu memori); 5) Exhibit What You Know (Pamerkan yang Anda tahu) dan 6) Reflect on the Process (Merefleksikan proses). Sehubungan dengan hal diatas, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IV Sekolah Dasar yang berada di SDN SKJ 9 Bandung dengan judul PENERAPAN PAKEM MELALUI STRATEGI MASTER UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah penelitian diatas, maka rumusan penelitian ini adalah Bagaimanakah penerapan pendekatan PAKEM melalui strategi MASTER untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN SKJ 9 Bandung?. Masalah penelitian diatas dapat dijabarkan ke dalam pertanyaan sebagai berikut: 4 5 1. Bagaimanakah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menerapkan pendekatan PAKEM melalui strategi MASTER dalam mata pelajaran IPA untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN SKJ 9 Bandung? 2. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan PAKEM melalui strategi MASTER dalam mata pelajaran IPA untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN SKJ 9 Bandung? 3. Bagaimanakah peningkatan motivasi belajar siswa kelas IV SDN SKJ 9 Bandung dengan menerapkan pendekatan PAKEM melalui strategi MASTER pada mata pelajaran IPA? C. TUJUAN PENELITIAN Sejalan dengan masalah yang telah dirumuskan, secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan PAKEM melalui strategi MASTER untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SDN SKJ 9 Bandung. Secara khusus penelitian ini mendeskripsikan : 1. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menerapkan pendekatan PAKEM melalui strategi MASTER dalam mata pelajaran IPA untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN SKJ 9 Bandung; 2. Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan PAKEM melalui strategi MASTER dalam mata pelajaran IPA untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN SKJ 9 Bandung; 3. Peningkatan motivasi belajar siswa kelas IV SDN SKJ 9 Bandung dengan menerapkan pendekatan PAKEM melalui strategi MASTER pada mata pelajaran IPA? D. MANFAAT PENELITIAN 1) Bagi Guru a. Sebagai Peneliti 5 6 - Sebagai alternatif bagi pembelajaran IPA. - Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. b. Peneliti lain - Memberikan informasi mengenai pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran IPA. - Mendorong guru agar dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga menarik perhatian siswa, serta siswa dapat menemukan makna dalam proses pembelajaran. 2) Bagi Siswa a. Meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA. b. Memberikan pengalaman dan kesan terhadap mata pelajaran IPA. 3) Bagi Sekolah a. Memperoleh solusi alternatif bagi pembelajaran gaya melalui penerapan pendekatan PAKEM untuk meningkatkan motivasi di kelas IV. b. Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. 6 7 A. KAJIAN TEORI BAB II LANDASAN TEORITIS 1. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar a. IPA Secara Umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu mata pelajaran yang penting untuk dikuasai siswa sejak SD. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang mempelajari mengenai alam, mencari tahu tentang alam secara sistematis dengan model ilmiah. Menurut Kurikulum SD/MI tahun 2006 (Mulyasa, 2011, hlm. 110) Ilmu pengetahuan ini menjadi salah satu wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta penerapannya lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari. IPA diperlukan dalam kehidupan kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Pembelajaran IPA dapat memberikan pengetahuan tentang lingkungan alam, mengembangkan keterampilan dan kesadaran teknologi dalam kaitan dengan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari, yakni menanamkan rasa ingin tahu dan sikap positif terhadap sains, teknologi, dan masyarakat, mengembangkan diri untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains, ikut serta memelihara lingkungan, dan menghargai alam sekitar. Menurut Kurikulum SD/MI tahun 2006 (Mulyasa, 2011, hlm. 111) Mata pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan- Nya; 7 8 2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari; 3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat; 4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan; 5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam; 6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan; 7. Memperoleh bakal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs. Menurut Kurikulum SD/MI tahun 2006 (Mulyasa, 2011, hlm. 112) Ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut: 5. