BAB IV PROSES REVOLUSI MESIR 23 JULI Banyak peristiwa yang mendorong terjadinya Revolusi Mesir 23 Juli

of 19
186 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Document Description
BAB IV PROSES REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952 A. Kekacauan Politik Menjelang Revolusi Banyak peristiwa yang mendorong terjadinya Revolusi Mesir 23 Juli 1952, terutama dengan berkembangnya kekuatan progresif
Document Share
Document Transcript
BAB IV PROSES REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952 A. Kekacauan Politik Menjelang Revolusi Banyak peristiwa yang mendorong terjadinya Revolusi Mesir 23 Juli 1952, terutama dengan berkembangnya kekuatan progresif di kalangan masyarakat yang didukung sepenuhnya oleh kekuatan gerakan Free Officers (Perwira Bebas). Dukungan yang diberikan masyarakat, berawal dari keprihatinan dan kepedihan yang dialami selama pemerintahan Raja Farouk. Selain itu, ditambah dengan kuatnya dominasi penguasaan asing yang ikut ambil bagian di Mesir. Sektor-sektor penting terkait dengan pertahanan dan keamanan Mesir dipercayakan oleh pemerintah Mesir kepada Inggris. Mesir bergejolak tidak hanya pada segi sosial maupun ekonomi saja. Setelah lengsernya kabinet Hillaly Pasha, Mesir jatuh ke tangan kabinet Husein Sirry Pasha. 1 Banyak program yang sebenarnya ingin dicapai pada masa kabinet Husein Sirry Pasha. Salah satu program yang paling menonjol adalah keinginannya untuk menarik pasukan-pasukan Inggris dari Mesir, terutama wilayah Terusan Suez. Selain adanya misi tersebut, kabinet Husein 1 Husein Sirry Pasha membentuk kabinet baru pada awal bulan Juli Pada saat itu dunia politik Mesir dalam kondisi yang kritis. Husein Sirry Pasha ditunjuk oleh Raja Farouk untuk mengatasi kondisi tersebut dan mengembalikan keadaan menjadi lebih stabil. Namun, kabinet ini hanya berlangsung selama sekitar 3 minggu, setelah itu digantikan oleh Aly Maher Pasha. Lihat lampiran Krisis Politik Mesir, Pewarta Soerabaia (Kamis 3 Juli 1952), Surabaya: N.V. Pewarta-Soerabaia, hlm. 1. (bagian 1) 68 69 Sirry Pasha menginginkan adanya persatuan antara Sudan dengan Mesir di bawah kekuasaan pemerintahan Mesir. 2 Rencana penarikan pasukan Inggris dari Mesir bukan dilakukan tanpa alasan. Menurut Husein Sirry Pasha, sengketa antara Inggris dengan Mesir harus segera diselesaikan. Hal tersebut agar tercipta stabilitas di Mesir, dan berhubungan dengan strategi Timur Tengah secara keseluruhan. Husein Sirry Pasha menjadi Perdana Menteri dengan menggantikan Hillaly Pasha yang mengundurkan diri pada tanggal 28 Juni Kabinet Husein Sirry Pasha mendapatkan banyak tentangan dari Partai Wafd, selaku partai yang memiliki banyak dukungan di Mesir. Penolakanpenolakan pun terus dilakukan oleh berbagai kalangan untuk segera menurunkan Husein Sirry Pasha dari kursi kabinet, meski masih tergolong baru. Adanya penolakan dari berbagai pihak dikarenakan pengangkatan Husein Sirry Pasha menjadi Perdana Menteri tanpa meminta persetujuan dari penguasa Partai Wafd. Selain itu, anggota-anggota kabinet bukanlah berasal dari orang-orang yang sejak awal duduk di partai politik, melainkan orang awam. Ketidaksetujuan mengenai hal tersebut inilah yang kemudian mendorong adanya keinginan kelompok yang tergabung dalam Partai Wafd untuk menurunkan Husein Sirry Pasha. Alhasil, Husein Sirry Pasha mundur 2 Pada saat itu, memang terdapat isu mengenai penyatuan Mesir dengan Sudan di bawah kekuasaan Raja Farouk. Namun, hingga dilancarkannya Revolusi Mesir 23 Juli 1952 rencana tersebut tidak menuai keberhasilan dan Raja Farouk harus turun tahta dari singgasananya. 70 dari kabinetnya, meskipun Raja Farouk menolak pemberhentian tersebut. Kursi kabinet yang ia duduki hanya berjalan selama 3 minggu. 3 Jatuh bangunnya kabinet dalam pemerintahan Mesir yang hanya berumur pendek membuat kekacauan politik dalam tubuh Mesir. Baik kabinet yang dipimpin oleh Hilaly Pasha maupun Husein Sirry Pasha sama-sama memiliki program kerja yang serupa, yakni ingin mengembalikan Mesir ke dalam situasi yang aman dan tenang. Selain itu, adanya pergantian kabinet Mesir tentu tidak lepas dari hak prerogatif yang dimiliki oleh Raja Farouk, sebagai penguasa Mesir yang monarki. Peran Raja Farouk sangatlah besar dalam menjalankan lakon politik dan pemerintahan Mesir. Hanya orang-orang yang pro dan tunduk pada raja yang nantinya akan menduduki jabatan dalam pemerintahan. Mangkatnya kabinet Husein Sirry Pasha kemudian digantikan oleh Aly Maher Pasha. Pada saat itu, Raja Farouk meminta bantuan kepada Muhammad Naguib yang saat itu telah diangkat menjadi Panglima Besar Angkatan Perang Mesir. Muhammad Naguib memiliki andil dalam pengangkatan Aly Maher Pasha setelah diberi wewenang oleh Raja Farouk untuk mengatur situasi dan kondisi Mesir yang semakin bergejolak. Raja Farouk sendiri telah menerima usul baik dari Muhammad Naguib pada hari Kamis, 24 Juli 1952, sehari setelah Revolusi Mesir dilancarkan. 4 3 Kabinet Sirry Pasha Jatuh: Raja Farouk Menolak Permintaan Berhenti, Suara Masjarakat (Selasa 22 Juli 1952). Malang, hlm , hlm Aly Maher Pasha, Suara Masjarakat (Jumat 25 Juli 1952). Malang, 71 B. Gerak Revolusi Mesir 23 Juli 1952 Selain kekacauan politik, Mesir dihebohkan pula oleh banyaknya aksiaksi militer yang dilakukan oleh kalangan tentara. Kalangan tentara tersebut lebih dikenal dengan sebutan Free Officers (Perwira Bebas), seperti yang telah banyak diuraikan dalam bab sebelumnya. Sebelum pecahnya Revolusi Mesir 23 Juli 1952, telah banyak pertumpahan darah yang dilakukan oleh kesatuan tentara Mesir yang pro pemerintahan Raja Farouk dengan kesatuan tentara yang anti terhadap pemerintahan Raja Farouk. Pasukan pro terhadap pemerintahan Raja Farouk tersebut merupakan pasukan pengawal kerajaan. Pasukan pengawal kerajaan menolak untuk menyerahkan diri kepada Free Officers (Perwira Bebas). Setiap revolusi dalam sejarah selalu memiliki semangat karakteristik sendiri yang bertindak sebagai kekuatan pendorong yang menginspirasi para pendukungnya, dan setiap revolusi memiliki yang ideal sendiri dalam bentuk misi disebarkan oleh para pemimpin dan oleh semua orang yang percaya pada ide ini. Semangat dibalik Revolusi Mesir diwakili oleh citacita menciptakan kesadaran nasional baru di Mesir, berdasarkan pada keyakinan gigih dalam sosialisme demokratis dan realisasi sepenuhnya dari keadilan sosial. 5 Semangat Revolusi Mesir 23 Juli 1952 tercermin dari dukungan yang diberikan oleh rakyat Mesir terhadap perjuangan Gamal Abdul Nasser dan 5 Terjemahan bebas dari Every revolution in history has had its own characteristic spirit which acts as the driving force that inspires its advocates; and every revolution has its own ideal in the form of a mission propagated by its leaders and by all those who believe in such an ideal. The spirit behind the Egyptian Revolution is represented by the ideal creating a new national consciousness in Egypt, based on the staunch belief in democratic socialism and the fullest realization of social justice. Lihat Mohamed Moustafa Ata, Judul asli tidak dicantumkan, Alih bahasa oleh M. Yehia Eweis, Egypt Between Two Revolution. Cairo: Imprimerie Misr S.A.E, 1955, hlm. 4. 