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan; 6. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi : cair, padat dan gas; 7. Energi dan perubahannya meliputi : gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana; 8. Bumi dan alam semesta meliputi : tanah, bumi, tata surya, dan bendabenda langit lainnya. Menurut pasal 1 ayat (17) Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Yungto Pasal 1 Ayat (1) PP No. 19 Tahun 2005 (dalam Poerwanti, 2006, hlm. 2-4), dinyatakan bahwa salah satu ruang lingkup dari Standar Nasional Pendidikan yaitu: Standar proses adalah standar berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang. Dari peraturan pemerintah di atas, dapat dipahami bahwa pembelajaran IPA di SD dianggap baik apabil a pembelajaran sesuai dengan pasal tersebut. b. IPA Sekolah Dasar Dalam (Mulyasa, 2011, hlm ) pembelajaran IPA kelas IV SD terdiri dari tujuh pokok bahasan, yaitu : Tabel 2.1 Materi Pokok Bahasan IPA Kelas IV SD Semester Standar Standar Kompetensi 8 9 Semester II Kompetensi 7. Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda. 7.1 Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat mengubah gerak suatu benda. 7.2 Menyimpulkan hasil per ercobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat mengubah bentuk suatu benda. Materi IPA yang diambil dalam penelitian ini, mengenai gaya. SK yang diambil meliputi: 7. Memahami gaya dapat mengubah gerak dan atau bentuk suatu benda, dan 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Materi Gaya 1) Pengertian Gaya Dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti pernah mendengar atau bahkan mengucap kata gaya. Misalnya, setiap bintang film memiliki gaya rambut dan pakaian yang berbeda-beda. Arti gaya dalam kehidupan seharihari berbeda dengan gaya dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam. Dalam ilmu pengetahuan alam, gaya sering diartikan dorongan atau tarikan (Wahyono, B, & Nurachmandani, S, hlm. 89). Benda-benda yang ada di sekitar kita tidak dapat bergerak dengan sendirinya. Benda bergerak jika ada yang menggerakannya (Tati, dkk, hlm. 65). Bila kita menarik atau mendorong suatu benda, maka berarti kita memberikan gaya pada benda tersebut. Gaya tidak dapat dilihat, tetapi pengaruhnya dapat dirasakan (Wahyono, B, & Nurachmandani, S, hlm. 89). 2) Alat ukur Gaya Gaya ada yang kuat dan ada yang lemah. Makin besar gaya dilakukan, makin besar pula tenaga yang diperlukan (Wahyono, B, & Nurachmandani, S, hlm. 89). Besar gaya dapat diukur dengan alat yang disebut dinamometer (Haryanto, hlm. 110). 9 10 3) Macam-macam gaya Dalam (Tati, dkk, hlm. 66) Ada macam-macam gaya yang terdapat dalam kehidupan kita sehari-hari, diantaranya : a. Gaya gravitasi Gaya yang mengakibatkan tertariknya benda-benda ke permukaan bumi. Apa yang kita lemparkan akan jatuh ke pusat bumi. b. Gaya pegas Gaya yang ditimbulkan oleh benda yang menyerupai pegas, atau akibat adanya tarikan dan renggangan. Misalnya karet pada ketapel atau pegas pada jungkat-jungkit. c. Gaya magnet Gaya tarik yang ditimbulkan magnet terhadap benda-benda seperti paku, jarum, atau benda lain dari besi. d. Gaya gesekan Gaya yang menyebabkan benda yang menggelinding seperti kelereng menjadi berhenti. e. Gaya otot Gaya yang dilakukan otot untuk mendorong benda-benda seperti meja, lemari, mobil. f. Gaya listrik statis Tarikan yang berlangsung sebentar 4) Memberikan contoh gaya pada kehidupan sehari-hari : a. Gaya gravitasi b. Gaya pegas Gambar 2.1 sumber internet. 