72 rekan-rekannya. Masyarakat sudah jenuh dengan pemerintahan Raja Farouk yang otoriter dan tidak memberikan kesejahteraan sosial. Para mahasiswa Universitas Al-Azhar yang dulunya sangat mendukung kepemimpinan Raja Farouk, beralih haluan menjadi pembela Free Officers (Perwira Bebas). Mereka turut serta dalam perjuangan untuk menegakkan keadilan bagi masyarakat Mesir. Pada awalnya, Free Officers (Perwira Bebas) bermaksud melaksanakan rencana mereka sekitar tahun 1954 atau Namun, setelah mengetahui keadaan politik, sosial, dan ekonomi yang mengalami degradasi, rencana tersebut dipikirkan kembali. Selain itu, pada tanggal 26 Januari 1952 terjadi peristiwa pertumpahan darah yang lebih dikenal dengan Black Saturday. 7 Free Officers (Perwira Bebas) bukan hanya mahir dalam bidang militer, mereka juga sebagai pengamat sosial dan ekonomi Mesir. Free Officers (Perwira Bebas) tampil sebagai pahlawan yang selama ini dinantikan oleh masyarakat Mesir untuk membawa perubahan. Pada sekitar tahun 1948 Free Officers (Perwira Bebas) mulai menyebarkan selebaran gelap yang mencela pemerintahan Raja Farouk. Selebaran tersebut ditulis oleh Khaled Muhieddin di bawah arahan Gamal 6 Peter Mansfield, A History of The Middle East. Harmondsworth: Penguin Books, 1991, hlm Black Saturday atau Sabtu Hitam merupakan sebuah aksi yang mengerikan oleh sekelompok perusuh di Kota Kairo. Sekelompok perusuh tersebut membakar kedai-kedai minuman, mengobrak-abrik dan merampas toko-toko senjata api, membakar bank, dan melakukan perusakan terhadap fasilitas-fasilitas umum lainnya. Dalam peristiwa ini, jumlah korban yang berjatuhan tidak terhitung banyaknya. Peristiwa tersebutlah yang kemudian melatarbelakangi rapat pada tanggal 10 Februari Lihat Ibid., 73 Abdul Nasser dan disebarkan dari tangan ke tangan, kepada tentara dan masyarakat sipil. 8 Selebaran tersebut berisi ancaman kepada pemerintahan Raja Farouk terkait dengan minimnya kesejahteraan rakyat Mesir. Selain itu, selebaran yang dibuat Free Officers (Perwira Bebas) berisi tentang rencana akan diadakannya revolusi untuk mewujudkan perubahan bagi bangsa Mesir. 9 Free Officers (Perwira Bebas) membuat selebaran tersebut dalam bentuk karikatur yang menggambarkan kediktatoran Raja Farouk dan rencana revolusi. Langkah pertama yang dilakukan dalam mewujudkan Revolusi Mesir 23 Juli 1952 adalah mengadakan beberapa pertemuan antara anggota Free Officers (Perwira Bebas) dan anggota Ikhwanul Muslimin. Salah satu pertemuan diadakan pada tanggal 10 Februari Dalam pertemuan tersebut, membicarakan bahwa Free Officers (Perwira Bebas) membutuhkan seorang pemimpin sebagai penggerak Revolusi Mesir 23 Juli Selain membicarakan mengenai pemimpin, pertemuan tersebut juga membahas mengenai korupsi dan pemerintahan diktator Raja Farouk. 1969, hlm Peter Mansfield, Nasser s Egypt. Harmondsworth: Penguin Books, 9 Mengenai selebaran yang dibuat oleh Free Officers (Perwira Bebas) dapat dilihat pada lampiran Pada tanggal 10 Februari 1952 tersebut diadakan rapat darurat untuk mengadakan sebuah revolusi menggulingkan Raja Farouk. Dalam rapat tersebut, ada 3 tahap yang direncanakan dalam serangan: (1) menangkap penguasa militer, (2) menangkap penguasa sipil, dan (3) menurunkan raja dari singgasana. Lihat M. Hamdan Basyar, Bagaimana Militer Menguasai Mesir, Jurnal Ilmu Politik 3. Jakarta: Gramedia, 1998, hlm. 87. 74 Para perwira bebas telah merencanakan pemberontakan ini selama bertahun-tahun secara rahasia melawan rintangan yang berat. Mereka memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang mereka inginkan untuk menghancurkan monarki Mesir, kekuasaan para tuan tanah, pengaruh asing dan korupsi dalam kehidupan pilitik dan mereka mengerti apa yang menjadi keinginan masyarakat Mesir. Tapi mereka memiliki sedikit waktu untuk mempertimbangkan teknik politik yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi tersebut menjadi kenyataan. 11 Rencana Revolusi Mesir 23 Juli 1952 sebenarnya sudah dipikirkan sejak lama oleh Free Officers (Perwira Bebas). Rencana pemberontakan untuk menghancurkan pemerintahan Raja Farouk yang diwarnai dengan korupsi dan dominasi asing tersebut perlu dipikirkan dengan matang. Untuk mewujudkan Revolusi Mesir 23 Juli 1952, dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengayomi dan memberikan dukungan penuh bagi terlaksananya Revolusi Mesir 23 Juli Para anggota Free Officers (Perwira Bebas) merasa bahwa Gamal Abdul Nasser lah yang paling tepat untuk memimpin Revolusi Mesir 23 Juli 1952, karena memiliki wawasan dan pandai dalam mengatur strategi pertahanan militer. Setelah diadakan musyawarah, Free Officers (Perwira Bebas) menetapkan seorang pemimpin yang selama ini disegani dan menjadi contoh bagi para anggota yang lain. Akhirnya, Gamal Abdul Nasser tampil menjadi pemimpin Revolusi Mesir 23 Juli 1952 karena dirasa paling sesuai dan 11 Terjemahan bebas dari The free officers had been planning this revolt for years in secret against heavy odds. They had a clear idea of what they wanted to destroy in Egypt- the monarchy, the power of the landlords, foreign influence and the corruption of political life-and they had a vision of the kind of society they wished Egypt to become. But they had very little time to consider the political techniques needed to make the vision reality. Lihat Peter Mansfield, op.cit., 1969, hlm Peter Mansfield, op.cit.,1991, hlm. 243. 75 mampu untuk mengemban amanah Free Officers (Perwira Bebas). 13 Revolusi Mesir 23 Juli 1952 disambut oleh rakyat dan tentara karena dengan demikian telah tersingkirkan pimpinan yang tidak mendapatkan kepercayaan di bawah Raja Farouk yang merupakan seorang boneka Inggris. 14 Selain Gamal Abdul Nasser, tokoh di balik Revolusi Mesir 23 Juli 1952 yang dominan adalah Muhammad Naguib. Pada masa pemerintahan Raja Farouk, Muhammad Naguib merupakan orang kepercayaan Raja Farouk yang diperintahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Mesir. Muhammad Naguib juga memiliki andil yang cukup besar dalam Free Officers (Perwira Bebas), sejalan dengan pemikiran Gamal Abdul Nasser. Muhammad Naguib dikenal sebagai orang kuat Mesir yang berdiri di atas kaki yang kokoh, dengan dukungan perwira-perwira militer yakni Free Officers (Perwira Bebas). Dalam surat kabar Suara Masjarakat tidak banyak menyebutkan peran Gamal Abdul Nasser dalam peristiwa Revolusi Mesir 23 Juli Meski demikian, banyak diketahui bahwa partisipasi Gamal Abdul Nasser sangatlah besar dalam peristiwa tersebut. Tokoh Gamal Abdul Nasser 13 Terdapat perbedaan pendapat mengenai pemimpin Revolusi Mesir 23 Juli Sumber-sumber surat kabar berbahasa Indonesia menyebutkan bahwa Muhammad Naguib lah yang tampil sebagai pemimpin dan penggerak Revolusi Mesir 23 Juli 1952, namun dalam referensi yang berupa buku cenderung menyebutkan Gamal Abdul Nasser sebagai tokoh di balik Revolusi Mesir 23 Juli Dalam hal ini, penulis lebih cenderung menggunakan referensi dari buku karena dirasa paling tepat untuk mengungkapkan tentang Revolusi Mesir 23 Juli John L Esposito, Islam and Development Religion and Sosiopolitical Change, Alih bahasa oleh S H S, Agama dan Perubahan Sosiopolitik. Aksara Persada Press, 1985, hlm. 185. 76 ada dibalik peristiwa tersebut dan turut serta memberikan ide demi kelancaran Revolusi Mesir 23 Juli Free Officers (Perwira Bebas) berusaha mencari dukungan, baik kepada anggota Ikhwanul Muslimin, maupun masyarakat Mesir secara luas. Free Officers (Perwira Bebas) menganggap bahwa selama ini Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi yang melekat di hati rakyat Mesir. Terutama saat dipimpin oleh Hasan Al-Banna. Hubungan baik antara Free Officers (Perwira Bebas) dengan Ikhwanul Muslimin sudah terjalin sejak Namun, banyak yang menafsirkan berbeda mengenai hubungan tersebut. Ikhwanul Muslimin seolah hanya dimanfaatkan pada saat Revolusi Mesir 23 Juli 1952 saja, dan setelah itu dicampakkan. Bahkan pada akhirnya nanti dibubarkan oleh Gamal Abdul Nasser, saat ia berkuasa sebagai presiden Mesir. Untuk mencari dukungan massa, Free Officers (Perwira Bebas) membuat publikasi yang disebarkan di wilayah-wilayah strategis Mesir. Publikasi tersebut terdiri dari 2 jenis, publikasi yang pertama disebarkan kepada masyarakat Mesir dan publikasi yang kedua disebarkan dikalangan tentara Inggris. Publikasi yang disebarkan kepada masyarakat Mesir berisi tentang ajakan untuk berjuang dan melawan kediktatoran Raja Farouk. Sedangkan publikasi yang disebarkan di kalangan tentara Inggris berisi ancaman, terror, dan tekanan. Free Officers (Perwira Bebas) menyerukan perlunya perubahan dalam pemerintah dan kebebasan dari pengaruh asing. 77 Demi melancarkan aksinya tersebut, Free Officers (Perwira Bebas) membeli mesin pencetak pribadi dalam rangka memperbanyak selebaran. Langkah tersebut tentu memiliki maksud agar tidak diketahui oleh pemerintah Mesir. Adapun bentuk selebaran tersebut ada yang berupa tulisan, ada pula yang berupa karikatur menggambarkan tentang penguasa-penguasa Mesir. Publikasi hanya merupakan langkah awal untuk menarik simpati masyarakat Mesir dan mencari perhatian tentara Inggris yang di tempatkan di Terusan Suez, serta pemerintahan Mesir. Setelah melihat keadaan yang semakin tak menentu, awalnya komite menetapkan tanggal 22 Juli 1952 sebagai awal revolusi. Namun, ternyata prediksi tersebut kurang tepat. Revolusi justru memuncak pada tanggal 23 Juli Semboyan para penggerak Revolusi Mesir 23 Juli 1952 adalah tekad dan keberanian. Waktu yang ditetapkan tengah malam, setelah seluruh rancangan garis besar operasi dibuat oleh Gamal Abdul Nasser. Adapun tahap yang direncanakan dalam serangan antara lain menangkap penguasa militer, menangkap penguasa sipil, dan menurunkan raja dari singgasananya. 15 Pada hari Rabu, 23 Juli 1952 pergolakan antara kalangan tentara yang pro dengan Free Officers (Perwira Bebas) kembali terjadi. Kali ini pergolakan lebih dahsyat dan memakan banyak korban, baik dari pihak Raja Farouk maupun Free Officers (Perwira Bebas). Radio Kairo sendiri telah sebanyak 2 kali menyuarakan secara resmi adanya coup d etat di Mesir. Muhammad Naguib telah menyampaikan bahwa rakyat memilih dengan pilihannya sendiri. 15 M. Hamdan Basyar, op.cit., hlm. 243. 78 Tank-tank dan kesatuan-kesatuan berlapis baja pada Hari Rabu 23 Juli 1952 mengadakan gerak patroli di jalan-jalan besar Kairo. 16 Pertempuran yang terjadi di Kairo tersebut meletus setelah kesatuankesatuan artileri bertindak terhadap pasukan-pasukan pengawal Raja Farouk di Istana Abdin. 17 Banyak yang menafsirkan bahwa terjadinya pertempuran merupakan sebuah aksi yang ditujukan untuk menentang sistem pemerintahan monarki di Mesir. Kalangan tersebut kemudian memperkuat dengan dugaan kolusi yang dilakukan oleh Raja Farouk. Tindakan kolusi tersebut yakni adanya pengangkatan ipar Raja Farouk, Ismail Sherin sebagai menteri pertahanan. Puncak Revolusi Mesir 23 Juli 1952 memang sangat singkat. Pada tanggal 23 Juli 1952 terjadi demonstrasi besar-besaran dan pertumpahan darah antara kalangan tentara militer. Muhammad Naguib beserta rombongannya memberikan tuntutan kepada Raja Farouk untuk segera mengubah pasal-pasal yang ada pada Undang-Undang Dasar Mesir, yakni tentang pemberian hakhak prerogatif Raja untuk memecat pemerintah dan membubarkan parlemen. Dengan hak-hak prerogatif raja tersebut, maka apabila sesuatu pemerintah 16 Pertempuran Meletus di Cairo Sekitar Coup D etat di Mesir, Suara Masjarakat (Jumat 25 Juli 1952). Malang, hlm Istana Abdin merupakan Istana Kepresidenan Mesir yang berlokasi di Kairo, Mesir. Pada saat terjadi Revolusi Mesir 23 Juli 1952, Raja Farouk beserta keluarganya masih berada di tersebut. Istana Abdin dijaga ketat oleh pengawal kerajaan pada saat Revolusi Mesir 23 Juli 1952 berlangsung. 79 (kabinet) yang jalan politiknya tidak sesuai dengan kehendak raja dapat dibubarkan dan diganti oleh kabinet yang baru. 18 Penjagaan terhadap Mesir dari kelompok Raja Farouk pun diperketat. Tentara Mesir telah menempatkan pasukan-pasukan penjagaan yang kuat di sekitar gedung-gedung penting, dan kesatuan tank-tank ditempatkan di wilayah yang strategis. Gedung-gedung penting tersebut diantaranya Istana Abdin, Istana Ras at-tin, Koubbeh di Kairo, dan Montazah di Iskandaria. Situasi seperti itulah yang membuat kondisi Mesir semakin memanas. Pasukan tentara Mesir yang dimotori oleh Free Officers (Perwira Bebas) berhadapan langsung dengan pengawal-pengawal Raja Farouk. Selain itu, pesawat pembom juga sudah berkeliling di atas Kota Kairo. Raja Farouk tetap kokoh pada pendiriannya, dan tidak menghiraukan segala tuntutan dari Free Officers (Perwira Bebas). Sikap acuh tak acuh dan perlawanan Raja Farouk tersebutlah yang kemudian membuat geram kalangan Free Officers (Perwira Bebas). Perlawanan Raja Farouk terhadap gerakan Free Officers (Perwira Bebas) mengakibatkan banyaknya korban berjatuhan. Kalangan Free Officers (Perwira Bebas) pun sempat dilanda putus asa untuk melanjutkan Revolusi Mesir 23 Juli 1952, akan tetapi semangat juang yang didasari oleh rasa kekecewaan yang amat mendalam tersebut akhirnya tidak berhenti sampai disitu saja. Dengan kekuatan yang bersatu padu antara Free Officers (Perwira Bebas) dan Ikhwanul Muslimin, akhirnya dapat mendobrak kekuasaan Raja Farouk. 18 Farouk Turun Tachta dan Tinggalkan Mesir, Suara Masjarakat (Senin 28 Juli 1952). Malang, hlm. 1. 80 Aly Maher Pasha sebagai Perdana Menteri Mesir sudah berusaha masuk ke Istana Ras at-tin dan meminta Raja Farouk unt
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x