10 11 Gambar 2.2 sumber internet. c. Gaya magnet Gambar 2.3 sumber internet. d. Gaya gesek Gambar 2.4 sumber internet. e. Gaya otot Gambar 2.5 sumber internet. f. Gaya listrik statis Gambar 2.6 sumber internet. 11 12 5) Menjelaskan sifat-sifat gaya : Dalam kehidupan sehari-hari, hampir setiap saat kita berhubungan dengan gaya. Pengaruh gaya yang kita berikan pada suatu benda akan mengubah : a. Gerak suatu benda Benda yang diberikan suatu gaya, baik itu tarikan atau dorongan akan membuat arah gerak suatu benda berubah. Misalnya : bola yag ditendang akan bergerak, kemudian setelah dihalau arah gerak bola berubah. Perubahan arah gerak bola terjadi karena bola mendapatkan gaya. Demikian pula saat bola dilemparkan, kemudian ditangkap itu berhenti karena mendapat gaya. Jadi, akibat dikenai gaya lain yang arahnya berbeda, arah gerak suatu benda menjadi berubah (Haryanto, 2000, hlm. 113). b. Bentuk suatu benda Gambar 2.7 sumber internet. Para pengrajin gerabah membuat gerabah dari tanah liat. Ia melumatkan tanah liat kemudian membentuknya menjadi sebuah gerabah. Ketika pengrajin tersebut melumatkan tanah liat, ia memberikan gaya pada tanah liat. Jadi, gaya dapat mengubah tanah liat menjadi guci. Benda yang keras sekalipun dapat berubah bentuk jika diberikan gaya. Misalnya, mobil akan penyok ketika menabrak, besi mudah 12 13 dibentuk jika dipanaskan, dan batu besar dapat menjadi batu kecil-kecil jika dipalu (Wahyono, B, & Nurachmandani, S, hlm. 92). 3. PAKEM a. Pengertian PAKEM Gambar 2.8 sumber internet. PAKEM merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menggunakan keterlibatan siswa secara langsung sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Dalam Asmani (2012, hlm. 59) PAKEM adalah sebuah pendekatan yang memungkinkan peserta didik mengerjakan kegiatan beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan pemahamannya dengan penekanan belajar sambil bekerja. PAKEM sendiri merupakan kepanjangan dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dalam PAKEM ini siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Itu sebabnya dalam PAKEM ini siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Siswa diharapkan dapat mengkontruksikan pengetahuannya sendiri. Diharapkan dengan penerapan PAKEM dalam pembelajaran dapat memunculkan motivasi inovasi dalam pembelajaran sehingga tercipta pembelajaran yang aktif, keratif, efektif, dan menyenangkan. PAKEM muncul dari konsep pembelajaran berpusat pada siswa (student- centered 13 14 learning) dan pembelajaran harus menyenangkan (Learning is fun). Pembelajaran ini bertujuan agar siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran sehingga berusaha untuk dapat belajar mandiri tanpa harus diintruksikan oleh gurunya. PAKEM merupakan salah satu pendekatan yang mendapat banyak perhatian publik. Hal ini dikarenakan manfaatnya yang besar dalam menggali potensi siswa yakni dengan pembelajaran yang kebanyakan membuat siswa jenuh. PAKEM sendiri memiliki karakteristik yang dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Multi metode dan multi media Dalam PAKEM guru harus menggunakan berbagai macam metode, tidak hanya terpaku pada satu metode saja. Hal ini dilakukan agar pembelajaran di dalam kelas berlangsung menyenangkan dan kelasnya terlihat lebih hidup. Selain itu, penggunaan media yang beragam sangatlah menunjang dalam pembelajaran PAKEM. Diharapkan dengan banyaknya media yang digunakan, siswa menjadi semangat dan berperan aktif dalam proses pembelajarannya. Mengingat PAKEM ini sangat mengutamakan keaktifan siswa. 2. Praktik dan bekerja dalam satu tim Dalam PAKEM, pembelajaran diharapkan siswanya dapat memperoleh pengalaman belajarnya. Siswa dapat terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga tercipta kelas yang hidup. 3. Memanfaatkan lingkungan sekitar Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, guru tidak selalu harus membawa siswanya ke tempat-tempat bersejarah, rekreasi, dll. Melainkan gu
Search Related
Previous Slide

Tomar Industrial

Next Slide

Hetp

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks